Dari Anda

Berharap Pada RUMAH BERSAMA – Refleksi HUT ke-29 GKSBS

capture2Di Ultah ke 29 ini GKSBS berada pada situasi krisis yang penting. Krisis ini terkait dengan perubahan yang terjadi pasca Sidang XI Sinode GKSBS 2015 yang lalu. Perubahan yang paling signifikan adalah disepakatinya ‘rumah bersama’ sebagai eklesiologi GKSBS. Perubahan eklesilogi ini telah digunakan secara praktis sebagai landasan atas Tata Gereja GKSBS yang baru.

Namun harus disadari bahwa perubahan eklesiologi beserta dengan Tata Gereja GKSBS yang disahkan dalam Sidang XI Sinode GKSBS belum cukup dipahami di kalangan warga jemaat. Hal ini nampak dari berkembangnya sikap resisten, baik terhadap eklesiologi ‘rumah bersama’ maupun terhadap Tata Gereja GKSBS yang dibangun di atasnya.

Berkembangnya sikap resisten di kalangan warga jemaat dan jemaat, baik terhadap eklesiologi ‘rumah bersama’ dan Tata Gereja GKSBS yang dibangun di atasnya, jika tidak ditanggapi dengan benar, tidak menutup kemungkinan akan berkembang dan bukan saja mengancam eklesiologi ‘rumah bersama’ dan Tata Gereja GKSBS, melainkan juga bisa mengancam GKSBS secara keseluruhan.

Dalam menyambut HUT GKSBS ke 29 ini, saya ingin menyampaikan pokok-pokok pikiran yang berkaitan dengan usaha memperkokoh Rumah Bersama, yakni: ‘rumah bersama’; Tata Gereja dan Kepemimpinan di GKSBS.

 

Rumah Bersama

Dalam Pembukaan Tata Gereja GKSBS yang disahkan dalam Sidang XI Sinode GKSBS 2015 yang lalu di sebutkan bahwa pengalaman sebagai transmigran diyakini sebagai pengalaman iman. Bukan hanya peristiwa sosiologi semata.

Melalui pengalaman sebagai transmigran, warga GKSBS menemukan nilai-nilai penting yang menghidupkan dan diyakini sebagai bentuk penyertaan Tuhan. Nilai-nilai kehidupan yang ditemukan oleh perjumpaan dengan sesama di daerah baru itu adalah: penghargaan; penerimaan dan persaudaraan. Nilai-nilai ini kemudian mengkristal menjadi sebuah kesadaran bahwa kehidupan ini adalah ‘rumah bersama’. Dan ketika gereja (GKSBS) dipahami sebagai pewarta kehidupan (lawan dari kematian) dan sebagai gambaran akan komunitas (masyarakat) yang paling ideal, maka para transmigran mengidealkan bahwa gereja (GKSBS) adalah Rumah Bersama.

Rumah Bersama merupakan tempat di mana semua orang, apa pun agama, suku, jenis kelamin, status sosial, orientasi seksual, pilihan politik, warna kulit dapat mengada secara bersama-sama dengan damai dan aman. Rumah Bersama adalah sebuah tempat di mana semua orang dapat diterima tanpa harus dipermasalahkan mengenai masa lalu dan cita-citanya. Rumah Bersama adalah sebuah tempat di mana semua orang merasa diterima, dihargai dan didukung untuk mengembangkan potensi dirinya. Rumah Bersama adalah sebuah arena di mana semua orang memiliki ruang yang seluas-luasnya untuk berpartisipasi dan berkontribusi untuk kehidupan bersama. Tidak ada monopoli atas ruang dan pemaknaan hidup. Itulah sebabnya, dalam eklesiologi ‘rumah bersama’ sangat ditekankan kesetaraan. Dan dalam perspektif ‘rumah bersama’, gereja dipahami sebagai satu kesatuan yang utuh, tidak ada sekat dan tidak ada kutub. Jemaat, klasis dan sinode dipahami sebagai satu kesatuan dari wujud gereja. Tidak ada polaritas antara jemaat-klasis maupun jemaat-sinode. Dalam kerangka pemahaman ‘rumah bersama’, gereja adalah milik semua orang. Maka aspek musyawarah menjadi penting sebagai wadah dan mekanisme pengambilan keputusan.

