Dari Anda

Markisa dan Terong Belanda – Bagian 2 – GEREJA YANG SEDANG BERUBAH

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page
Salah satu acara PIARA (Pesta Iman Anak dan Remaja) GBKP

Salah satu acara PIARA (Pesta Iman Anak dan Remaja) GBKP

Sebagaimana namanya, GBKP merupakan “gereja suku”. Biasanya, “gereja suku” memiliki ciri mapan. Dan seolah-olah tidak bisa berubah atau tidak ada yang perlu dirubah. Semua seolah-olah hanya tinggal diteruskan dan dilanjutkan. Apakah demikian dengan GBKP? “Pusat” GBKP berada di Kabupaten Tanah Karo. Ibu kota Tanah Karo adalah Kaban Jahe. Di Kaban Jahe pula terletak Kantor Sinode GBKP dan Pusat Pembinaan Warga Gereja (PPWG) GBKP. Tanah Karo terletak diantara Kabupaten Aceh Tenggara di sebelah Barat, Kabupaten Simalungun di sebelah Timur, Kabuapten Dairi di sebelah Selatan dan Kabupaten Langkat dan Deli Serdang di sebelah Utara. Tanah Karo bukan daerah perdagangan. Tapi daerah pertanian. Tanah Karo terkenal sebagai penghasil jeruk. Jeruk medan sebenarnya ditanam di Tanah Karo. Kontur tanahnya berbukit-bukit. Sangat subur. Ada 2 gunung berapi yang berdiri bagaikan tiang pancang dari Tanah Karo, yakni Sibayak dengan ketinggian 2.174 meter dan Sinabung 2.417 meter. Dua gunung ini merupakan gunung api aktif. Tanah Karo memiliki kota industri, tepatnya industri wisata, Berastagi.

Berastagi merupakan kota wisata yang menyediakan akomodasi tingkat internasional. Tetapi menurut  kawan-kawan, sudah beberapa tahun yang lalu, pamor Berastagi nampak redup. Sekarang memang tidak terlalu sulit menuju ke Tanah Karo. Tetapi saya membayangkan bagaimana orang dari Medan menuju Tanah Karo di masa lalu? Pasti luar biasa sulitnya.

Injil diberitakan dan diterima oleh masyarakat Karo di Buluh Awar yang terletak di Sibolangit atau perjalanan satu jam dari Kaban Jahe ke arah Medan 126 tahun yang lalu. Saat ini GBKP sudah berumur 126 tahun dan sudah tersebar sampai dengan Jakarta, Banten, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bali dan Kalimantan. Anggota jemaat GBKP menurut data statistik 2015 sebagaimana ditunjukkan kepada saya oleh ibu Andriana, staf Bidang Koinonia, berjumlah 92.619 keluarga, 308.534 jiwa. Jumlah jemaat dewasa (Runggun) 549 dan Calon Runggun (Perpulungen) 886. Pendeta aktif 411 orang, dan Vikaris 64 orang.

Saat ini pendeta GBKP bukan hanya orang Karo. Tetapi juga ada orang Batak (Toba) dan Simalungun. Pun demikian dengan warga jemaat GBKP, bukan hanya orang Karo, melainkan ada juga orang Nias. Dalam Kata Pengantar Tata Gereja yang baru disahkan 2015 yang lalu, Moderamen GBKP menuliskan ‘… Kita mengetahui bahwa Gereja hidup di tengah-tengah perubahan zaman yang dapat mempengaruhi keberadaan Gereja itu sendiri.’ Ini artinya GBKP telah meletakkan kesadaran akan perubahan pada kehidupannya. Dan memang, GBKP – sebagaimana komunitas di muka bumi ini sedang mengalami perubahan-perubahan yang menantang. Dinamika perubahan yang saya tangkap memunculkan signalnya adalah gejala pluralitas budaya anggota gereja dan tumbuhnya GBKP diaspora.

PLURALITAS BUDAYA ANGGOTA GEREJA

Saat ini GBKP sudah mengalami masuknya etnis dan budaya lain dalam jantung GBKP. Orang-orang non-etnis Karo telah datang dari berbagai tempat dan bergabung dengan GBKP. Ada yang dari Toba dengan warisan HKBP-nya, atau dari Simalungun dengan warisan GKPS-nya, atau dari Nias dengan warisan ONKP atau BNKP-nya. Mereka datang dan bergabung bukan (saja) dengan komunitas GBKP yang berada di luar Tanah Karo, melainkan juga dengan komunitas GBKP yang berada di Tanah Karo.

