Amandemen TGTL

Universalisme atau Tribalisme?

Pengantar

Akhir-akhir ini banyak orang mempeributkan soal: “Apa itu Gereja”?, “Siapa Gereja”?, “Bagaimana Gereja mengada”? Bahkan kuatnya diskusi-diskusi diseputar terminology dan ideology mengenai rumusan eklesiologi semakin mengerucut pada pertanyaan mengenai ke-universal-an maknanya. Artinya, beberapa orang menjadi gelisah dan kuatir tatkala terminology yang digunakan sebagai bahasa eklesiologi GKSBS itu dicurigai sebagai yang bersifat particular-eksklusif, hanya karena istilah yang digunakan dianggap tidak dimengerti oleh “the other”. Seperti, istilah “Rumah Bersama”, “Paseduluran”, “Lyan”, bahkan istilah “Gereja” dalam konteks GKSBS, dsb. Istilah-istilah itu membuat semua orang tidak mengerti definisi dan konsepnya secara jelas. Ajaran dan praktik-praktik devosi yang masih pro-kontra di sana-sini, seperti, pelaksanaan Perjamuan Kudus bagi Anak pun dilihat sebagai tindakan arogansi pemimpin lembaga Sinode GKSBS sebagai yang hendak dipaksakan pada Jemaat/komunitas lokal. Walaupun perlu disadari juga, bahwa jemaat pun tidak bisa memaksakan kehendaknya pada jemaat lain berdasarkan keputusan persidangan-persidangan gerejawi yang lebih luas.

Isu yang berkembang di GKSBS saat ini, menurut saya, lebih pada pergumulan mengenai: siapa yang memiliki pengaruh atau ideology tertentu dan siapa yang dapat dipengaruhi dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Ini soal “ideologi” yang berusaha dipaksakan dalam komunitas lainnya sebagai kebenaran universal.

Tulisan ini hendak menjelaskan bahwa apapun dan sebaik apapun diskursus atau ideology tertentu yang hendak dibangun oleh sebuah komunitas yang bernama Rumah Bersama GKSBS ini, perlu disadari bahwa kita dapat saja terjebak pada konsep universalisme dan tribalisme dalam waktu yang bersamaan, di mana perbedaan keduanya sulit ditemukan ketika kita berbicara soal Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan umum. Padahal, sebuah ideology yang dianggap oleh satu komunitas sebagai sebuah kebenaran belum tentu merupakan kebenaran bagi komunitas lain. Sebuah terminology tertentu – yang diciptakan oleh komunitas tertentu dan dianggap sebagai terminology yang bersifat universal –  akan jatuh dan terjebak pada tribalisme tatkala terminology itu dipaksakan untuk diterima dan dipahami oleh komunitas lain sebagai yang universal juga.

Apa itu Universalisme dan Tribalisme?

Universalisme dapat dimengerti sebagai sebuah upaya penaklukan semua ideology yang lahir dari budaya tertentu (particular), katakanlah yang non-barat, menjadi ideology umum, yaitu menjadi Barat. Sekalipun konsep didalamnya adalah apapun boleh berbeda tetapi tetap sama, satu, dan menyeluruh. Universalisme sangat lekat dengan Westernisasi, di mana budaya local dikonstruksi menjadi budaya global.

Pada garis yang sejajar dengan universalisme ada tribalisme, di mana ke-lokal-an terlalu ditekankan sebagai reaksi terhadap globalisasi-universalis. Tribalisme itu seperti “mengembalikan “umat pilihan” sebagai ras yang paling unggul” (unity -> one). Sedangkan universalisme seperti “mengembalikan budaya tunggal sebagai ukuran dari seluruh umat” (one -> unity). Maka statement yang dikenakan pada suatu ideology tertentu sebagai kebenaran yang universal bisa berarti tribal selama statement itu dipaksakan kepada orang banyak. Keduanya, baik universalism maupun tribalism, bisa menjadi kebenaran tunggal yang hendak dipaksakan penerapannya kepada orang lain atau komunitas lain.

Contoh yang dengan mudah kita temukan dalam teks Alkitab adalah keunikan umat Israel sebagai umat pilihan (choosen people). Penekanan pada keunikan umat Israel dalam sejarahnya menjadi umat pilihan, menjadikan budaya Israel sebagai budaya local yang bersifat global, dikenal luas oleh dunia khususnya wilayah-wilayah yang menjadi ekspansi mereka pada zamannya: One man: Abraham, one woman: Sarah, and one people: their descendant . Namun ketika yang unik-lokal itu melahirkan hasrat untuk menjadi kebenaran tunggal yang universal, yang berlaku di seluruh dunia dengan bahasa yang satu, maka dapat dikatakan umat Israel telah jatuh ke dalam tindakan tribalisme.