“Musuh” terbesar ‘rumah bersama’adalah sikap eksklusif dan tertutup. Maka gagasan yang diwariskan dari pikiran Barat bahwa gereja sebagai sebuah komunitas tertutup sebagaimana pernah diperjuangkan oleh gereja-gereja di Barat, dinegasikan oleh ‘rumah bersama’. Dalil kesucian gereja sebagaimana di-ekspor oleh pikiran Barat, dimaknai secara baru dalam ‘rumah bersama’. Dalam ‘rumah bersama’, kesucian gereja lebih dipahami bahwa kehidupan benar-benar dihormati. Jika gereja warisan Barat menjaga kesucian gereja dengan cara menyingkirkan elemen-elemen yang “kotor” dari gereja, maka ‘rumah bersama’ menjaga kesucian gereja dengan cara menerima, merangkul dan memberi ruang yang seluas-luasnya bagi elemen yang “kotor” untuk tetap menjadi bagian dari gereja. Gereja disebut suci karena gereja menjaga kehidupan. Tidak ada hukuman atau pembalasan. Sebab – dalam ‘rumah bersama’ – pembalasan benar-benar disadari sebagai hak mutlak Tuhan. Dalam’rumah bersama’, semua bentuk ajaran dan tindakan yang merendahkan martabat manusia ditiadakan. Dalam ‘rumah bersama’, gereja menjadi suci karena memuliakan kehidupan. Maka menjadi sangat signifikan ketika menyambut peringatan ulang tahun ke 29, sebagaimana disampaikan via broadcast sms, Majelis Pimpinan Sinode GKSBS mengajak warga GKSBS untuk memuliakan dan mencintai kehidupan, serta menumbuhkan semangat anti kekerasan melalui aksi dan refleksi.

 

Perihal Tata Gereja

Sebagai sarana untuk menata dan menyelenggarakan organisasi, Tata Gereja GKSBS yang disahkan dalam Sidang XI Sinode GKSBS masih penuh dengan “lobang-lobang”.

Adanya “lobang-lobang” itu yang menyebabkan beberapa jemaat menyatakan tidak mau menerima atau tidak mau mempergunakan Tata Gereja GKSBS yang disahkan pada Sidang XI Sinode GKSBS.

Tanpa harus menyibukan diri pada penyebab adanya “lobang-lobang”, harus diakui bahwa Tata Gereja GKSBS hasil Sidang XI masih belum mampu menerapkan nilai-nilai ‘rumah bersama’ secara totalitas dan paripurna. Oleh karena itu menjadi sangat penting bagi Majelis Pimpinan Sinode GKSBS untuk segera menciptakan mekanisme penyempurnaan dengan cara-cara yang selaras dengan semangat ‘rumah bersama’. Sikap Majelis Pimpinan Sinode GKSBS yang acuh tak acuh dengan dinamika penyikapan Tata Gereja hasil Sidang XI tidak mencerminkan semangat ‘rumah bersama’.

Tata Gereja yang ada bukan hanya perlu disosialisasikan. Tetapi perlu untuk sempurnakan. Sikap seolah-olah Tata Gereja yang ada sudah final merupakan pengingkaran terhadap semangat ‘rumah bersama’. Sebab, sebagaimana hukum kehidupan, bahwa kehidupan tidak pernah final. Berkembang, terbuka adalah ciri-ciri dasar dari kehidupan.

Memang, revisi terus-menerus atas Tata Gereja bisa membingungkan. Maka yang dibutuhkan adalah mekanisme revisi yang memungkinkan dinamikan penyikapan atas Tata Gereja yang ada membuat nilai-nilai ‘rumah bersama’ menjadi semakin teraktualisasi secara matang.

Dalam Tata Gereja GKSBS hasil Sidang XI Sinode GKSBS sudah diatur mekanisme perubahan Tata Gereja. Dengan mempertimbangkan bahwa Tata Gereja yang ada saat ini memuat perubahan gagasan yang sangat radikal (mendasar), sementara banyak pihak, termasuk personil anggota MPS GKSBS belum sepenuhnya paham dan sadar atas adanya perubahan-perubahan mendasar itu, maka sebaiknya MPS GKSBS melakukan langkah-langkah ekstra untuk mengakomodir sikap resisten yang sudah berkembang di kalangan jemaat.

Mekanisme perubahan atas Tata Gereja sebagaimana tertuang dalam halaman 13 belum memberikan gambaran mengenai pembangunan partisipasi yang bersifat substantif dan berkualitas. Masih normatif sekali. Perubahan dilakukan hanya dilakukan melalui mekanisme rapat (MMK dan MMS). Padahal kita semua tahu bahwa ruang kajian dan partisipasi yang tersedia dalam MMK maupun MMS sangatlah terbatas. Apalagi jika MMK dan MMS masih menggunakan mekanisme yang tradisional sebagaimana biasanya.

