Lain-Lain

PERLUNYA PENDAMPINGAN PASTORAL DAN PENYADARAN HUKUM BAGI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN

Berangkat dari Sebuah Refleksi

Setiap orang tentu mendambakan kehidupan perkawinannya tetap langgeng. Demikian yang diajarkan oleh gereja bahwa pernikahan tak terceraikan sampai maut memisahkan. Namun dalam perjalanan kehidupan ber-rumahtangga, berbagai persoalan dan alasan-alasan tertentu  tidak menemukan solusi dan berujung pada perpisahan atau perceraian. Saya sengaja memisahkan istilah “perpisahan” dengan “perceraian” untuk membedakan antara ditinggalkan begitu saja oleh pasangan (kecuali karena kematian) dan perpisahan melalui proses hukum (pengadilan). Perpisahan dan Perceraian,  bagaimanapun tetaplah sebuah peristiwa yang sangat tidak diharapkan oleh bagi siapapun, baik laki-laki maupun perempuan, yang telah terikat dalam ikatan perkawinan. Namun jika hal itu tak terhindarkan, maka kaum perempuanlah yang lebih berbeban berat. Terutama bagi mereka yang selama hidup dalam ikatan perkawinan sangat bergantung secara emosional dan finansial kepada suaminya. Maka, perpisahan atau perceraian seakan-akan menjadi akhir dari hidupnya.

Setelah mengumpulkan tenaga dan pikiran, saya memberanikan diri untuk menulis artikel ini, selain berbagi cerita juga dengan tujuan dapat menginspirasi saudara-saudara saya dan gereja dalam menghadapi pergumulan hidup yang disebabkan oleh perpisahan atau perceraian.

Ketika saya diperhadapkan pada masalah perceraian, saya merasakan hidup saya runtuh saat itu. Rasa malu dan tertekan menjadi konsumsi saya selama bertahun-tahun. Terlebih status saya sebagai tokoh agama (Pendeta). Saya harus berhadapan dengan penghakiman masyarakat dan gereja. Menjadi gunjingan dan dipersalahkan. Sangat berat! Tidak ada orang yang menginginkan perkawinannya berujung pada perpisahan atau perceraian. Tetapi itulah jalan akhir yang harus saya tempuh demi kebaikan semua pihak (saya sadar ada konsekuensi di balik keputusan itu).

Dalam proses pemulihan – sebenarnya proses pemulihan yang terjadi dengan sendirinya dan bukan dilakukan secara profesional dari psikiater atau pendampingan pastoral  dari gereja –  saya sadar bahwa ternyata saya lebih beruntung, karena saya mempunyai latarbelakang pendidikan yang cukup, mempunyai pekerjaan, mempunyai penghasilan yang minimal dapat memenuhi kebutuhan hidup saya, memiliki relasi dengan teman2,  dan satu lagi!  saya tidak memiliki anak yang harus saya pikirkan masa depannya (anak saya dipanggil Tuhan sebelum masalah dalam perkawinan saya muncul).

Jika saya renungkan kembali, saya merasa hidup saya jauh lebih baik dibandingkan dengan perempuan lain yang mengalami nasib yang sama, tetapi tidak memiliki ketrampilan dan pekerjaan. Sementara mereka masih harus memikirkan nasib anak-anaknya yang dibebankan kepadanya.  Selain masalah hukum dan status sosial yang dihadapi kaum perempuan, suami mereka meninggalkan mereka tanpa sepersenpun uang atau harta. Ketidakpahaman mereka tentang hak-hak perempuan yang ditinggalkan atau diceraikan membuat mereka terpuruk. Maka tidak ada jalan lain bagi mereka selain bekerja keras dengan kesempatan dan pengalaman yang terbatas untuk menghidupi diri dan keluarganya. Menanggung beban ganda sebagai kepala keluarga dan orangtua tunggal. Tidak pilihan selain menerima nasib (bahkan beberapa perempuan mengalami depresi berat). Entah di mana gereja saat mereka mengalami masa-masa sulit itu?

Konteks Perempuan Saat ini

Dari beberapa kasus yang sering kita temui, banyak perempuan yang demi menunjang perekonomian keluarga ia bekerja, baik di dalam negeri maupun sebagai  Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, tetapi uang yang mereka hasilkan digunakan untuk kawin lagi oleh suaminya. Atau ketika ia pulang ke Indonesia, suaminya sudah menikah lagi.[1] Selain itu, faktor budaya dimana masyarakat masih memegang teguh bahwa perempuan yang tidak menikah pada usia tertentu membawa aib bagi keluarga, sehingga pernikahan terpaksa dilakukan, suka atau tidak suka. Atau karena alasan-alasan lain yang dianggap sebagai  bentuk tanggung jawab sosial, seperti kehamilan di luar nikah, perzinahan/perselingkuhan, dan sebagainya. Maka, pelaksanaan perkawinan yang dilakukan dengan mudah oleh lembaga-lembaga keagamaan, termasuk gereja, tanpa meneliti lebih dahulu latarbelakang pihak yang menikah, surat-surat pendukung sah-tidaknya perkawinan dan proses perkawinan itu sendiri, bahkan kondisi psikologis yang bersangkutan, sangat beresiko pada terjadinya perpisahan atau perceraian.