Kisah Menara Babel dapat dijadikan saksi atas upaya pemaksaan ke-lokal-an satu budaya. Dalam kisah menara Babel, yang dihancurkan bukanlah menaranya, melainkan bahasanya, sementara orang-orangnya tetap mengerjakan menara tersebut. Dekonstruksi atas kisah menara Babel ini menyadarkan umat bahwa dengan bahasa yang sama seringkali dipahami sebagai cara mudah mencapai tujuan. Pada kenyataannya justru semakin sulit. Pesan etisnya adalah sebuah komunitas tertentu (katakanlah: Israel) tidak bisa memaksakan ideologinya dalam bahasa yang sama dengan komunitas lainnya. Itulah tribalisme!

Sebenarnya, terminology yang lahir sebagai keunikan lokal dapat dilihat secara positif jika tidak dipaksakan menjadi sesuatu yang universal. Yang unik local itu justru dapat menjadi sangat universal jika masing-masing pihak menerima keunikan dan kelokalan pihak lain dan hidup bersama dalam kepelbagaian itu. Hidup bersama dalam keunikan dan kepelbagaian itulah yang patut disebut sebagai yang universal!

Memahami JEMAAT sebagai yang Partikular

Melalui konsep di atas, maka diskusi-diskusi diseputar terminology eklesiologi dan pemaknaan tentang Gereja, yang universal (Klasis – Sinode), perlu mendapat kajian analisis pada apakah pemaknaan itu dapat membangun konsep universalitas atau justru mempersempit makna dan jatuh pada tribalisme.

Maka jika dikaji dari sudut pandang filosofis universalis dari beberapa istilah seperti: Rumah Bersama, Paseduluran, Gereja: Jemaat, Klasis, Sinode, sementara saya menyimpulkan banyak di antara kita yang memulai pemahaman kita dari konsep universal ke particular. Dengan asumsi bahwa dengan cara pandang yang universal (unity) dapat mengubah budaya komunitas lokal-partikular itu menjadi satu  pemahaman, satu bahasa, satu konsep, satu terminology yang SAMA.

Jika paham ini diterapkan dalam istilah Rumah Bersama, maka metafor Rumah Bersama yang pertama-tama dipahami adalah Rumah Bersama sebagai sebuah situasi universal, unity, homogen (berbeda tapi satu), melampaui eksklusifitas. Tetapi benarkah demikian? Apakah konsep ini bukan sekedar euphoria? Bisa saja yang universal itu jatuh pada tribalisme, ketika orang kemudian atas nama universalisme, keunikan pengalaman dan memori-memori yang dimiliki oleh Jemaat lokal, diabaikan. Yang universal selalu memiliki paham kesatuan (unity). Dan paham itu mengandung resiko penekanan, pemaksaan dan pengabaian keunikan budaya local (partikuler). Misalnya, jika keputusan yang bersifat Sinodal, dengan mengabaikan keunikan dan kebijakan Jemaat lokal, maka hal ini dapat menjadi tribalisme yang dilakukan secara Klasikal atau Sinodal.

Rumah Bersama sebagai “thin”-nya GKSBS di Sumbagsel

Pemahaman yang selama ini berkembang tentang metafor Rumah Bersama sekilas mengandung makna universal. Benar! Dari beberapa diskusi dan kajian yang telah dilakukan, memunculkan warna-warni pemahaman mengenai Rumah Bersama. Ada yang memahami Rumah Bersama sebagai suatu tempat. Ada yang memahami Rumah Bersama sebagai sebuah harapan (eskatologis) akan keuniversalan yang terdiri dari pelbagai perbedaan (pluralitas) yang ada di Sumbagsel. Ada juga yang memahami Rumah Bersama sebagai sebuah situasi di mana setiap orang memiliki kerinduan untuk tinggal bersama dengan yang lain.