 

Peran Kepemimpinan

Salah satu perubahan penting pasca Sidang XI adalah bahwa MPK yang sebelumnya merupakan singkatan dari Majelis Pekerja Klasis dan MPS sebagai Majelis Pekerja Sinode menjadi Majelis Pimpinan Klasis dan Majelis Pimpinan Sinode. Lalu di tingkat jemaat diadakan kelembagaan baru bernama Majelis Pimpinan Jemaat – yang disingkat MPJ.

Sekalipun tidak ada penjelasan mengenai alasan perubahan itu, tetapi bisa diduga bahwa para perancang Tata Gereja ingin menekankan peran dan fungsi kepemimpinan pada lembaga MPK dan MPS. Barangkali selama ini peran kepemimpinan itu kurang dirasakan.

Sebagaimana ditekankan di berbagai bagian, bahwa kepemimpinan dalam GKSBS sebagai ‘rumah bersama’ bersifat kolektif atau kebersamaan. Tetapi sangat disayangkan bahwa dalam penjelasannya di ayat-ayat, peran dan fungsi kepemimpinan itu justru sangat minim. Yang ditekankan justru peran dan fungsi manajerial. Mungkin para perancang Tata Gereja belum fasih membedakan antara fungsi kepemimpinan dengan fungsi manajerial.

Tetapi jika diperhatikan cara Majelis Pimpinan Sinode mengorganisasikan diri – yang lebih memahami diri sebagai lembaga eksekutor program, maka menjadi jelas bahwa personil MPS GKSBS yang ada saat ini juga cenderung memahami diri sebagai eksekutif atau eksekutor program, bukan pemimpin. Hal ini nampak pada dua hal, yakni: agenda rapat MPS dan pengorganisasian MPS GKSBS.

Sampai sejauh ini MPS GKSBS belum menghasilkan keputusan-keputusan yang sifatnya strategis. Rapat MPS GKSBS hanya membahas kasus-kasus dan hal-hal yang sifatnya teknis. Misalnya, sampai dengan saat ini jemaat-jemaat GKSBS belum mengetahui strategi pemberdayaan kelompok-kelompok kategorial di lingkungan GKSBS. Lebih menyedihkan lagi ketika anggota MPS GKSBS menyampaikan di depan pertemuan kaum perempuan di sebuah klasis bahwa MPS GKSBS yang sekarang berbeda dengan MPS GKSBS yang lalu. Yang sekarang hanya melaksanakan keputusan Sidang Sinode. Karena Sidang XI Sinode GKSBS tidak memberi mandat kepada MPS GKSBS melakukan pemberdayaan terhadap kelompok-kelompok kategorial, maka MPS GKSBS yang ada saat ini tidak memiliki kewajiban memberdayakan kaum perempuan, pemuda dan anak-anak.

Kasus di atas menunjukkan bahwa MPS GKSBS mengalami “gagal paham” terhadap peran dirinya. Sebab, apa pun kepanjangannya, MPS GKSBS memiliki 4 peran dan fungsi utama, yakni: (1) memimpin; (2) mempersatukan; (3) memberdayakan; (4) mengelola aset sinode. Dan bisa jadi bahwa “gagal paham” ini disebabkan oleh rumusan tentang peran dan fungsi utama MPS GKSBS dalam Tata Gereja yang dibuat dengan sangat tergesa-gesa.

“Gagal paham” yang dialami oleh MPS GKSBS juga tercermin dalam pengorganisasian yang dibuatnya. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa MPS GKSBS saat tidak membentuk departemen sebagai Badan Pembantu. Dengan alasan untuk mengefektifkan peran anggota, MPS GKSBS membuat pembidangan wilayah kerja (program). Ada 4 bidang, yakni Identitas dan Pluralitas, Ekologi dan Ekonomi, Litbang dan Fundrising. Lalu, masing-masing bidang diserahkan kepada anggota MPS yang ditunjuk oleh rapat MPS.

Para penanggung jawab bidang berfungsi menjalankan program sendiri, bahkan sampai pada hal-hal yang sifatnya teknis.

Dalam kasus pengorganisasian, MPS GKSBS memperlihatkan dengan jelas bahwa pertimbangan memberdayakan anggota MPS, justru melupakan mandat utama MPS GKSBS, yakni memberdayakan jemaat dan kader jemaat. MPS GKSBS telah lupa bahwa dirinya adalah pimpinan Sinode GKSBS, bukan semata manajer.