Realitas keragaman (budaya) ini dalam diskusi lokakarya 7-10 April yang lalu di PPWG Kaban Jahe memberi sinyal serius mengenai pentingnya mengembangkan kesadaran akan realitas kemajemukan yang sedang melanda GBKP. Lokakarya 2012 menghasilkan rumusan visi anak (KAKR) GBKP sebagai berikut: ‘Hak dasar anak-anak GBKP terpenuhi, seluruh potensi hidupnya berkembang optimal, memiliki spiritualitas dan pengenalan akan TUHAN yang kuat, sehingga tumbuh menjadi manusia dan generasi GBKP yang berintegritas, berani bersaksi, setia dengan panggilan hidupnya serta bangga dengan identitasnya sebagai orang Kristen dan orang Karo.’

Rumusan visi di atas tentulah sangat menarik. Sebagai “gereja suku” (Karo), bukankah hebat jika menyadari pentingnya membangun identitas anak-anak sebagai orang Kristen dan orang Karo? Yah, yang nampak hebat ini ternyata bagi peserta lokakarya 7-10 April 2016 menimbulkan masalah yang serius.

Ketika diajak me-review rumusan visi, peserta terbelah menjadi dua. Yang sebagian meng-iya-kan rumusan itu sebagai selaras dengan cita-cita mereka sebagai orang dan gereja Karo. Sementara sebagian peserta lainnya keberatan dengan rumusan itu. Sebab, menurut mereka, saat ini warga jemaat GBKP bukan hanya orang Karo. ‘Bagaimana mereka bangga dengan identitasnya sebagai orang Karo, sementara mereka bukan orang Karo?’ – begitulah penjelasan mereka.

Sekalipun lokakarya pada akhirnya menemukan jalan tengah, tetapi diskusi dalam lokakarya itu memberi petunjuk bahwa persoalan hubungan antara ke-GBKP-an dengan ke-Karo-an memerlukan perhatian serius agar GBKP selalu mampu berada pada posisi strategisnya sebagai gereja. Dalam Pembukaan, Tata Gereja GBKP 2015- 2025, butir [4] menyebutkan ‘GBKP hidup dan melayani dalam konteks budaya Karo, … Dalam konteks tersebut, GBKP terus menerus melakukan pergumulan teologis terhadap budaya Karo secara kritis dan dinamis sehingga GBKP dapat menyatakan dirinya sebagai gereja Kristen yang melaksanakan misinya.’

Saya yakin bahwa yang sedang mengalami perubahan bukan hanya dunia di sekitar GBKP, tetapi juga GBKP dan budaya Karo sendiri. Maka, bagi siapa saja, pernyataan dalam Tata Gereja GBKP yang termuat dalam Pembukaan, butir [4] akan membantu kita melihat gereja (GBKP) yang hidup penuh gairah, semangat dan harapan. Karena perubahan dipahami sebagai energi kehidupan. Gereja benar-benar – atau paling tidak – sadar bahwa dirinya adalah subyek kehidupan, subyek sejarah. Dalam perenungan, kemudian, saya bertanya kepada gereja yang saya cintai, GKSBS. Saya merasa saudara-saudari saya di GBKP lebih beruntung.

GKSBS dibangun dari situasi korban. GKSBS dibangun dari proses transmigrasi (dan kolonisasi). Transmigrasi dan kolonisasi adalah sejarah orang-orang yang kalah. Kaum transmigran adalah masyarakat yang dimobilisir (pasif) oleh sebuah kekuatan yang disebut dengan “pembangunan”. Kaum transmigran adalah obyek dari proses perubahan sosial yang disebut dengan pembangunan – yang dijalankan dengan penuh kuasa oleh tangan-tangan negara. Maka tidak heran jika dalam jangka yang sangat panjang, mentalitas yang terbangun di kalangan warga GKSBS adalah mentalitas obyek. Bukan subyek. Apalagi jika diperhadapkan oleh perlakuan dari para penduduk asli yang memperlakukan kaum transmigran sebagai pendatang dan penumpang di tanah orang. Kaum tarnsmigran dan kolonis adalah orang yang dicabut dari akar sosial dan budayanya. Masih lumayan bagi yang “bedol desa”. Bagi yang tidak “bedol desa” harus berjuang membangun masyarakat baru dari proses interaksi segi banyak yang sangat rumit.