Konsep di atas hampir seluruhnya memiliki latarbelakang yang berangkat dari upaya menghargai pergumulan, memori dan sejarah bersama umat Kristen di GKSBS sebagai transmigran di Sumatera Bagian Selatan. Saya menggambarkannya demikian: Rumah Bersama adalah sebuah “horizon” yang semakin lama semakin menipis tatkala semakin berkembang dalam bentuk perjumpaan dengan yang lain. Seperti balon yang membesar. Hal ini dapat diartikan bahwa Rumah Bersama adalah “thin”: semakin universal semakin menipis dan berbaur dengan lyan di Sumbagsel. Tetapi horizon itu berangkat dari yang “thick”: partikel tebal, wujud aslinya, yang particular: komunitas yang memiliki sejarah dan memori tertentu. Seperti wujud padat dari balon sebelum ditiup. Semakin tebal balon semakin besar kemungkinannya untuk berkembang menjadi balon yang lebih besar. Tentu kualitas juga menentukan. Semakin tebal dan kuat komunitas local atau Jemaat, maka semakin besar kesadarannya untuk menerima dan hidup bersama dengan yang lain.

Berangkat dari konsep tersebut di atas, menurut saya akan lebih baik jika Jemaat lah yang disebut sebagai Gereja. Gereja yang terdiri dari orang-orang yang memiliki keunikan dan sejarah serta memori unik-partikular, yang dipanggil keluar untuk menerima adanya keunikan dari komunitas particular lainnya. Kalau masing-masing Jemaat berjumpa dengan kesadaran yang sama, maka apa yang disebut Rumah Bersama sebagai yang universal itu dapat dinikmati oleh semua pihak tanpa meninggalkan keunikan masing-masing. Pada saat-saat tertentu mereka merayakannya bersama-sama dalam bentuk Sidang Klasis atau Sinode. Jadi Sidang Klasis atau Sinode itu sebuah peristiwa perayaan keuniversalan yang berhasil dibangun oleh komunitas-komunitas local.

 

Silahkan baca yang lain...

Silahkan dibagi...Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+Share on LinkedInEmail this to someone

Discussion

7 Responses to “Universalisme atau Tribalisme?”

  1. Tulisan yang menarik dan perlu direfleksikan oleh banyak pihak. Saya cuma mau menambahkan satu contoh kecil saja untuk pengelola website ini. kalau orang Londo ditahbiskan diberi begitu besar porsi liputan dan gambar-gambar yang memperlihatkan kehadiran seluruh Pendeta, sementara pentahbisan pendeta lain sama sekali tidak diberi liputan, disinggungpun tidak, ini sebuah bentuk UNIVERSALISM apa TRIBALISM atau apa ya istilah yang tepat????

    Posted by Pdt. Kristanto Budiprabowo | 16/09/2012, 19:39
  2. Menanggapi komentar dari Pdt. Kristanto, dan bukan bermaksud mengintimidasi pihak lain,seperti yang saya pahami dari apa yang saya tuliskan, saya ingin menyampaikan pendapat bahwa apapun bentuk ideologi yang pada awalnya dianggap baik dan benar,dianggap sebagai yang universal-global karena melibatkan banyak orang, baik yang lokal maupun yang inter2 itu, jika sudah dipaksakan dan cenderung overload, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan…itulah contoh tindakan yang TRIBAL. Lebih tepatnya UNIVERSALISM yang TRIBAL.

    Dalam hal up-dating dalam web gksbs ini, ini masukan yang positif,mungkin akan lebih bijak jika masing2 pihak diberi porsi yang seimbang (adil)bahkan bila perlu lebih mengutamakan keunikan dari komunitas2 lokal. terima kasih

    Posted by sri yuliana | 17/09/2012, 13:14
  3. hehehe….
    kok aneh komentarnya?
    Bisa dijelaskan apa maksud dari komentar itu???

    Posted by Pdt. Kristanto Budiprabowo | 18/09/2012, 00:38
  4. Sebentar… saya jelaskan.
    sampai sejauh ini saya belum mendapatkan konfirmasi dari kedua belah pihak. yaitu, pendapat MPS dengan penolakan penahbisan itu dan pendapat GKSBS Sumberhadi ttg pelaksanaan penahbisan itu.. saya sudah SMS Pdt. Surahmat Hadi sampai 2 kali dan belum ada apa-apa di inbox saya.

    so…. apa yang harus saya tulis sebagai pewarta agar seimbang????

    Posted by Admin | 18/09/2012, 13:51
  5. Ya gampang tha….
    Judulnya: Meski tak direstui MPS dan MPK, sebuah jemaat NEKAD mentabiskan pendeta.

