Amandemen TGTL

EKLESIOLOGI DAN MISIOLOGI UNTUK TATA GEREJA

Undangan Diskusi

Ber-GKSBS akan selalu membutuhkan kesediaan untuk menerima dan menghargai, juga kesediaan untuk mengampuni dan berbagi. GKSBS akan terus bisa dipertahankan dan dikembangkan, jika masih ada semangat paseduluran, yang terungkap dalam tindakan menerima dan menghargai, mengampuni dan berbagi.

Panitia AdHoc Tata Gereja GKSBS akan mengadakan diskusi eklesiologi dan misiologi GKSBS. Kegiatan ini merupakan bagian dari diskusi-diskusi yang terus berlangsung baik formal maupun informal di seluruh GKSBS. Diskusi ini  akan menjadi penting justru karena bisa secara terbuka menampung dan berusaha menyelaraskan pendapat, selera maupun sikap yang berbeda yang ada di antara anggota GKSBS.

Kami mengundang para peserta diskusi dari seluruh jemaat-jemaat GKSBS se-Lampung: klasis Sribhawono, Pugung Raharjo, Tanjung Karang, Metro, Seputih Raman, Bandar Jaya, Tulang Bawang dan Kota Bumi,  dengan ketentuan sebagaimana terpaparkan dalam Kerangka Acuan yang telah kami buat dan kami lampirkan. Mohon kiranya mempelajari Undangan dan TOR yang kami sampaikan. Untuk download gunakan link di bawah ini.

DOWNLOAD UNDANGAN DAN TOR DISKUSI EKLESIOLOGI DAN MISIOLOGI GKSBS

Silahkan dibagi...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Silahkan baca yang lain...

Discussion

2 Responses to “EKLESIOLOGI DAN MISIOLOGI UNTUK TATA GEREJA”

  1. Ini ide yang sangat cemerlang. Setelahbicara Politik, orang diajak berdiskusi mengenai topik yang lebih praktis pada bagaimana gereja mengada dan menjalankan misinya. Seingat saya, Klasis Belitang sudah pernah melakukan hal ini. Mungkin hasil seminar sehari di Belitang bisa dibagikan untuk peserta.

    Posted by tatok | 20/11/2012, 23:53
  2. terima kasih Pak Tatok, nanti kita akan pelajari hasil diskusi di blitang dan harapannya bisa menjadi masukan diskusi jemaat-jemaat di lampung tgl 30 nop 2012 di centrum metro.

    Posted by kristiawan heru | 21/11/2012, 08:59

Post a comment

*

Related Post

Anthony De Melo

ENGKAU ITU SIAPA?

Wanita yang sedang menghadapi ajalnya. Ia tiba-tiba
merasa, bahwa ia dibawa ke surga dan berdiri di muka Takhta
Pengadilan.

"Siapa engkau itu?" kata suara kepadanya. "Aku ini istri
lurah," jawabnya. "Aku tidak bertanya kepadamu, engkau istri
siapa, tetapi engkau itu siapa?" "Aku ini ibu empat orang
anak." "Aku tidak bertanya, engkau ibunya siapa, tetapi
siapa engkau itu?" "Aku ini guru di sekolah." "Aku tidak
menanyakan pekerjaanmu, tetapi siapa engkau itu."

Dan demikianlah seterusnya. Tidak peduli apa yang menjadi
jawabannya, rupanya itu bukan jawaban yang memuaskan
terhadap pertanyaan: "Engkau itu siapa?"

"Aku ini seorang Kristen." "Aku tidak menanyakan agamamu,
tetapi engkau itu siapa." "Aku ini seseorang, yang tiap hari
pergi ke gereja dan selalu membantu orang miskin dan orang
dalam kesulitan." "Aku tidak menanyakan perbuatanmu, tetapi
siapa engkau itu."

Ia jelas gagal dalam ujian, oleh karena itu ia dikirim
kembali ke dunia. Ketika sembuh dari sakitnya ia berniat
menemukan siapa dia. Dan itulah yang membuat segalanya
berbeda sama sekali.

Tugasmu itu berada. Tidak menjadi seseorang atau bukan
apa-apa - sebab disitu ada keserakahan dan ambisi - tidak
menjadi ini dan itu; - dengan demikian menjadi bersyarat -
tetapi hanya ada saja.

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)