Kondisi campur baur (keragaman yang multi segi) ini pada satu sisi menjadikan kaum transmigran memiliki kemampuan menghargai keragaman. Tetapi pada sisi yang lain rasa sakit yang mengendap di alam bawah sadar – juga – menghasilkan kegilaan tersendiri terhadap kesatuan dan keseragaman. Kegilaan terhadap kesatuan atau keseragaman ini – sampai-sampai – memberi kesan bahwa kaum transmigran anti terhadap keragaman. Pun juga sebaliknya, kegilaan terhadap keragaman – sampai-sampai – memberi kesan bahwa kaum transmigran anti terhadap kesatuan dan keseragaman.

Sebagai masyarakat baru, masyarakat transmigran jauh dari kata ‘mapan’ sebagaimana yang terjadi dan dialami oleh masyarakat Karo. Kolonisasi dimulai 1905. Sedang kolonisasi yang kelak menjadi basis pembentukan jemaat GKSBS, yakni di Metro, Tugu Mulyo dan Belitang dibuka sekitaran 1935. Sampai dengan tahun 1980-an kehidupan kaum transmigran pada umumnya cukup berat. Hanya daerah-daerah transmigrasi ber-irigasi teknis relatif makmur. Tetapi ketika harga gabah rendah, petani yang bisa panen padi melimpah tidak bisa menikmati surplus secara berarti. Di kalangan jemaat GKSBS, “kebangkitan ekonomi” nampak setelah tahun 2000, ketika produk-produk petani mendapatkan harga yang layak di pasar. Bagi kebanyakan jemaat, kesulitan keuangan sebagaimana yang dialami sebelumnya, sejak tahun 2000 tidak terasakan lagi. Saat ini banyak gedung gereja dibangun dengan megah. Kebutuhan akan tenaga pendeta sudah terpenuhi semua.

Pada tahun 1996 GKSBS mengalami tahapan konsolidasi penting, dimana pada saat itu GKSBS berhasil membuat dan mengesahkan Tata Gereja sendiri – yang dalam banyak hal berbeda dengan GKJ. Dan pada 2015 GKSBS melakukan perombakan radikal atas Tata Gereja yang ada. Dan perombakan yang radikal ini – nampaknya – tidak akan dikelola secara efektif. Sidang Sinode yang mengesahkan Tata Gereja terakhir tidak memberikan arahan yang jelas mengenai cara mengelola perubahan yang sedang terjadi. Sementara MPS GKSBS terpilih hanya cenderung berjalan asal jalan. Tanpa greget, visi dan strategi yang jelas.

Momentum-momentum kelahiran Tata Gereja yang terjadi di GKSBS memperlihatkan bahwa GKSBS saat ini masih berada pada tahapan konsolidasi. Fenomena trial and error masih terus berlangsung. Jadi, masih jauh dibandingkan dengan masyarakat GBKP di Tanah Karo yang sudah mapan sejak ratusan atau ribuan tahun yang lalu. Tetapi, masyarakat yang masih dalam proses konsolidasi ini sudah harus menghadapi tantangan dan gempuran yang sama dengan yang dialami oleh masyarakat GBKP di Tanah Karo, yakni  keragaman dan perubahan yang tidak pernah dicegah lajunya.

Memang, sejak awal realitas transmigrasi adalah keragaman. Tetapi bagi GKSBS keragaman itu hanya terjadi di kalangan warga jemaat. Tidak dikalangan pendeta jemaat. Tetapi menjelang tahun 2000, GKSBS mulai memiliki pendeta yang bukan dari etnis Jawa. Saat ini jumlah pendeta yang bukan etnis Jawa sudah mencapai 23%. Pun demikian, proporsi warga jemaat non Jawa juga semakin banyak. Bahwa seperti yang terjadi di GKSBS Batanghari, Jambi, proporsi warga jemaat etnis Jawa sangat sedikit jika dibandingkan dengan proporsi etnis lainnya. Jadi, pluralitas telah menjadi realitas yang abadi bagi GKSBS. Tetapi apakah kesadaran ini telah sungguh-sungguh berkembang di kalangan pimpinan/pelayan jemaat GKSBS?