Sekali lagi, perpisahan atau perceraian selalu meninggalkan penderitaan dan  beban yang lebih berat bagi pihak perempuan. Budaya kita yang masih menerima laki-laki yang meninggalkan atau menceraikan istrinya sebagai sebuah kewajaran, tetapi perempuan yang ditinggalkan atau diceraikan harus  menanggung beban berlipat-lipat ganda. Karena itu, menurut saya, sangat penting bagi gereja untuk mempersiapkan secara serius bukan hanya persiapan dalam hal kehidupan perkawinan, tetapi juga pendampingan pastoral dan penyadaran hukum bagi mereka yang menikah maupun (terpaksa) menghadapi perpisahan atau perceraian. Kekurangpahaman para perempuan (istri) mengenai pembagian harta bersama akibat perceraian dengan suaminya menyebabkan perempuan janda menjadi sangat miskin. Banyak perempuan yang tidak memiliki akses terhadap harta warisan keluarga, baik karena mereka kurang memahami hak mereka sebagai pemegang waris maupun karena mereka tidak diberi hak oleh keluarga karena alasan adat maupun kebiasaan setempat.[2]

Maka  kekurangsiapan mental dan kurangnya pemahaman tentang hukum dalam menjalani pernikahan yang berakibat pada perpisahan dan perceraian, akan semakin menambah jumlah kaum perempuan miskin di Sumbagsel.

Sumbangan Rekomendasi bagi Sinode GKSBS

Tentu semua orang mengharapkan kehidupan perkawinannya langgeng “sampai maut memisahkan”, tetapi perjalanan hidup terkadang tidak seperti yang diharapkan, perpisahan dan perceraian tak terhindarkan. Dalam kondisi seperti ini, penghakiman dan pengucilan atas nama teks-teks Alkitab tidak memberikan solusi apapun. Pertanyaan besarnya adalah “Apa yang dapat kita lakukan untuk mendampingi mereka dalam menempuh kehidupan selanjutnya?”

Penting bagi GKSBS untuk menggumuli kondisi ini secara serius. Pertama yang perlu dilakukan gereja adalah mendata jumlah pasangan yang menikah, jumlah perempuan (istri) yang bekerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk mendata para suami yang ditinggal bekerja oleh istrinya, mendata keluarga-keluarga dengan kasus tertentu yang memerlukan pendampingan khusus dari gereja. Kedua, melakukan penyadaran hukum bagi anggota jemaat, khususnya bagi kaum perempuan, agar mereka mengetahui hak-hak mereka dalam pernikahan maupun perceraian. Ketiga, memikirkan bersama secara serius bagaimana seharusnya proses pendampingan pastoral dan pendampingan hukum terhadap anggota jemaat (dengan kasus tertentu) dilakukan dengan mengutamakan nilai-nilai cinta kasih, keadilan, penerimaan dan pengampunan.

Menurut saya, pendampingan pastoral dan penyadaran hukum perlu dilakukan oleh gereja secara terus-menerus dimulai dari sebelum terjadinya proses pernikahan.


[1] Dewi Novirianti, Pemberdayaan Hukum Perempuan untuk Melawan Kemiskinan, Jurnal Perempuan Edisi  42. Hlm. 48-50

[2] Ibid., Hlm. 51-52

Silahkan baca yang lain...

Silahkan dibagi...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Discussion

6 Responses to “PERLUNYA PENDAMPINGAN PASTORAL DAN PENYADARAN HUKUM BAGI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN”

  1. saya memahami tulisan ini. hanya satu yang tidak bisa saya pahami bahwa anda begitu beruntung saat ini tidak punya anak (saya bisa mengerti jika anda sama sekali tidak pernah punya anak. tapi anda pernah punya dan meninggal dan anda katakan anda beruntung(!).kematian adalah kehendak Tuhan, tapi bagi saya statement anda tetap terdengar jahat.
    hal ini juga sangat melemahkan perempuan yang harus sendiri dengan anak2. mereka sudah di cap terlebih dahulu bahwa mereka menderita, tidak mampu dan kasihan.