    Isinnya: Pertama, informasi tentang proses sampai pelaksanaan pentahbisan, dinamika dalam jemaat, informasi Majelis setempat, pemuda, warga lain dan sebagainya. Kedua, disebutkan saja penolakan MPS dan MPK dengan alasan-alasan formal yang disebutkan dalam surat, atau kalau perlu kalimat bijak yang sempat keluar dari mulut para anggota MPS mengenai hal ini. Lalu kalau sempat ya pewarta merefleksikan dengan singkat dan penuh kasih. Dengan begitu, nampaknya warta menjadi seimbang, menarik dan memberi bahan refleksi baru bagi para pembaca.

    Trimakasih.

    Posted by Pdt. Kristanto Budiprabowo | 18/09/2012, 17:33
  6. Paragraf terakhir itu sebenarnya yang diubah dari eklesiologi GKJ (dengan konteksnya sendiri) menjadi eklesiologi GKSBS dewasa ini (dengan pergumulan dan perjumpaan dengan banyak pihak dalam hidupnya). Di GKJ, sinode itu persekutuan dari gereja-gereja. bukan gereja. Persis seperti yang Bu Yuli katakan. Dan ketika bicara tentang lokal/konteks siapa itu? Mau tidak mau ya umat dengan kepemimpinan para PRESBITER. Tapi sekian lama kita yakin, sebagai anak GKSBS Sinode itu gereja. Saat GKSBS mengatakan bahwa G dalam singkatan itu Gereja, bukan Gereja-gereja, betapa yakin gologokinya bahwa itu yang paling baik. Namun saat membaca tulisan ini, terus terang saya melihat bu Yuli mengajak mundur kembali (yaa…. agak kayak GKJ gitu).

    Namun perlu mengingatkan, jangan lupa sejarah. Bahwa lahirnya pemahaman G dalam singkatan GKSBS adalah Gereja, bukan gereja-gereja, itu juga punya konteks!!! Konteks bahwa kita ini satu, dalam kewirangan dan kekurangan, ayo sangkul sinangkul ing bot repot. Awakde dhewe ki siji, mitra, ayo memitran. Karenanya dirumuskan bahwa gereja itu SINODE GKSBS.

    Posted by kus aprianto | 21/09/2012, 10:52
  7. Sebenarnya partikular tidak ada jika tidak ada universal, dan sebaliknya universal tidak ada jika tidak ada yang partikular. Yang penting keduanya dengan ketegangan dan pontensinya dikelola….