Secara retoris, kesadaran terhadap realitas plural ini sudah berkembang. Dokumen-dokumen GKSBS dipenuhi oleh istilah-istilah ‘pluralitas’, ‘multi-kultural’, dlsb. Tetapi pada praktek penyelenggaraan gereja para pemimpin/pelayan GKSBS cenderung alergi terhadap keragaman. Semangat pluralitas cenderung hanya dimaknai soal bagaimana pihak lain seharusnya memperlakukan GKSBS – yang berbeda dari masyarakat umumnya. Tetapi tidak sungguh-sungguh menjadikan nilai-nilai pluralitas itu menghidupi dirinya, sehingga GKSBS akan menjadi komunitas yang dihidupi oleh nilai dan semangat pluralis. Dan dengan sendirinya GKSBS menjadi Injil (Kabar Baik) bagi masyarakat yang semakin plural ini. Sampai sejauh ini – nampaknya – GKSBS masih terpenjara dalam “mentalitas korban” yang cenderung hanya minta diberi belas kasihan. Bukan subyek yang mampu membawa Injil dan mentransformasikan kerinduannya sendiri menjadi kerinduan masyarakat besar yang kepadanya Tuhan mengutus GKSBS.

 

Silahkan baca yang lain...

Silahkan dibagikanShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePrint this page

Discussion

No comments yet.