    saya ditinggal suami dengan 3 anak, tanpa pendidikan yang memadai, ketrampilan, apalagi uang. Tapi anak adalah harta yang paling berharga dari Tuhan. Mereka yang membuat saya kuat dan selalu berusaha mencari peluang usaha untuk menghidupi keluarga saya. Tugas saya adalah berusaha, bukan meratapi nasib, dan tidak perlu khawatir karena TUHAN selalu mencukupkanya bagi kami. Terimakasih

    Posted by naomi maria | 19/09/2012, 10:58
    • ibu Naomi yang baik,

      Terima kasih atas komentar ibu. Saya menghargainya. Menurut saya ibu juga lebih beruntung: memiliki iman yang kuat, mampu bangkit dan berjuang demi anak-anak, dibandingkan teman2 perempuan saya yang karena depresi meninggalkan anak-anaknya. Mungkin ibu punya solusi untuk teman2 perempuan yang hidupnya sedemikian memprihatinkan pasca perceraiannya? Banyak teman2 yang karena depresi tega meninggalkan anak2nya. Tentu akan sangat membantu jika ibu menuliskan pengalaman ibu di web ini.

      Perlu saya sampaikan bahwa keberuntungan saya bukan atas kematian anak saya. Bertahun-tahun saya hidup dalam penyesalan atas kematian anak saya. Keberuntungan yang saya maksudkan adalah saat saya berhadapan dengan teman2 saya yang senasib dengan saya yang hidup mereka memerlukan pendampingan khusus. Saya beruntung dalam kondisi saya sekarang dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Tidak ada ibu yang merasa beruntung atas kematian anaknya bu, demikian juga dengan saya. Tapi sekali lagi, bukan itu maksud dan tujuan dari tulisan saya. Tetapi lebih pada apa dan bagaimana Gereja menyikapi kasus-kasus semacam ini secara adil bagi semua pihak.

      terima kasih. Tuhan memberkati.

      Posted by sri yuliana | 19/09/2012, 22:49
      • saya mengerti dan bisa menerima tulisan ini. hanya jelas sekali anda menulis bahwa anda beruntung tidak memiliki anak yang harus anda pikirkan masa depannya…….(dimana anak anda? dia meninggal. saya sangat prihatin. tentu ini sangat berhubungan erat). Mungkin ini bukan yang utama yang ingin anda sampaikan, tapi anda harus berhati2 dalam menulis karena banyak sekali perempuan dengan anak2nya yang ditinggal suami. Jadi haruskah anak dijadikan alasan penderitaan bagi perempuan yang ditinggal suami (jika harus dibandingkan dengan anda yang begitu beruntung tanpa anak saat ini)

        Anak adalah anugerah Tuhan. Seperti apapun sulitnya, mereka bukanlah beban. kalaupun banyak perempuan yang depresi saat ditinggal suami, tentu saja itu bukan salah anak. Tentu sangat tidak bijaksana melihat banyak perempuan depresi karena ditinggal suami sehingga harus meninggalkan anaknya, dan anda mengatakan ‘saya beruntung tidak memiliki anak’. apakah artinya perempuan yang memiliki anak dan ditinggal suaminya menjadi benar2 tidak beruntung??

        anak tidak bersalah bu. dalam kasus2 perceraian anak tidak bisa disalahkan. merekalah korban yang sesungguhnya. merekalah yang harus diperjuangkan. Bukan malah mengatakan mereka sebagai beban atau sumber kesalahan, atau penderitaan.

        Posted by naomi maria | 20/09/2012, 12:49
  2. 1. Perceraian bukan sesuatu yang kita harapkan. Gereja sepanjang segala abad juga tidak mengharapkan hal itu terjadi. namun kalau itu terjadi pasti merupakan sebuah proses kehilangan dan kedukaan, baik bagi yang diceraikan maupun yang menceraikan.

    2. Gereja sebaiknya mengubah paradigmanya. Membenci perceraiannya melainkan jangan membenci orangnya. Tiga skopa pendampingan perlu dilakukan yakni prevention, intervention, dan postvention untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    3. Sering kita berpikir bahwa ketika upacara peneguhan nikah purna, semua urusan selesai. Padahal itu merupakan awalan dari sebuah pendampingan yang teratur dan terencana untuk pasangan baru tersebut – sehingga dapat mendeteksi apabila ada masalah yang mungkin muncul selama mereka hidup. Ini yang barangkali perlu diperhatikan oleh banyak jemaat.

    4. Jujur, saya sendiri sejak tahun 1980-an tidak menggunakan kata pastoral lagi. Kalau menggunakan istilah pastoral hanya untuk menghormati kalangan yang masih menggunakannya. Mungkin lebih tepat disebut sebagai pendampingan inkarnasional. Sebuah pendampingan yang betumpu pada inkarnasi Tuhan Allah dalam Yesus Kristus. Lagian, pastoral berbasiskan pada jabatan pastor sebagai gembala. Apakah ini realistik apabila “based on pastor-office?” Yesus sebagai gembala yang baik itu kan hanya perumpamaan. Masaka kita mendasarkan pelayanan yang mulai itu pada sebuah perumpamaan? Dapat kita mencari dasar teologis yang lebih kukuh daripada sekedar perumpamaan? Selain itu banyak orang, kini tidak lagi familiar dengan dunia gembala-menggembalakan. Sumangga direnungkan.