    Posted by kus aprianto | 21/09/2012, 12:02

Post a comment

*

Related Post

  • Bersahabat Dengan Sampah | SINODE GKSBS […] untuk bank sampah lihat Artikel 14 Maret
  • Liturgi HPII/HPKD 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • dea Syalom , saya dea . Pengumuman seleksi akhir beasi
  • dina widya indraswari syalom saya mau tanya apakah pendaftran beasiswa m
  • dina widya indraswari syalom, mau tanya apakah pendaftaran beasiswa untu
  • njoo mau tanya untuk beasiswa sekolah teologi masih ada
  • Alfrido Shalom, saya mau bertanya. Apakah beasiswa YBO ini
  • Eko Nugroho Doaku ; Semoga Gereja anugerah Tuhan ini tetap sat
  • Febri shalom,maaf saya mau tanya, kenapa formulirnya tid
  • Terbitan Sinode Semester I Tahun 2016 | SINODE GKSBS […] DOWNLOAD […]
  • Janet Jessica Audini Shalom. saya mau nanya, setelah mengisi brosur bea
  • CHRISTIAN SUTRISNO Trim's.
  • Eko Nugroho Sebelumnya, terimakasih atas responnya. Sebenarny
  • Yeru Endies Salam sejahtera... Maaf mau tanya tentang G-AKSI
  • sugianto pelayanan nyata yang luar biasa. selamat berkarya.
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, mohon bantuannya mengenai Rancangan
  • Swisby Simanjuntak dear Admin, karena menurut saya, masalah saya i
  • admin mengapa dihapus? menurut saya biarkan saja.toh bis
  • Swisby Simanjuntak dear admin, Mohon untuk bantuan, apakah sudah b
  • admin terimakasih, sudah ada perbaikan
  • Eko Puji Cahyono Hanya memberikan Info, tlong nama Pnt. Edi Sukarno
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko, Terima kasih banyak buat s
  • Eko Nugroho Bpk Swisby Simanjuntak yang terkasih, Kami meng
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, Terima kasih banya
  • Eko Nugroho Bpk,Swisby Simanjuntak TErimakasih telah berbagi
  • Swisby Simanjuntak Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, S.Si, Mohon bantua
  • Pelangi Cake Halo Pak, sepertinya file yang ada tidak bisa diun
  • Ruly Chesia Purba syalom min, nama saya Ruly Chesia Purba, dari kota
  • Lendius wanimbo gbu
  • rahayu daniel Kepada yang terkasih PDT. SRI YULIANA, M.TH, Se
  • rahayu daniel setelah daniel membaca perjalanan kehidupan keluar
  • admin tunggu saja tahun 2016. ini sudah melewati batas.
  • ruth hutabarat Syalom min. mau nanyak, pengumuman beasiswa ybo ny
  • candra Syalom Dengan hormat perkenalkan nama saya Haris,
  • chatty mintje syaloom... Kami telah mengirimkan format isian un
  • thio syalom.. sya ingin bertanya dimana sya bisa liat
  • harjanto sepertinya persyaratanya sudah disampaikan di bros
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • SHELLY CHATRINE TARIGAN Shalom, Min, apakah akreditasi prodi mempengaru
  • VISTA LUSEN syalom,, saya ingin bertanya .. apakah akredita
  • why di sudut-sudut hati semua manusia ada satu harapan
  • ankgoro Om admin, Foto yang pertama apa gak salah pilih?
  • ankgoro Kegiatannya bagus, tapi kenapa hanya UU Desa? Ap
  • Bonik Mandala Syalom .. saya bonik mandala dari Universitas kri
  • vivi ini beneran kan?
  • rita yurdina salam,pak saya mau nxa,beasiswa ne bsa diikuti lul
  • agus Politik Gereja itu seperti apa ya pak?
  • mesak meha rangga syalom bapak/ibu, saya Mesak mahasiswa bahasa Ingg
  • mesak meha rangga apakah masih bisa saya mendaftar beasiswa ini
  • Susi Eka Pakpahan Shalom Ibu/Bapak.. Sya S1 PAK dari STT Paulus Meda
  • asnita panjaitan syalom... Ibu/Bapak... kemaren saya telah mengir
  • Yorita Ari Syalom... Bapak/Ibu apakh syarat beasiswa telah ki
  • cyauni Syalom... saya cyauni dari Medan, saya kuliah di
  • yustus sakan Salom..saya Yustus Sakan asal Soe-NTT, sekarang sa
  • Oktaviani Puspita Sari Syalom, Sya Oktaviai puspita sari, dari lmpung ua
  • fany pangaribuan shalom, maaf mas saya mau tanya saya mahasiswa an
  • Admin Terimakasih bung Ferry. tapi perlu kami informasik
  • Ferry syalom...salam dalam kasih KRISTUS saya sangat be
  • Ferry syalom....saya sudah krim formulir yang dari YBO k