Post a comment

*

Related Post

  • Bersahabat Dengan Sampah | SINODE GKSBS […] untuk bank sampah lihat Artikel 14 Maret
  • Liturgi HPII/HPKD 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • dea Syalom , saya dea . Pengumuman seleksi akhir beasi
  • dina widya indraswari syalom saya mau tanya apakah pendaftran beasiswa m
  • dina widya indraswari syalom, mau tanya apakah pendaftaran beasiswa untu
  • njoo mau tanya untuk beasiswa sekolah teologi masih ada
  • Alfrido Shalom, saya mau bertanya. Apakah beasiswa YBO ini
  • Eko Nugroho Doaku ; Semoga Gereja anugerah Tuhan ini tetap sat
  • Febri shalom,maaf saya mau tanya, kenapa formulirnya tid
  • Terbitan Sinode Semester I Tahun 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • Janet Jessica Audini Shalom. saya mau nanya, setelah mengisi brosur bea
  • CHRISTIAN SUTRISNO Trim's.
  • Eko Nugroho Sebelumnya, terimakasih atas responnya. Sebenarny
  • Yeru Endies Salam sejahtera... Maaf mau tanya tentang G-AKSI
  • sugianto pelayanan nyata yang luar biasa. selamat berkarya.
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, mohon bantuannya mengenai Rancangan
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, karena menurut saya, masalah saya i
  • admin mengapa dihapus? menurut saya biarkan saja.toh bis
  • Swisby Simanjuntak dear admin, Mohon untuk bantuan, apakah sudah b
  • admin terimakasih, sudah ada perbaikan
  • Eko Puji Cahyono Hanya memberikan Info, tlong nama Pnt. Edi Sukarno
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko, Terima kasih banyak buat s
  • Eko Nugroho Bpk Swisby Simanjuntak yang terkasih, Kami meng
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, Terima kasih banya
  • Eko Nugroho Bpk,Swisby Simanjuntak TErimakasih telah berbagi
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, S.Si, Mohon bantua
  • Pelangi Cake Halo Pak, sepertinya file yang ada tidak bisa diun
  • Ruly Chesia Purba syalom min, nama saya Ruly Chesia Purba, dari kota
  • Lendius wanimbo gbu
  • rahayu daniel Kepada yang terkasih PDT. SRI YULIANA, M.TH, Se
  • rahayu daniel setelah daniel membaca perjalanan kehidupan keluar
  • admin tunggu saja tahun 2016. ini sudah melewati batas.
  • ruth hutabarat Syalom min. mau nanyak, pengumuman beasiswa ybo ny
  • candra Syalom Dengan hormat perkenalkan nama saya Haris,
  • chatty mintje syaloom... Kami telah mengirimkan format isian un
  • thio syalom.. sya ingin bertanya dimana sya bisa liat
  • harjanto sepertinya persyaratanya sudah disampaikan di bros
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • VISTA LUSEN syalom,, saya ingin bertanya .. apakah akredita
  • why di sudut-sudut hati semua manusia ada satu harapan
  • ankgoro Om admin, Foto yang pertama apa gak salah pilih?
  • ankgoro Kegiatannya bagus, tapi kenapa hanya UU Desa? Ap
  • Bonik Mandala Syalom .. saya bonik mandala dari Universitas kri
  • vivi ini beneran kan?
  • rita yurdina salam,pak saya mau nxa,beasiswa ne bsa diikuti lul
  • agus Politik Gereja itu seperti apa ya pak?
  • mesak meha rangga syalom bapak/ibu, saya Mesak mahasiswa bahasa Ingg
  • mesak meha rangga apakah masih bisa saya mendaftar beasiswa ini
  • Susi Eka Pakpahan Shalom Ibu/Bapak.. Sya S1 PAK dari STT Paulus Meda
  • asnita panjaitan syalom... Ibu/Bapak... kemaren saya telah mengir
  • Yorita Ari Syalom... Bapak/Ibu apakh syarat beasiswa telah ki
  • cyauni Syalom... saya cyauni dari Medan, saya kuliah di
  • yustus sakan Salom..saya Yustus Sakan asal Soe-NTT, sekarang sa
  • Oktaviani Puspita Sari Syalom, Sya Oktaviai puspita sari, dari lmpung ua
  • fany pangaribuan shalom, maaf mas saya mau tanya saya mahasiswa an
  • Admin Terimakasih bung Ferry. tapi perlu kami informasik
  • Ferry syalom...salam dalam kasih KRISTUS saya sangat be
  • Ferry syalom....saya sudah krim formulir yang dari YBO k
  • Bunga Ria Yuliana Siahaan syalom pak, saya bunga ria yuliana siahaan dari U
  • Yonas Meti, SE Syallom... kapan akan dibuka kembali pendaftaran
  • Marin Toding K Syalom.. Saya dari GT Tiatira Makassar , sekarang