Penutup: Harapan Terakhir

GKSBS saat ini – dengan Rumah Bersama – sedang memasuki proses perubahan besar yang memberi harapan.

Setiap perubahan besar membutuhkan pemimpin yang efektif. Bukan hanya manajer, apalagi pegawai administrasi.

Peran dan fungsi pemimpin yang terutama adalah soal memberi dan menjaga arah perjalanan bersama.

Rumah Bersama adalah arah perjalanan. Tetapi harus disadari bahwa Rumah Bersama belum begitu jelas bagi banyak pihak di GKSBS, bahkan di kalangan anggota MPS GKSBS sendiri. Dan jika ketidakjelasan ini tidak disikapi dengan benar, tidak menutup kemungkinan bahwa Rumah Bersama – dengan gagasan-gagasan indahnya – justru akan mengancam keberadaan GKSBS.

Yang mendesak harus dilakukan oleh MPS GKSBS adalah membangun kesadaran mengenai peran dan fungsi MPS GKSBS sebaga pemimpin, pemersatu, pemberdaya dan pengelola aset Sinode GKSBS. Lalu menerjemahkan peran dan fungsi ini dalam proses-proses manajemen yang efektif dan selaras dengan nilai-nilai ‘rumah bersama’. MPS GKSBS harus benar-benar menyadari bahwa MPS GKSBS bukan pimpinan kantor Sinode GKSBS. Bukan pula sebuah jemaat tersendiri yang bertempat di 15 Polos. Tetapi pemimpin Sinode GKSBS yang wilayahnya seluas Sumbagsel. Selamat memasuki harijadi ke 29. Semoga semakin menjadi rumah bersama.
***

Bujuk Agung, 6 Agustus 2016
Sugianto
Warga GKSBS Sumberhadi, bertugas untuk pemberdayaan masyarakat.

 

 

Silahkan baca yang lain...

Silahkan dibagi...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Discussion

One Response to “Berharap Pada RUMAH BERSAMA – Refleksi HUT ke-29 GKSBS”