  • Bunga Ria Yuliana Siahaan syalom pak, saya bunga ria yuliana siahaan dari U
  • Yonas Meti, SE Syallom... kapan akan dibuka kembali pendaftaran
  • Marin Toding K Syalom.. Saya dari GT Tiatira Makassar , sekarang
  • media informasi GKSBS kami sudah menerima informasi dari YBO, silahkan d
  • media informasi GKSBS terimakasih. silahkan dipelajari brosurnya. itu la
  • aldeya veronica Maaf ..untuk tahun 2014..saya mohon informasi beas
  • Dwi Safitri Syalom,sy dari GKSBS Gunung Pasir Jaya,sy kuliah d
  • palaguna lumban gao syaloom saya palaguna lumban gaol,mahasiswa yang
  • palaguna lumbangaol syalom,,,salam damai buat kita semua sblomnya say
  • Ine Abrahams Kalau saya di ambon, darimana dapatkan formulirnya
  • Julius Sugarjanto Departemen apakah yang meng-"cover" nila
  • adista wikana syoom admin... info selanjut nya kapan yaaa sete
  • Eko Nugroho Panitia sudah menghubungi beliau secara langsung v
  • Totok Wiryasaputra Kalau boleh memberi informasi secara jujur, memang
  • Harold JD Waas Syaloom, Saya mahasiswa program Pasca Sarjana (S3
  • nico menghadirkan Pdt. Prof.Dr. Mesach Krisetya? apa ga
  • Adi Purwantoro N Syallom, Bp/Ibu, saya mau tanya apakah ada progra
  • Alfred Ruben Gordon Ta'ek Selamat bagi para peserta yang dapat mengikuti wor
  • Work Plan Juli-Sept 2013 & Raker panitia Ad Hoc Tata Gereja | gksbs [...] Download [...]
  • Martin Syallom. Saya martin, sebagai mahasiswa teologi UK
  • admin Mohon maaf, kami tidak memiliki keterangan yang cu
  • Edward syahlom admin, saya mau nanya ni seputar beasisw
  • Terbitan Sinode Semester II tahun 2013 | gksbs [...] Download [...]
  • Martha Hutabarat Syalom , saya sudah mendapat form formulir , smua
  • desi hutabarat syalom. saya kuliah di universitas HKBP Nommensen
  • Niyoga saya sudah mengirimkan form via pos, kira2 kapan p
  • Ni Putu Prayoni Roshita Saya sudah kirim permohonannya, kapan formulirnya
  • Roni untuk perkenalan awal (seperti berkirim surat, pro
  • sopie syalom saya sudah mengirim formulir permohonannya
  • Achonk Wooowww...Hebat GKSBS dah punya pendeta khusus utk
  • samuel Archie Spinoza mantap... selamat ulang tahun sumberhadi
  • admin Buat teman-teman yang sudah memperhatikan informas
  • sita syalom admin apakah yang mengkuti beasiswa ini
  • benni josapat nababan salam sejahterah, bapak/ Ibu, saya ingin bertany
  • eko nugroho Seorang yang bernama, Dalijo, orang desa, ketika m
  • Kristanto Budiprabowo Ini berita yang menyenangkan dan membawa pengharap
  • victor agustian barcelo untuk informasi dari pihak GPIB blum jelas,,,, ap
  • dwi hosanna syalom.. sy sdh mengirimkan formulir permohonan. s
  • Livia Priscila Syalom. pengiriman surat permohonannya melalui ka
  • Admin bisa.. silahkan datang ke kantor sinode.
  • sopiyanna syalom pak saya masih bisa ambil formulirnya gk?
  • admin Untuk formulir permohonan hasil scanning sudah bis
  • Admin Formulir YBO memang langsung dikirimkan ke Sinode-
  • victor agustian barcelo domisili saya skarang d kota padang pak/bu,,, say
  • Admin syalom mas Victor, kalo boleh kami tahu domisili s
  • victor agustian barcelo syalom pak/bu saya mau tanya bagaimana cara menda
  • admin Terimakasih sudah menghubungi. Karena ini adalah p
  • novie syalom.. kalau bukan anggota gksbs darimana menda
  • sugianto luar biasa. refleksi yang sangat cerdas dan jernih
  • citra purba thn 2013 untuk wilayah Pekanbaru udah ada formulir
  • tatok Ini peristiwa besar yang patut disyukuri oleh selu
  • sri yuliana Mengapresiasi kegiatan ini. Sangat baik bagi para
  • Anggoro Yth, MPS GKSBS & Panitia Ad Hock 1. Setelah
  • etha sagala formulir biasanya bulan feb, bu..
  • Piaf Sudah terlaksana dengan baik. pada diskusi kemarin
  • Endro Wiyono, S. Th mohon diterbitkan buku panduan PA untuk Ibu-Ibu ka
  • Totok S. Wiryasaputra Gereja memang bukan lembaga politik dan tidak perl
  • kristiawan heru terima kasih Pak Tatok, nanti kita akan pelajari h