    Salam dari Semulijaya – Abung Selatan

    Posted by Totok S. Wiryasaputra | 18/11/2012, 20:17
  3. setelah daniel membaca perjalanan kehidupan keluarga di HOME
    PROFIL »
    JEMAAT
    AGENDA
    DEPARTEMEN »
    DARI ANDA »
    GERAKAN KEMANUSIAAN
    UNTUK ADMIN
    DOWNLOAD
    SUBSCRIBE TO RSS
    LAIN-LAIN

    PERLUNYA PENDAMPINGAN PASTORAL DAN PENYADARAN HUKUM BAGI PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN DAN PERCERAIAN
    BY PDT. SRI YULIANA, M.TH ⋅ JULY 13, 2012 ⋅ POST A COMMENT
    Dapatkah seorang hamba Tuhan yang dapat memberikan no Tlp/HP PDT. SRI YULIANA, M.TH kepada saya ?
    Namaku Rahayu Daniel, no HP 0821-7798-3071 saat ini daku butuh informasi tentang perceraian dan penyelesaiannya sampai ke Perjamuan Kudus, Terimakasih sebelum dan sesudahnya, Syalom dan GBU

    Posted by rahayu daniel | 08/07/2015, 14:53
  4. Kepada yang terkasih PDT. SRI YULIANA, M.TH,

    Setelah membaca kisah perjalanan keluarga Ibu, maka perjalanan keluargaku sama seperti yang ibu rasakan namun bedanya Ibu PDT. SRI YULIANA, M.TH ditinggalan suami sedangkan saya ditinggalkan sang istri oleh karena sebab yang diperbuat oleh istriku sendiri yaitu perselingkuhan (persetubuan dengan mantan pacar) dan berakhir dengan surat perceraian melalui pengadilan agama di Palembang’
    saya sebagai suami tetap berpegang pada janji pernikahan “TIDAK ADA PERCERAIAN” namun istri tetap memaksa bercerai dan dia sendiri yang mengurus surat perceraian itu. Sampai pada akhirnya kami dipertemukan dengan Majelis dan pendeta untuk mengetahui akhir cerita perjalanan keluargaku diteruskan atau tetap cerai, istriku tetap bersikeras cerai dan dirikupun tetap mengatakan tidak ada perceraian akhirnya pihak geraja memutuskan bercerai atas permintaan istri bukan suami dan keduanya tidak diperbolehkan ikut Perjamuan Kudus.
    Yang ingin kutanyakan:
    1. Saya sebagai suami yang teraniaya secara ahlak, mental dan rohani sama seperti dikau alami terhadap penghukuman Ketika saya diperhadapkan pada masalah perceraian, saya merasakan hidup saya runtuh saat itu. Rasa malu dan tertekan menjadi konsumsi saya selama bertahun-tahun Menjadi gunjingan dan dipersalahkan tetap pada saya padahal bukan saya yang berbuat sampai saat ini tetap tidak diperbolehkan oleh pendeta di geraja kami ikut perjamuan kudus. Apakah laragan itu juga terjadi pada Ibu? sampai kapan larangan untuk tidak diperbolehkan ikut perjamuan dikenakan pada saya sebagai suami? atas empati Ibu kepada saya diucapkan terimakasih. Syaloom GBU