  • media informasi GKSBS kami sudah menerima informasi dari YBO, silahkan d
  • media informasi GKSBS terimakasih. silahkan dipelajari brosurnya. itu la
  • aldeya veronica Maaf ..untuk tahun 2014..saya mohon informasi beas
  • Dwi Safitri Syalom,sy dari GKSBS Gunung Pasir Jaya,sy kuliah d
  • palaguna lumban gao syaloom saya palaguna lumban gaol,mahasiswa yang
  • palaguna lumbangaol syalom,,,salam damai buat kita semua sblomnya say
  • Ine Abrahams Kalau saya di ambon, darimana dapatkan formulirnya
  • Julius Sugarjanto Departemen apakah yang meng-"cover" nila
  • adista wikana syoom admin... info selanjut nya kapan yaaa sete
  • Eko Nugroho Panitia sudah menghubungi beliau secara langsung v
  • Totok Wiryasaputra Kalau boleh memberi informasi secara jujur, memang
  • Harold JD Waas Syaloom, Saya mahasiswa program Pasca Sarjana (S3
  • nico menghadirkan Pdt. Prof.Dr. Mesach Krisetya? apa ga
  • Adi Purwantoro N Syallom, Bp/Ibu, saya mau tanya apakah ada progra
  • Alfred Ruben Gordon Ta'ek Selamat bagi para peserta yang dapat mengikuti wor
  • Work Plan Juli-Sept 2013 & Raker panitia Ad Hoc Tata Gereja | gksbs [...] Download [...]
  • Martin Syallom. Saya martin, sebagai mahasiswa teologi UK
  • admin Mohon maaf, kami tidak memiliki keterangan yang cu
  • Edward syahlom admin, saya mau nanya ni seputar beasisw
  • Terbitan Sinode Semester II tahun 2013 | gksbs [...] Download [...]
  • Martha Hutabarat Syalom , saya sudah mendapat form formulir , smua
  • desi hutabarat syalom. saya kuliah di universitas HKBP Nommensen
  • Niyoga saya sudah mengirimkan form via pos, kira2 kapan p
  • Ni Putu Prayoni Roshita Saya sudah kirim permohonannya, kapan formulirnya
  • Roni untuk perkenalan awal (seperti berkirim surat, pro
  • sopie syalom saya sudah mengirim formulir permohonannya
  • Achonk Wooowww...Hebat GKSBS dah punya pendeta khusus utk
  • samuel Archie Spinoza mantap... selamat ulang tahun sumberhadi
  • admin Buat teman-teman yang sudah memperhatikan informas
  • sita syalom admin apakah yang mengkuti beasiswa ini
  • benni josapat nababan salam sejahterah, bapak/ Ibu, saya ingin bertany
  • eko nugroho Seorang yang bernama, Dalijo, orang desa, ketika m
  • Kristanto Budiprabowo Ini berita yang menyenangkan dan membawa pengharap
  • victor agustian barcelo untuk informasi dari pihak GPIB blum jelas,,,, ap
  • dwi hosanna syalom.. sy sdh mengirimkan formulir permohonan. s
  • Livia Priscila Syalom. pengiriman surat permohonannya melalui ka
  • Admin bisa.. silahkan datang ke kantor sinode.
  • sopiyanna syalom pak saya masih bisa ambil formulirnya gk?
  • admin Untuk formulir permohonan hasil scanning sudah bis
  • Admin Formulir YBO memang langsung dikirimkan ke Sinode-
  • victor agustian barcelo domisili saya skarang d kota padang pak/bu,,, say
  • Admin syalom mas Victor, kalo boleh kami tahu domisili s
  • victor agustian barcelo syalom pak/bu saya mau tanya bagaimana cara menda
  • admin Terimakasih sudah menghubungi. Karena ini adalah p
  • novie syalom.. kalau bukan anggota gksbs darimana menda
  • sugianto luar biasa. refleksi yang sangat cerdas dan jernih
  • citra purba thn 2013 untuk wilayah Pekanbaru udah ada formulir
  • tatok Ini peristiwa besar yang patut disyukuri oleh selu
  • sri yuliana Mengapresiasi kegiatan ini. Sangat baik bagi para
  • Anggoro Yth, MPS GKSBS & Panitia Ad Hock 1. Setelah
  • etha sagala formulir biasanya bulan feb, bu..
  • Piaf Sudah terlaksana dengan baik. pada diskusi kemarin
  • Endro Wiyono, S. Th mohon diterbitkan buku panduan PA untuk Ibu-Ibu ka
  • Totok S. Wiryasaputra Gereja memang bukan lembaga politik dan tidak perl
  • kristiawan heru terima kasih Pak Tatok, nanti kita akan pelajari h
  • tatok Ini ide yang sangat cemerlang. Setelahbicara Polit
  • Rusman Setuju juga dgn pendapat Pak Bambang, tapi lebih s
  • Admin Setahu saya, beasiswa YBO itu yang mengadakan Yaya
  • Totok S. Wiryasaputra 1. Perceraian bukan sesuatu yang kita harapkan. Ge
  • BUNGA RIA Bukan pak, saya dari Pekanbaru pak, o ya pak, say
  • bambang suseto tergantung siapa yang menilai(mungkin belum bagi m