  • tatok Ini ide yang sangat cemerlang. Setelahbicara Polit
  • Rusman Setuju juga dgn pendapat Pak Bambang, tapi lebih s
  • Admin Setahu saya, beasiswa YBO itu yang mengadakan Yaya
  • Totok S. Wiryasaputra 1. Perceraian bukan sesuatu yang kita harapkan. Ge
  • BUNGA RIA Bukan pak, saya dari Pekanbaru pak, o ya pak, say
  • bambang suseto tergantung siapa yang menilai(mungkin belum bagi m
  • bambang suseto Saya bersukur apabila Gereja dengan tegas masih me
  • sri yuliana Poin penting yang perlu dicermati dalam diskusi po
  • bambang suseto Dalam hal ini saya cocok dg Mas Tatok, Pandangan y
  • tatok Semoga dibaca oleh para pelayan dan pemegang kekua
  • tatok Berpolitik adalah menentukan sebuah pilihan. Ketik
  • Prapto Buku-bukunya hanya untuk BPK Gunung Mulia saja ya?
  • Totok S. Wiryasaputra Saya dapat dihubungi melalui email twiryasaputra@y
  • Totok S. Wiryasaputra Perkenankanlah saya ingin memperkenalkan diri. Say
  • Anto Salam Damai Sejahtera bagi Kita semua, Amin. seben
  • Anto salam Damai Sejahtera Bagi kita semua, Saya orang
  • bambang suseto sangat memalukan ( itu yang ada dalam benak saya )
  • Anggoro Pak Kris yth, Salam kenal & salam hormat, say
  • trismartono Mas Anggoro,(yg mana ya?,maaf karena tdk ada perke
  • agus m mantap.................deh...maju terus...........
  • agus m Mak Comblang................wah...senang sekali de
  • Prapto Komitmenya kok seperti Pokok Ajaran ya.. Tidak usa
  • david bersama kita bisa bercerai kawin lagi? tapi opo
  • why iyo yo..... Why................Why..............W
  • Henriette Antara Metro dan Bandar Lampung. Terkadang kami bu
  • Prapto lokasinya dimana itu? dan apakah ini bagian dari p
  • nicorius selayang pandang, saya melihat fenomena yg telah b
  • kristia ' keterebukaan adalah awal dari pemulihan �
  • sugianto lanjutkan. GBU. salam semangat, om gie
  • nina Shalom, Puji Tuhan, Camp Wanita Bijak terlah be
  • alib bagus - bagus. Saya punya niat mau panggil pendeta
  • Prapto Apakah juga difasilitasi tentang macam-macam keker
  • Surahmat Hadi PENJELASAN SINGKAT ALASAN PENAHBISAN SDR.SUGIANTO,
  • Surahmat Hadi II. SEJARAH SINGKAT GKSBS SUMBERHADI GKSBS Sum
  • Prapto Pak... kok justru hasil diskusi panel ga dicantumk
  • Surahmat Hadi AKU ADALAH AKU Kalau kupikir-pikir terasa aneh
  • Surahmat Hadi Cerita Yakub Namaku Yakub. Ayahku yang memberik
  • sugianto semua: makasih telah membaca dan memberi komentar.
  • yunius irwanto ...perjuangan kita adalah mewartakan kasih dan keb
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Memberitakan sebuah perjuangan kasih, penerimaan p
  • kristiawan heru 3 peran fungsi pemimpin yang pak Gie sampaikan men
  • kus aprianto Sebenarnya partikular tidak ada jika tidak ada uni
  • kus aprianto Paragraf terakhir itu sebenarnya yang diubah dari
  • naomi maria saya mengerti dan bisa menerima tulisan ini. hanya
  • sri yuliana ibu Naomi yang baik, Terima kasih atas komentar
  • naomi maria saya memahami tulisan ini. hanya satu yang tidak b
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Ya gampang tha.... Judulnya: Meski tak direstui M
  • Admin Sebentar... saya jelaskan. sampai sejauh ini say
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo hehehe.... kok aneh komentarnya? Bisa dijelaska
  • sri yuliana Menanggapi komentar dari Pdt. Kristanto, dan bukan
  • Pdt. Kristanto Budiprabowo Tulisan yang menarik dan perlu direfleksikan oleh
  • Giovany Heny Hehanussa saya Giovany Heny Hehanusssa, mau tanya apakah pen
  • agus meski terlambat diucapkan selamat lah ya bu.......
  • agus saya sebagai yang masih muda dan baru belajar ber
  • trismartono BENARKAH GKSBS DIBANGUN OLEH TUHAN YESUS?? Bapak-
  • Totok TS Salam kasih persaudaraan di dalam Tuhan Yesus Kris
  • Christya Salam persaudaraan. Rekan-rekanku sepelayanan,
  • yunius irwanto slamat atas pengutusan nya bu pdt...kupasan yg men