    Posted by rahayu daniel | 08/07/2015, 15:48

Post a comment

*

Related Post

  • dea Syalom , saya dea . Pengumuman seleksi akhir beasi
  • dina widya indraswari syalom saya mau tanya apakah pendaftran beasiswa m
  • dina widya indraswari syalom, mau tanya apakah pendaftaran beasiswa untu
  • njoo mau tanya untuk beasiswa sekolah teologi masih ada
  • Alfrido Shalom, saya mau bertanya. Apakah beasiswa YBO ini
  • Eko Nugroho Doaku ; Semoga Gereja anugerah Tuhan ini tetap sat
  • Febri shalom,maaf saya mau tanya, kenapa formulirnya tid
  • Terbitan Sinode Semester I Tahun 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • Janet Jessica Audini Shalom. saya mau nanya, setelah mengisi brosur bea
  • CHRISTIAN SUTRISNO Trim's.
  • Eko Nugroho Sebelumnya, terimakasih atas responnya. Sebenarny
  • Yeru Endies Salam sejahtera... Maaf mau tanya tentang G-AKSI
  • sugianto pelayanan nyata yang luar biasa. selamat berkarya.
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, mohon bantuannya mengenai Rancangan
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, karena menurut saya, masalah saya i
  • admin mengapa dihapus? menurut saya biarkan saja.toh bis
  • Swisby Simanjuntak dear admin, Mohon untuk bantuan, apakah sudah b
  • admin terimakasih, sudah ada perbaikan
  • Eko Puji Cahyono Hanya memberikan Info, tlong nama Pnt. Edi Sukarno
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko, Terima kasih banyak buat s
  • Eko Nugroho Bpk Swisby Simanjuntak yang terkasih, Kami meng
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, Terima kasih banya
  • Eko Nugroho Bpk,Swisby Simanjuntak TErimakasih telah berbagi
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, S.Si, Mohon bantua
  • Pelangi Cake Halo Pak, sepertinya file yang ada tidak bisa diun
  • Ruly Chesia Purba syalom min, nama saya Ruly Chesia Purba, dari kota
  • Lendius wanimbo gbu
  • rahayu daniel Kepada yang terkasih PDT. SRI YULIANA, M.TH, Se
  • rahayu daniel setelah daniel membaca perjalanan kehidupan keluar
  • admin tunggu saja tahun 2016. ini sudah melewati batas.
  • ruth hutabarat Syalom min. mau nanyak, pengumuman beasiswa ybo ny
  • candra Syalom Dengan hormat perkenalkan nama saya Haris,
  • chatty mintje syaloom... Kami telah mengirimkan format isian un
  • thio syalom.. sya ingin bertanya dimana sya bisa liat
  • harjanto sepertinya persyaratanya sudah disampaikan di bros
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • VISTA LUSEN syalom,, saya ingin bertanya .. apakah akredita
  • why di sudut-sudut hati semua manusia ada satu harapan
  • ankgoro Om admin, Foto yang pertama apa gak salah pilih?
  • ankgoro Kegiatannya bagus, tapi kenapa hanya UU Desa? Ap
  • Bonik Mandala Syalom .. saya bonik mandala dari Universitas kri
  • vivi ini beneran kan?
  • rita yurdina salam,pak saya mau nxa,beasiswa ne bsa diikuti lul
  • agus Politik Gereja itu seperti apa ya pak?
  • mesak meha rangga syalom bapak/ibu, saya Mesak mahasiswa bahasa Ingg
  • mesak meha rangga apakah masih bisa saya mendaftar beasiswa ini
  • Susi Eka Pakpahan Shalom Ibu/Bapak.. Sya S1 PAK dari STT Paulus Meda
  • asnita panjaitan syalom... Ibu/Bapak... kemaren saya telah mengir
  • Yorita Ari Syalom... Bapak/Ibu apakh syarat beasiswa telah ki
  • cyauni Syalom... saya cyauni dari Medan, saya kuliah di
  • yustus sakan Salom..saya Yustus Sakan asal Soe-NTT, sekarang sa
  • Oktaviani Puspita Sari Syalom, Sya Oktaviai puspita sari, dari lmpung ua
  • fany pangaribuan shalom, maaf mas saya mau tanya saya mahasiswa an
  • Admin Terimakasih bung Ferry. tapi perlu kami informasik
  • Ferry syalom...salam dalam kasih KRISTUS saya sangat be
  • Ferry syalom....saya sudah krim formulir yang dari YBO k
  • Bunga Ria Yuliana Siahaan syalom pak, saya bunga ria yuliana siahaan dari U
  • Yonas Meti, SE Syallom... kapan akan dibuka kembali pendaftaran
  • Marin Toding K Syalom.. Saya dari GT Tiatira Makassar , sekarang
  • media informasi GKSBS kami sudah menerima informasi dari YBO, silahkan d