  1. Doaku ; Semoga Gereja anugerah Tuhan ini tetap satu, tidak ada perpecahan.

    Posted by Eko Nugroho | 12/08/2016, 23:54

Post a comment

*

Related Post

  • dea Syalom , saya dea . Pengumuman seleksi akhir beasi
  • dina widya indraswari syalom saya mau tanya apakah pendaftran beasiswa m
  • dina widya indraswari syalom, mau tanya apakah pendaftaran beasiswa untu
  • njoo mau tanya untuk beasiswa sekolah teologi masih ada
  • Alfrido Shalom, saya mau bertanya. Apakah beasiswa YBO ini
  • Eko Nugroho Doaku ; Semoga Gereja anugerah Tuhan ini tetap sat
  • Febri shalom,maaf saya mau tanya, kenapa formulirnya tid
  • Terbitan Sinode Semester I Tahun 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • Janet Jessica Audini Shalom. saya mau nanya, setelah mengisi brosur bea
  • CHRISTIAN SUTRISNO Trim's.
  • Eko Nugroho Sebelumnya, terimakasih atas responnya. Sebenarny
  • Yeru Endies Salam sejahtera... Maaf mau tanya tentang G-AKSI
  • sugianto pelayanan nyata yang luar biasa. selamat berkarya.
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, mohon bantuannya mengenai Rancangan
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, karena menurut saya, masalah saya i
  • admin mengapa dihapus? menurut saya biarkan saja.toh bis
  • Swisby Simanjuntak dear admin, Mohon untuk bantuan, apakah sudah b
  • admin terimakasih, sudah ada perbaikan
  • Eko Puji Cahyono Hanya memberikan Info, tlong nama Pnt. Edi Sukarno
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko, Terima kasih banyak buat s
  • Eko Nugroho Bpk Swisby Simanjuntak yang terkasih, Kami meng
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, Terima kasih banya
  • Eko Nugroho Bpk,Swisby Simanjuntak TErimakasih telah berbagi
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, S.Si, Mohon bantua
  • Pelangi Cake Halo Pak, sepertinya file yang ada tidak bisa diun
  • Ruly Chesia Purba syalom min, nama saya Ruly Chesia Purba, dari kota
  • Lendius wanimbo gbu
  • rahayu daniel Kepada yang terkasih PDT. SRI YULIANA, M.TH, Se
  • rahayu daniel setelah daniel membaca perjalanan kehidupan keluar
  • admin tunggu saja tahun 2016. ini sudah melewati batas.
  • ruth hutabarat Syalom min. mau nanyak, pengumuman beasiswa ybo ny
  • candra Syalom Dengan hormat perkenalkan nama saya Haris,
  • chatty mintje syaloom... Kami telah mengirimkan format isian un
  • thio syalom.. sya ingin bertanya dimana sya bisa liat
  • harjanto sepertinya persyaratanya sudah disampaikan di bros
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • VISTA LUSEN syalom,, saya ingin bertanya .. apakah akredita
  • why di sudut-sudut hati semua manusia ada satu harapan
  • ankgoro Om admin, Foto yang pertama apa gak salah pilih?
  • ankgoro Kegiatannya bagus, tapi kenapa hanya UU Desa? Ap
  • Bonik Mandala Syalom .. saya bonik mandala dari Universitas kri
  • vivi ini beneran kan?
  • rita yurdina salam,pak saya mau nxa,beasiswa ne bsa diikuti lul
  • agus Politik Gereja itu seperti apa ya pak?
  • mesak meha rangga syalom bapak/ibu, saya Mesak mahasiswa bahasa Ingg
  • mesak meha rangga apakah masih bisa saya mendaftar beasiswa ini
  • Susi Eka Pakpahan Shalom Ibu/Bapak.. Sya S1 PAK dari STT Paulus Meda
  • asnita panjaitan syalom... Ibu/Bapak... kemaren saya telah mengir
  • Yorita Ari Syalom... Bapak/Ibu apakh syarat beasiswa telah ki
  • cyauni Syalom... saya cyauni dari Medan, saya kuliah di
  • yustus sakan Salom..saya Yustus Sakan asal Soe-NTT, sekarang sa
  • Oktaviani Puspita Sari Syalom, Sya Oktaviai puspita sari, dari lmpung ua
  • fany pangaribuan shalom, maaf mas saya mau tanya saya mahasiswa an
  • Admin Terimakasih bung Ferry. tapi perlu kami informasik
  • Ferry syalom...salam dalam kasih KRISTUS saya sangat be
  • Ferry syalom....saya sudah krim formulir yang dari YBO k
  • Bunga Ria Yuliana Siahaan syalom pak, saya bunga ria yuliana siahaan dari U
  • Yonas Meti, SE Syallom... kapan akan dibuka kembali pendaftaran
  • Marin Toding K Syalom.. Saya dari GT Tiatira Makassar , sekarang
  • media informasi GKSBS kami sudah menerima informasi dari YBO, silahkan d