  • bambang suseto Saya bersukur apabila Gereja dengan tegas masih me
  • sri yuliana Poin penting yang perlu dicermati dalam diskusi po
  • bambang suseto Dalam hal ini saya cocok dg Mas Tatok, Pandangan y
  • tatok Semoga dibaca oleh para pelayan dan pemegang kekua
  • tatok Berpolitik adalah menentukan sebuah pilihan. Ketik
  • Prapto Buku-bukunya hanya untuk BPK Gunung Mulia saja ya?
  • Totok S. Wiryasaputra Saya dapat dihubungi melalui email twiryasaputra@y
  • Totok S. Wiryasaputra Perkenankanlah saya ingin memperkenalkan diri. Say
  • Anto Salam Damai Sejahtera bagi Kita semua, Amin. seben
  • Anto salam Damai Sejahtera Bagi kita semua, Saya orang
  • bambang suseto sangat memalukan ( itu yang ada dalam benak saya )
  • Anggoro Pak Kris yth, Salam kenal & salam hormat, say
  • trismartono Mas Anggoro,(yg mana ya?,maaf karena tdk ada perke
  • agus m mantap.................deh...maju terus...........
  • agus m Mak Comblang................wah...senang sekali de
  • Prapto Komitmenya kok seperti Pokok Ajaran ya.. Tidak usa
  • david bersama kita bisa bercerai kawin lagi? tapi opo
  • why iyo yo..... Why................Why..............W
  • Henriette Antara Metro dan Bandar Lampung. Terkadang kami bu
  • Prapto lokasinya dimana itu? dan apakah ini bagian dari p
  • nicorius selayang pandang, saya melihat fenomena yg telah b
  • kristia ' keterebukaan adalah awal dari pemulihan �
  • sugianto lanjutkan. GBU. salam semangat, om gie
  • nina Shalom, Puji Tuhan, Camp Wanita Bijak terlah be
  • alib bagus - bagus. Saya punya niat mau panggil pendeta
  • Prapto Apakah juga difasilitasi tentang macam-macam keker
  • Surahmat Hadi PENJELASAN SINGKAT ALASAN PENAHBISAN SDR.SUGIANTO,
  • Surahmat Hadi II. SEJARAH SINGKAT GKSBS SUMBERHADI GKSBS Sum
  • Prapto Pak... kok justru hasil diskusi panel ga dicantumk
  • Surahmat Hadi AKU ADALAH AKU Kalau kupikir-pikir terasa aneh
  • Surahmat Hadi Cerita Yakub Namaku Yakub. Ayahku yang memberik
  • sugianto semua: makasih telah membaca dan memberi komentar.
  • yunius irwanto ...perjuangan kita adalah mewartakan kasih dan keb
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Memberitakan sebuah perjuangan kasih, penerimaan p
  • kristiawan heru 3 peran fungsi pemimpin yang pak Gie sampaikan men
  • kus aprianto Sebenarnya partikular tidak ada jika tidak ada uni
  • kus aprianto Paragraf terakhir itu sebenarnya yang diubah dari
  • naomi maria saya mengerti dan bisa menerima tulisan ini. hanya
  • sri yuliana ibu Naomi yang baik, Terima kasih atas komentar
  • naomi maria saya memahami tulisan ini. hanya satu yang tidak b
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Ya gampang tha.... Judulnya: Meski tak direstui M
  • Admin Sebentar... saya jelaskan. sampai sejauh ini say
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo hehehe.... kok aneh komentarnya? Bisa dijelaska
  • sri yuliana Menanggapi komentar dari Pdt. Kristanto, dan bukan
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Tulisan yang menarik dan perlu direfleksikan oleh
  • Giovany Heny Hehanussa saya Giovany Heny Hehanusssa, mau tanya apakah pen
  • agus meski terlambat diucapkan selamat lah ya bu.......
  • agus saya sebagai yang masih muda dan baru belajar ber
  • trismartono BENARKAH GKSBS DIBANGUN OLEH TUHAN YESUS?? Bapak-
  • Totok TS Salam kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kris
  • Christya Salam persaudaraan. Rekan-rekanku sepelayanan,
  • yunius irwanto slamat atas pengutusan nya bu pdt...kupasan yg men
  • yunius irwanto jika memang sangat diperlukan sepertinya perlu dip
  • Totok TS Sobat-sobatku yang saya cintai, hai semuanya salam
  • admin (catatan admin : saya memindahkan komen dari Pak C
  • Christya Yth. rekan-rekan dalam Rumah Bersama, Sungguh
  • Pdt Erik Berhubung saat ini tidak ada lagi yang mengisi dis
  • Surahmat Hadi Menjelaskan yang dimaksud oleh Pdt.Christyo, menge
  • sri yuliana Nah, sekarang bagaimana dengan nasib Tim TG/Paniti
  • Kristanto Budiprabowo Saudara-saudara para pecinta web GKSBS, Seperti
  • Dermina Naibaho ya...ya....mohon dipertimbangkan