  • media informasi GKSBS terimakasih. silahkan dipelajari brosurnya. itu la
  • aldeya veronica Maaf ..untuk tahun 2014..saya mohon informasi beas
  • Dwi Safitri Syalom,sy dari GKSBS Gunung Pasir Jaya,sy kuliah d
  • palaguna lumban gao syaloom saya palaguna lumban gaol,mahasiswa yang
  • palaguna lumbangaol syalom,,,salam damai buat kita semua sblomnya say
  • Ine Abrahams Kalau saya di ambon, darimana dapatkan formulirnya
  • Julius Sugarjanto Departemen apakah yang meng-"cover" nila
  • adista wikana syoom admin... info selanjut nya kapan yaaa sete
  • Eko Nugroho Panitia sudah menghubungi beliau secara langsung v
  • Totok Wiryasaputra Kalau boleh memberi informasi secara jujur, memang
  • Harold JD Waas Syaloom, Saya mahasiswa program Pasca Sarjana (S3
  • nico menghadirkan Pdt. Prof.Dr. Mesach Krisetya? apa ga
  • Adi Purwantoro N Syallom, Bp/Ibu, saya mau tanya apakah ada progra
  • Alfred Ruben Gordon Ta'ek Selamat bagi para peserta yang dapat mengikuti wor
  • Work Plan Juli-Sept 2013 & Raker panitia Ad Hoc Tata Gereja | gksbs [...] Download [...]
  • Martin Syallom. Saya martin, sebagai mahasiswa teologi UK
  • admin Mohon maaf, kami tidak memiliki keterangan yang cu
  • Edward syahlom admin, saya mau nanya ni seputar beasisw
  • Terbitan Sinode Semester II tahun 2013 | gksbs [...] Download [...]
  • Martha Hutabarat Syalom , saya sudah mendapat form formulir , smua
  • desi hutabarat syalom. saya kuliah di universitas HKBP Nommensen
  • Niyoga saya sudah mengirimkan form via pos, kira2 kapan p
  • Ni Putu Prayoni Roshita Saya sudah kirim permohonannya, kapan formulirnya
  • Roni untuk perkenalan awal (seperti berkirim surat, pro
  • sopie syalom saya sudah mengirim formulir permohonannya
  • Achonk Wooowww...Hebat GKSBS dah punya pendeta khusus utk
  • samuel Archie Spinoza mantap... selamat ulang tahun sumberhadi
  • admin Buat teman-teman yang sudah memperhatikan informas
  • sita syalom admin apakah yang mengkuti beasiswa ini
  • benni josapat nababan salam sejahterah, bapak/ Ibu, saya ingin bertany
  • eko nugroho Seorang yang bernama, Dalijo, orang desa, ketika m
  • Kristanto Budiprabowo Ini berita yang menyenangkan dan membawa pengharap
  • victor agustian barcelo untuk informasi dari pihak GPIB blum jelas,,,, ap
  • dwi hosanna syalom.. sy sdh mengirimkan formulir permohonan. s
  • Livia Priscila Syalom. pengiriman surat permohonannya melalui ka
  • Admin bisa.. silahkan datang ke kantor sinode.
  • sopiyanna syalom pak saya masih bisa ambil formulirnya gk?
  • admin Untuk formulir permohonan hasil scanning sudah bis
  • Admin Formulir YBO memang langsung dikirimkan ke Sinode-
  • victor agustian barcelo domisili saya skarang d kota padang pak/bu,,, say
  • Admin syalom mas Victor, kalo boleh kami tahu domisili s
  • victor agustian barcelo syalom pak/bu saya mau tanya bagaimana cara menda
  • admin Terimakasih sudah menghubungi. Karena ini adalah p
  • novie syalom.. kalau bukan anggota gksbs darimana menda
  • sugianto luar biasa. refleksi yang sangat cerdas dan jernih
  • citra purba thn 2013 untuk wilayah Pekanbaru udah ada formulir
  • tatok Ini peristiwa besar yang patut disyukuri oleh selu
  • sri yuliana Mengapresiasi kegiatan ini. Sangat baik bagi para
  • Anggoro Yth, MPS GKSBS & Panitia Ad Hock 1. Setelah
  • etha sagala formulir biasanya bulan feb, bu..
  • Piaf Sudah terlaksana dengan baik. pada diskusi kemarin
  • Endro Wiyono, S. Th mohon diterbitkan buku panduan PA untuk Ibu-Ibu ka
  • Totok S. Wiryasaputra Gereja memang bukan lembaga politik dan tidak perl
  • kristiawan heru terima kasih Pak Tatok, nanti kita akan pelajari h
  • tatok Ini ide yang sangat cemerlang. Setelahbicara Polit
  • Rusman Setuju juga dgn pendapat Pak Bambang, tapi lebih s
  • Admin Setahu saya, beasiswa YBO itu yang mengadakan Yaya
  • Totok S. Wiryasaputra 1. Perceraian bukan sesuatu yang kita harapkan. Ge
  • BUNGA RIA Bukan pak, saya dari Pekanbaru pak, o ya pak, say
  • bambang suseto tergantung siapa yang menilai(mungkin belum bagi m
  • bambang suseto Saya bersukur apabila Gereja dengan tegas masih me