  • media informasi GKSBS terimakasih. silahkan dipelajari brosurnya. itu la
  • aldeya veronica Maaf ..untuk tahun 2014..saya mohon informasi beas
  • Dwi Safitri Syalom,sy dari GKSBS Gunung Pasir Jaya,sy kuliah d
  • palaguna lumban gao syaloom saya palaguna lumban gaol,mahasiswa yang
  • palaguna lumbangaol syalom,,,salam damai buat kita semua sblomnya say
  • Ine Abrahams Kalau saya di ambon, darimana dapatkan formulirnya
  • Julius Sugarjanto Departemen apakah yang meng-"cover" nila
  • adista wikana syoom admin... info selanjut nya kapan yaaa sete
  • Eko Nugroho Panitia sudah menghubungi beliau secara langsung v
  • Totok Wiryasaputra Kalau boleh memberi informasi secara jujur, memang
  • Harold JD Waas Syaloom, Saya mahasiswa program Pasca Sarjana (S3
  • nico menghadirkan Pdt. Prof.Dr. Mesach Krisetya? apa ga
  • Adi Purwantoro N Syallom, Bp/Ibu, saya mau tanya apakah ada progra
  • Alfred Ruben Gordon Ta'ek Selamat bagi para peserta yang dapat mengikuti wor
  • Work Plan Juli-Sept 2013 & Raker panitia Ad Hoc Tata Gereja | gksbs [...] Download [...]
  • Martin Syallom. Saya martin, sebagai mahasiswa teologi UK
  • admin Mohon maaf, kami tidak memiliki keterangan yang cu
  • Edward syahlom admin, saya mau nanya ni seputar beasisw
  • Terbitan Sinode Semester II tahun 2013 | gksbs [...] Download [...]
  • Martha Hutabarat Syalom , saya sudah mendapat form formulir , smua
  • desi hutabarat syalom. saya kuliah di universitas HKBP Nommensen
  • Niyoga saya sudah mengirimkan form via pos, kira2 kapan p
  • Ni Putu Prayoni Roshita Saya sudah kirim permohonannya, kapan formulirnya
  • Roni untuk perkenalan awal (seperti berkirim surat, pro
  • sopie syalom saya sudah mengirim formulir permohonannya
  • Achonk Wooowww...Hebat GKSBS dah punya pendeta khusus utk
  • samuel Archie Spinoza mantap... selamat ulang tahun sumberhadi
  • admin Buat teman-teman yang sudah memperhatikan informas
  • sita syalom admin apakah yang mengkuti beasiswa ini
  • benni josapat nababan salam sejahterah, bapak/ Ibu, saya ingin bertany
  • eko nugroho Seorang yang bernama, Dalijo, orang desa, ketika m
  • Kristanto Budiprabowo Ini berita yang menyenangkan dan membawa pengharap
  • victor agustian barcelo untuk informasi dari pihak GPIB blum jelas,,,, ap
  • dwi hosanna syalom.. sy sdh mengirimkan formulir permohonan. s
  • Livia Priscila Syalom. pengiriman surat permohonannya melalui ka
  • Admin bisa.. silahkan datang ke kantor sinode.
  • sopiyanna syalom pak saya masih bisa ambil formulirnya gk?
  • admin Untuk formulir permohonan hasil scanning sudah bis
  • Admin Formulir YBO memang langsung dikirimkan ke Sinode-
  • victor agustian barcelo domisili saya skarang d kota padang pak/bu,,, say
  • Admin syalom mas Victor, kalo boleh kami tahu domisili s
  • victor agustian barcelo syalom pak/bu saya mau tanya bagaimana cara menda
  • admin Terimakasih sudah menghubungi. Karena ini adalah p
  • novie syalom.. kalau bukan anggota gksbs darimana menda
  • sugianto luar biasa. refleksi yang sangat cerdas dan jernih
  • citra purba thn 2013 untuk wilayah Pekanbaru udah ada formulir
  • tatok Ini peristiwa besar yang patut disyukuri oleh selu
  • sri yuliana Mengapresiasi kegiatan ini. Sangat baik bagi para
  • Anggoro Yth, MPS GKSBS & Panitia Ad Hock 1. Setelah
  • etha sagala formulir biasanya bulan feb, bu..
  • Piaf Sudah terlaksana dengan baik. pada diskusi kemarin
  • Endro Wiyono, S. Th mohon diterbitkan buku panduan PA untuk Ibu-Ibu ka
  • Totok S. Wiryasaputra Gereja memang bukan lembaga politik dan tidak perl
  • kristiawan heru terima kasih Pak Tatok, nanti kita akan pelajari h
  • tatok Ini ide yang sangat cemerlang. Setelahbicara Polit
  • Rusman Setuju juga dgn pendapat Pak Bambang, tapi lebih s
  • Admin Setahu saya, beasiswa YBO itu yang mengadakan Yaya
  • Totok S. Wiryasaputra 1. Perceraian bukan sesuatu yang kita harapkan. Ge
  • BUNGA RIA Bukan pak, saya dari Pekanbaru pak, o ya pak, say
  • bambang suseto tergantung siapa yang menilai(mungkin belum bagi m