  • Liskha Susandra Pabendan , SE Syalom Pengurus, Apa kabar semua , masih ingat
  • yunius irwanto pak Pdt. Christya, saya pun ketika berada dalam pe
  • wahyu kristiono saya senang membaca komentar komentar di atas...ya
  • Kristanto Budiprabowo sekali lagi trimakasih pak Sekum atas penjelasan y
  • Christya Selamat siang kawan-kawan. Supaya ruangan ini b
  • Anggoro GKSBS rumah bersama bukan rumah pribadi
  • Anggoro Yth MPS, saya adalah jemaat GKSBS yang tidak m
  • Feri Nugroho Salam kasih dalam Kristus, Terkejut saya menerima
  • Kristanto Budiprabowo Mula-mula saya mau no comment aja disini, karena i
  • setyo proses yg puanjang dan melelahkan. salut. semoga d
  • Kristanto Budiprabowo NO COMMENT .......................................
  • SUWAJI 1. TERIMA KASIH ATAS KERJA KERAS TIM AMANDEMEN TAG
  • merri ginting syalom... kalo beasiswa S2 untuk tahun 2012 ini m
  • Bambang setiyono Shalom....bos admin maaf ya saya mau tanya ni,,,be
  • pnt Bambang setiyono ya....smoga gksbs berubah dan BERBUAH
  • admin Anggie, tidak bisa. dan sekarang batas akhir penye
  • Anggie Anggraeny Shalom .. apa beasiswa YBO bisa dibuat untuk si
  • Bambang setiyono Saya sangat senang mengikuti seminar ini,semoga ap
  • admin Terimakasih Bunga Ria. Anda dari Bangka Belitung??
  • BUNGA RIA YULIANA SIAHAAN i want to get you ybo
  • admin Anda bisa download brosur. semua keterangan sudah
  • Kenia saya masih boleh mengirim formulir pendaftarannya?
  • Achonk setiap ada keinginan untuk mencapai suatu keadaan
  • sugianto bagus. dan akan semakin bagus jika kita sudah meng
  • Alfred Pemberian yang diharapkan tidak semata-mata harus
  • priskylla shaloom,, saya sebagai jemaat GBI Sukawarna Bandu
  • admin itu bisa di download langsung kok.
  • JeNi syalom... boleh kirim formulirnya via email tdk?
  • Anggie Anggraeny Shalom .. Formulirnya bisa diambil dimana ya, s
  • elfi syalom pak, formulirnya tidak bisa di download. b
  • admin Siwi, coba saja kirim formulir. nanti kan akan ada
  • Chriscahyani saya mau tanya, apakah bisa yang program studi nya
  • admin Selamat siang Mas Budi, formulir ada di kantor sin
  • Budi Santoso Syalom... nama saya Budi Santoso. Maaf pak mau ta
  • admin Mendengarkan cerita dari mereka berdua seperti men
  • tatok RUMAH BERSAMA "(Aku) Tak punya rumah, namun
  • admin Siapa tuh???
  • tatok bisakah dicantumkan photographernya??
  • pdt. tatok trimakasih atas informasi yang menarik mengenai pe
  • bambang sumanto Kiranya harus dipikirkan bersama tentang pergumula
  • kristanto budiprabowo Malam ini muncul ide baru bahwa perlu dipikirkan m
  • teci triangka m Syalom...... Salam sejahtera dlm Kasih Kristus...
  • sugianto ide yang bagus, yang bisa menginspirasi agar kita
  • sugianto laporan yang sangat baik. sangat baik jika para pi
  • pendeta tatok terimakasih atas tulisan yang sangat evaluatif, kr
  • tatok laporan perjalanan yang sangat menyenangkan. Aku j
  • admin Betul Pak Tatok.... aku seneng dengan istilah &quo
  • tatok Senang mendengar teman-teman bisa mengikuti traini
  • Agus Miswanto maksih banget tulisannya dapat menjadi wacana dan
  • Fajar Wah tulisannya bagus penuh inspirasi.. (GKSBS Jamb
  • Ruswanto Bagus tulisan Saudara kiranya dapat meng-inspirasi
  • Ruswanto Bagus tulisannya kiranya meng-inspirasi Jemaat se
  • pdt. tatok trimakasih atas tulisan yang sangat kontekstual de
  • budi gimana kalau ada pemimpin yang udelnya "bodon
  • pdt. tatok sebuah faith-based organisation di era globalisasi
  • sugianto ada juga pemimpin yang tidak punya udel. jadi dia
  • Pnt Alib sip..tapi juga perlu gksbs renungkan bahwa pendeta
  • pdt. tatok sebuah pemikiran yang sangat menarik hasil dari se
  • pdt. tatok Selamat untuk semua kawan yang sedang melaksanakan
  • admin Sdr. Susi yang baik menikmati video di internet me
  • susi shalom.Sy susi dr GKSBS bengkulu (GKSBS Kurotidur)
  • tak ada nama tak ada rupa terima kasih sudah di up load di GKSBS.ORg. Mudaha
  • Alfred Terima kasih kepada MPS GKSBS melalui Staff Kantor
  • Solichin Daniel Sampai saat ini saya masih dan tetap berstatus pen