  • sri yuliana Poin penting yang perlu dicermati dalam diskusi po
  • bambang suseto Dalam hal ini saya cocok dg Mas Tatok, Pandangan y
  • tatok Semoga dibaca oleh para pelayan dan pemegang kekua
  • tatok Berpolitik adalah menentukan sebuah pilihan. Ketik
  • Prapto Buku-bukunya hanya untuk BPK Gunung Mulia saja ya?
  • Totok S. Wiryasaputra Saya dapat dihubungi melalui email twiryasaputra@y
  • Totok S. Wiryasaputra Perkenankanlah saya ingin memperkenalkan diri. Say
  • Anto Salam Damai Sejahtera bagi Kita semua, Amin. seben
  • Anto salam Damai Sejahtera Bagi kita semua, Saya orang
  • bambang suseto sangat memalukan ( itu yang ada dalam benak saya )
  • Anggoro Pak Kris yth, Salam kenal & salam hormat, say
  • trismartono Mas Anggoro,(yg mana ya?,maaf karena tdk ada perke
  • agus m mantap.................deh...maju terus...........
  • agus m Mak Comblang................wah...senang sekali de
  • Prapto Komitmenya kok seperti Pokok Ajaran ya.. Tidak usa
  • david bersama kita bisa bercerai kawin lagi? tapi opo
  • why iyo yo..... Why................Why..............W
  • Henriette Antara Metro dan Bandar Lampung. Terkadang kami bu
  • Prapto lokasinya dimana itu? dan apakah ini bagian dari p
  • nicorius selayang pandang, saya melihat fenomena yg telah b
  • kristia ' keterebukaan adalah awal dari pemulihan �
  • sugianto lanjutkan. GBU. salam semangat, om gie
  • nina Shalom, Puji Tuhan, Camp Wanita Bijak terlah be
  • alib bagus - bagus. Saya punya niat mau panggil pendeta
  • Prapto Apakah juga difasilitasi tentang macam-macam keker
  • Surahmat Hadi PENJELASAN SINGKAT ALASAN PENAHBISAN SDR.SUGIANTO,
  • Surahmat Hadi II. SEJARAH SINGKAT GKSBS SUMBERHADI GKSBS Sum
  • Prapto Pak... kok justru hasil diskusi panel ga dicantumk
  • Surahmat Hadi AKU ADALAH AKU Kalau kupikir-pikir terasa aneh
  • Surahmat Hadi Cerita Yakub Namaku Yakub. Ayahku yang memberik
  • sugianto semua: makasih telah membaca dan memberi komentar.
  • yunius irwanto ...perjuangan kita adalah mewartakan kasih dan keb
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Memberitakan sebuah perjuangan kasih, penerimaan p
  • kristiawan heru 3 peran fungsi pemimpin yang pak Gie sampaikan men
  • kus aprianto Sebenarnya partikular tidak ada jika tidak ada uni
  • kus aprianto Paragraf terakhir itu sebenarnya yang diubah dari
  • naomi maria saya mengerti dan bisa menerima tulisan ini. hanya
  • sri yuliana ibu Naomi yang baik, Terima kasih atas komentar
  • naomi maria saya memahami tulisan ini. hanya satu yang tidak b
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Ya gampang tha.... Judulnya: Meski tak direstui M
  • Admin Sebentar... saya jelaskan. sampai sejauh ini say
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo hehehe.... kok aneh komentarnya? Bisa dijelaska
  • sri yuliana Menanggapi komentar dari Pdt. Kristanto, dan bukan
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Tulisan yang menarik dan perlu direfleksikan oleh
  • Giovany Heny Hehanussa saya Giovany Heny Hehanusssa, mau tanya apakah pen
  • agus meski terlambat diucapkan selamat lah ya bu.......
  • agus saya sebagai yang masih muda dan baru belajar ber
  • trismartono BENARKAH GKSBS DIBANGUN OLEH TUHAN YESUS?? Bapak-
  • Totok TS Salam kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kris
  • Christya Salam persaudaraan. Rekan-rekanku sepelayanan,
  • yunius irwanto slamat atas pengutusan nya bu pdt...kupasan yg men
  • yunius irwanto jika memang sangat diperlukan sepertinya perlu dip
  • Totok TS Sobat-sobatku yang saya cintai, hai semuanya salam
  • admin (catatan admin : saya memindahkan komen dari Pak C
  • Christya Yth. rekan-rekan dalam Rumah Bersama, Sungguh
  • Pdt Erik Berhubung saat ini tidak ada lagi yang mengisi dis
  • Surahmat Hadi Menjelaskan yang dimaksud oleh Pdt.Christyo, menge
  • sri yuliana Nah, sekarang bagaimana dengan nasib Tim TG/Paniti
  • Kristanto Budiprabowo Saudara-saudara para pecinta web GKSBS, Seperti
  • Dermina Naibaho ya...ya....mohon dipertimbangkan