  • bambang suseto Saya bersukur apabila Gereja dengan tegas masih me
  • sri yuliana Poin penting yang perlu dicermati dalam diskusi po
  • bambang suseto Dalam hal ini saya cocok dg Mas Tatok, Pandangan y
  • tatok Semoga dibaca oleh para pelayan dan pemegang kekua
  • tatok Berpolitik adalah menentukan sebuah pilihan. Ketik
  • Prapto Buku-bukunya hanya untuk BPK Gunung Mulia saja ya?
  • Totok S. Wiryasaputra Saya dapat dihubungi melalui email twiryasaputra@y
  • Totok S. Wiryasaputra Perkenankanlah saya ingin memperkenalkan diri. Say
  • Anto Salam Damai Sejahtera bagi Kita semua, Amin. seben
  • Anto salam Damai Sejahtera Bagi kita semua, Saya orang
  • bambang suseto sangat memalukan ( itu yang ada dalam benak saya )
  • Anggoro Pak Kris yth, Salam kenal & salam hormat, say
  • trismartono Mas Anggoro,(yg mana ya?,maaf karena tdk ada perke
  • agus m mantap.................deh...maju terus...........
  • agus m Mak Comblang................wah...senang sekali de
  • Prapto Komitmenya kok seperti Pokok Ajaran ya.. Tidak usa
  • david bersama kita bisa bercerai kawin lagi? tapi opo
  • why iyo yo..... Why................Why..............W
  • Henriette Antara Metro dan Bandar Lampung. Terkadang kami bu
  • Prapto lokasinya dimana itu? dan apakah ini bagian dari p
  • nicorius selayang pandang, saya melihat fenomena yg telah b
  • kristia ' keterebukaan adalah awal dari pemulihan �
  • sugianto lanjutkan. GBU. salam semangat, om gie
  • nina Shalom, Puji Tuhan, Camp Wanita Bijak terlah be
  • alib bagus - bagus. Saya punya niat mau panggil pendeta
  • Prapto Apakah juga difasilitasi tentang macam-macam keker
  • Surahmat Hadi PENJELASAN SINGKAT ALASAN PENAHBISAN SDR.SUGIANTO,
  • Surahmat Hadi II. SEJARAH SINGKAT GKSBS SUMBERHADI GKSBS Sum
  • Prapto Pak... kok justru hasil diskusi panel ga dicantumk
  • Surahmat Hadi AKU ADALAH AKU Kalau kupikir-pikir terasa aneh
  • Surahmat Hadi Cerita Yakub Namaku Yakub. Ayahku yang memberik
  • sugianto semua: makasih telah membaca dan memberi komentar.
  • yunius irwanto ...perjuangan kita adalah mewartakan kasih dan keb
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Memberitakan sebuah perjuangan kasih, penerimaan p
  • kristiawan heru 3 peran fungsi pemimpin yang pak Gie sampaikan men
  • kus aprianto Sebenarnya partikular tidak ada jika tidak ada uni
  • kus aprianto Paragraf terakhir itu sebenarnya yang diubah dari
  • naomi maria saya mengerti dan bisa menerima tulisan ini. hanya
  • sri yuliana ibu Naomi yang baik, Terima kasih atas komentar
  • naomi maria saya memahami tulisan ini. hanya satu yang tidak b
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Ya gampang tha.... Judulnya: Meski tak direstui M
  • Admin Sebentar... saya jelaskan. sampai sejauh ini say
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo hehehe.... kok aneh komentarnya? Bisa dijelaska
  • sri yuliana Menanggapi komentar dari Pdt. Kristanto, dan bukan
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Tulisan yang menarik dan perlu direfleksikan oleh
  • Giovany Heny Hehanussa saya Giovany Heny Hehanusssa, mau tanya apakah pen
  • agus meski terlambat diucapkan selamat lah ya bu.......
  • agus saya sebagai yang masih muda dan baru belajar ber
  • trismartono BENARKAH GKSBS DIBANGUN OLEH TUHAN YESUS?? Bapak-
  • Totok TS Salam kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kris
  • Christya Salam persaudaraan. Rekan-rekanku sepelayanan,
  • yunius irwanto slamat atas pengutusan nya bu pdt...kupasan yg men
  • yunius irwanto jika memang sangat diperlukan sepertinya perlu dip
  • Totok TS Sobat-sobatku yang saya cintai, hai semuanya salam
  • admin (catatan admin : saya memindahkan komen dari Pak C
  • Christya Yth. rekan-rekan dalam Rumah Bersama, Sungguh
  • Pdt Erik Berhubung saat ini tidak ada lagi yang mengisi dis
  • Surahmat Hadi Menjelaskan yang dimaksud oleh Pdt.Christyo, menge
  • sri yuliana Nah, sekarang bagaimana dengan nasib Tim TG/Paniti
  • Kristanto Budiprabowo Saudara-saudara para pecinta web GKSBS, Seperti
  • Dermina Naibaho ya...ya....mohon dipertimbangkan
  • Liskha Susandra Pabendan , SE Syalom Pengurus, Apa kabar semua , masih ingat
  • yunius irwanto pak Pdt. Christya, saya pun ketika berada dalam pe
  • wahyu kristiono saya senang membaca komentar komentar di atas...ya
  • Kristanto Budiprabowo sekali lagi trimakasih pak Sekum atas penjelasan y
  • Christya Selamat siang kawan-kawan. Supaya ruangan ini b
  • Anggoro GKSBS rumah bersama bukan rumah pribadi
  • Anggoro Yth MPS, saya adalah jemaat GKSBS yang tidak m
  • Feri Nugroho Salam kasih dalam Kristus, Terkejut saya menerima
  • Kristanto Budiprabowo Mula-mula saya mau no comment aja disini, karena i
  • setyo proses yg puanjang dan melelahkan. salut. semoga d
  • Kristanto Budiprabowo NO COMMENT .......................................
  • SUWAJI 1. TERIMA KASIH ATAS KERJA KERAS TIM AMANDEMEN TAG
  • merri ginting syalom... kalo beasiswa S2 untuk tahun 2012 ini m
  • Bambang setiyono Shalom....bos admin maaf ya saya mau tanya ni,,,be
  • pnt Bambang setiyono ya....smoga gksbs berubah dan BERBUAH
  • admin Anggie, tidak bisa. dan sekarang batas akhir penye
  • Anggie Anggraeny Shalom .. apa beasiswa YBO bisa dibuat untuk si
  • Bambang setiyono Saya sangat senang mengikuti seminar ini,semoga ap
  • admin Terimakasih Bunga Ria. Anda dari Bangka Belitung??
  • BUNGA RIA YULIANA SIAHAAN i want to get you ybo
  • admin Anda bisa download brosur. semua keterangan sudah
  • Kenia saya masih boleh mengirim formulir pendaftarannya?
  • Achonk setiap ada keinginan untuk mencapai suatu keadaan
  • sugianto bagus. dan akan semakin bagus jika kita sudah meng
  • Alfred Pemberian yang diharapkan tidak semata-mata harus
  • priskylla shaloom,, saya sebagai jemaat GBI Sukawarna Bandu
  • admin itu bisa di download langsung kok.
  • JeNi syalom... boleh kirim formulirnya via email tdk?
  • Anggie Anggraeny Shalom .. Formulirnya bisa diambil dimana ya, s
  • elfi syalom pak, formulirnya tidak bisa di download. b
  • admin Siwi, coba saja kirim formulir. nanti kan akan ada
  • Chriscahyani saya mau tanya, apakah bisa yang program studi nya
  • admin Selamat siang Mas Budi, formulir ada di kantor sin
  • Budi Santoso Syalom... nama saya Budi Santoso. Maaf pak mau ta
  • admin Mendengarkan cerita dari mereka berdua seperti men
  • tatok RUMAH BERSAMA "(Aku) Tak punya rumah, namun
  • admin Siapa tuh???
  • tatok bisakah dicantumkan photographernya??
  • pdt. tatok trimakasih atas informasi yang menarik mengenai pe
  • bambang sumanto Kiranya harus dipikirkan bersama tentang pergumula
  • kristanto budiprabowo Malam ini muncul ide baru bahwa perlu dipikirkan m
  • teci triangka m Syalom...... Salam sejahtera dlm Kasih Kristus...
  • sugianto ide yang bagus, yang bisa menginspirasi agar kita
  • sugianto laporan yang sangat baik. sangat baik jika para pi
  • pendeta tatok terimakasih atas tulisan yang sangat evaluatif, kr
  • tatok laporan perjalanan yang sangat menyenangkan. Aku j
  • admin Betul Pak Tatok.... aku seneng dengan istilah &quo
  • tatok Senang mendengar teman-teman bisa mengikuti traini
  • Agus Miswanto maksih banget tulisannya dapat menjadi wacana dan
  • Fajar Wah tulisannya bagus penuh inspirasi.. (GKSBS Jamb
  • Ruswanto Bagus tulisan Saudara kiranya dapat meng-inspirasi
  • Ruswanto Bagus tulisannya kiranya meng-inspirasi Jemaat se
  • pdt. tatok trimakasih atas tulisan yang sangat kontekstual de
  • budi gimana kalau ada pemimpin yang udelnya "bodon
  • pdt. tatok sebuah faith-based organisation di era globalisasi
  • sugianto ada juga pemimpin yang tidak punya udel. jadi dia
  • Pnt Alib sip..tapi juga perlu gksbs renungkan bahwa pendeta
  • pdt. tatok sebuah pemikiran yang sangat menarik hasil dari se
  • pdt. tatok Selamat untuk semua kawan yang sedang melaksanakan
  • admin Sdr. Susi yang baik menikmati video di internet me
  • susi shalom.Sy susi dr GKSBS bengkulu (GKSBS Kurotidur)
  • tak ada nama tak ada rupa terima kasih sudah di up load di GKSBS.ORg. Mudaha
  • Alfred Terima kasih kepada MPS GKSBS melalui Staff Kantor
  • Solichin Daniel Sampai saat ini saya masih dan tetap berstatus pen