  • Liskha Susandra Pabendan , SE Syalom Pengurus, Apa kabar semua , masih ingat
  • yunius irwanto pak Pdt. Christya, saya pun ketika berada dalam pe
  • wahyu kristiono saya senang membaca komentar komentar di atas...ya
  • Kristanto Budiprabowo sekali lagi trimakasih pak Sekum atas penjelasan y
  • Christya Selamat siang kawan-kawan. Supaya ruangan ini b
  • Anggoro GKSBS rumah bersama bukan rumah pribadi
  • Anggoro Yth MPS, saya adalah jemaat GKSBS yang tidak m
  • Feri Nugroho Salam kasih dalam Kristus, Terkejut saya menerima
  • Kristanto Budiprabowo Mula-mula saya mau no comment aja disini, karena i
  • setyo proses yg puanjang dan melelahkan. salut. semoga d
  • Kristanto Budiprabowo NO COMMENT .......................................
  • SUWAJI 1. TERIMA KASIH ATAS KERJA KERAS TIM AMANDEMEN TAG
  • merri ginting syalom... kalo beasiswa S2 untuk tahun 2012 ini m
  • Bambang setiyono Shalom....bos admin maaf ya saya mau tanya ni,,,be
  • pnt Bambang setiyono ya....smoga gksbs berubah dan BERBUAH
  • admin Anggie, tidak bisa. dan sekarang batas akhir penye
  • Anggie Anggraeny Shalom .. apa beasiswa YBO bisa dibuat untuk si
  • Bambang setiyono Saya sangat senang mengikuti seminar ini,semoga ap
  • admin Terimakasih Bunga Ria. Anda dari Bangka Belitung??
  • BUNGA RIA YULIANA SIAHAAN i want to get you ybo
  • admin Anda bisa download brosur. semua keterangan sudah
  • Kenia saya masih boleh mengirim formulir pendaftarannya?
  • Achonk setiap ada keinginan untuk mencapai suatu keadaan
  • sugianto bagus. dan akan semakin bagus jika kita sudah meng
  • Alfred Pemberian yang diharapkan tidak semata-mata harus
  • priskylla shaloom,, saya sebagai jemaat GBI Sukawarna Bandu
  • admin itu bisa di download langsung kok.
  • JeNi syalom... boleh kirim formulirnya via email tdk?
  • Anggie Anggraeny Shalom .. Formulirnya bisa diambil dimana ya, s
  • elfi syalom pak, formulirnya tidak bisa di download. b
  • admin Siwi, coba saja kirim formulir. nanti kan akan ada
  • Chriscahyani saya mau tanya, apakah bisa yang program studi nya
  • admin Selamat siang Mas Budi, formulir ada di kantor sin
  • Budi Santoso Syalom... nama saya Budi Santoso. Maaf pak mau ta
  • admin Mendengarkan cerita dari mereka berdua seperti men
  • tatok RUMAH BERSAMA "(Aku) Tak punya rumah, namun
  • admin Siapa tuh???
  • tatok bisakah dicantumkan photographernya??
  • pdt. tatok trimakasih atas informasi yang menarik mengenai pe
  • bambang sumanto Kiranya harus dipikirkan bersama tentang pergumula
  • kristanto budiprabowo Malam ini muncul ide baru bahwa perlu dipikirkan m
  • teci triangka m Syalom...... Salam sejahtera dlm Kasih Kristus...
  • sugianto ide yang bagus, yang bisa menginspirasi agar kita
  • sugianto laporan yang sangat baik. sangat baik jika para pi
  • pendeta tatok terimakasih atas tulisan yang sangat evaluatif, kr
  • tatok laporan perjalanan yang sangat menyenangkan. Aku j
  • admin Betul Pak Tatok.... aku seneng dengan istilah &quo
  • tatok Senang mendengar teman-teman bisa mengikuti traini
  • Agus Miswanto maksih banget tulisannya dapat menjadi wacana dan
  • Fajar Wah tulisannya bagus penuh inspirasi.. (GKSBS Jamb
  • Ruswanto Bagus tulisan Saudara kiranya dapat meng-inspirasi
  • Ruswanto Bagus tulisannya kiranya meng-inspirasi Jemaat se
  • pdt. tatok trimakasih atas tulisan yang sangat kontekstual de
  • budi gimana kalau ada pemimpin yang udelnya "bodon
  • pdt. tatok sebuah faith-based organisation di era globalisasi
  • sugianto ada juga pemimpin yang tidak punya udel. jadi dia
  • Pnt Alib sip..tapi juga perlu gksbs renungkan bahwa pendeta
  • pdt. tatok sebuah pemikiran yang sangat menarik hasil dari se
  • pdt. tatok Selamat untuk semua kawan yang sedang melaksanakan
  • admin Sdr. Susi yang baik menikmati video di internet me
  • susi shalom.Sy susi dr GKSBS bengkulu (GKSBS Kurotidur)
  • tak ada nama tak ada rupa terima kasih sudah di up load di GKSBS.ORg. Mudaha
  • Alfred Terima kasih kepada MPS GKSBS melalui Staff Kantor
  • Solichin Daniel Sampai saat ini saya masih dan tetap berstatus pen