  • yunius irwanto jika memang sangat diperlukan sepertinya perlu dip
  • Totok TS Sobat-sobatku yang saya cintai, hai semuanya salam
  • admin (catatan admin : saya memindahkan komen dari Pak C
  • Christya Yth. rekan-rekan dalam Rumah Bersama, Sungguh
  • Pdt Erik Berhubung saat ini tidak ada lagi yang mengisi dis
  • Surahmat Hadi Menjelaskan yang dimaksud oleh Pdt.Christyo, menge
  • sri yuliana Nah, sekarang bagaimana dengan nasib Tim TG/Paniti
  • Kristanto Budiprabowo Saudara-saudara para pecinta web GKSBS, Seperti
  • Dermina Naibaho ya...ya....mohon dipertimbangkan
  • Liskha Susandra Pabendan , SE Syalom Pengurus, Apa kabar semua , masih ingat
  • yunius irwanto pak Pdt. Christya, saya pun ketika berada dalam pe
  • wahyu kristiono saya senang membaca komentar komentar di atas...ya
  • Kristanto Budiprabowo sekali lagi trimakasih pak Sekum atas penjelasan y
  • Christya Selamat siang kawan-kawan. Supaya ruangan ini b
  • Anggoro GKSBS rumah bersama bukan rumah pribadi
  • Anggoro Yth MPS, saya adalah jemaat GKSBS yang tidak m
  • Feri Nugroho Salam kasih dalam Kristus, Terkejut saya menerima
  • Kristanto Budiprabowo Mula-mula saya mau no comment aja disini, karena i
  • setyo proses yg puanjang dan melelahkan. salut. semoga d
  • Kristanto Budiprabowo NO COMMENT .......................................
  • SUWAJI 1. TERIMA KASIH ATAS KERJA KERAS TIM AMANDEMEN TAG
  • merri ginting syalom... kalo beasiswa S2 untuk tahun 2012 ini m
  • Bambang setiyono Shalom....bos admin maaf ya saya mau tanya ni,,,be
  • pnt Bambang setiyono ya....smoga gksbs berubah dan BERBUAH
  • admin Anggie, tidak bisa. dan sekarang batas akhir penye
  • Anggie Anggraeny Shalom .. apa beasiswa YBO bisa dibuat untuk si
  • Bambang setiyono Saya sangat senang mengikuti seminar ini,semoga ap
  • admin Terimakasih Bunga Ria. Anda dari Bangka Belitung??
  • BUNGA RIA YULIANA SIAHAAN i want to get you ybo
  • admin Anda bisa download brosur. semua keterangan sudah
  • Kenia saya masih boleh mengirim formulir pendaftarannya?
  • Achonk setiap ada keinginan untuk mencapai suatu keadaan
  • sugianto bagus. dan akan semakin bagus jika kita sudah meng
  • Alfred Pemberian yang diharapkan tidak semata-mata harus
  • priskylla shaloom,, saya sebagai jemaat GBI Sukawarna Bandu
  • admin itu bisa di download langsung kok.
  • JeNi syalom... boleh kirim formulirnya via email tdk?
  • Anggie Anggraeny Shalom .. Formulirnya bisa diambil dimana ya, s
  • elfi syalom pak, formulirnya tidak bisa di download. b
  • admin Siwi, coba saja kirim formulir. nanti kan akan ada
  • Chriscahyani saya mau tanya, apakah bisa yang program studi nya
  • admin Selamat siang Mas Budi, formulir ada di kantor sin
  • Budi Santoso Syalom... nama saya Budi Santoso. Maaf pak mau ta
  • admin Mendengarkan cerita dari mereka berdua seperti men
  • tatok RUMAH BERSAMA "(Aku) Tak punya rumah, namun
  • admin Siapa tuh???
  • tatok bisakah dicantumkan photographernya??
  • pdt. tatok trimakasih atas informasi yang menarik mengenai pe
  • bambang sumanto Kiranya harus dipikirkan bersama tentang pergumula
  • kristanto budiprabowo Malam ini muncul ide baru bahwa perlu dipikirkan m
  • teci triangka m Syalom...... Salam sejahtera dlm Kasih Kristus...
  • sugianto ide yang bagus, yang bisa menginspirasi agar kita
  • sugianto laporan yang sangat baik. sangat baik jika para pi
  • pendeta tatok terimakasih atas tulisan yang sangat evaluatif, kr
  • tatok laporan perjalanan yang sangat menyenangkan. Aku j
  • admin Betul Pak Tatok.... aku seneng dengan istilah &quo
  • tatok Senang mendengar teman-teman bisa mengikuti traini
  • Agus Miswanto maksih banget tulisannya dapat menjadi wacana dan
  • Fajar Wah tulisannya bagus penuh inspirasi.. (GKSBS Jamb
  • Ruswanto Bagus tulisan Saudara kiranya dapat meng-inspirasi
  • Ruswanto Bagus tulisannya kiranya meng-inspirasi Jemaat se
  • pdt. tatok trimakasih atas tulisan yang sangat kontekstual de
  • budi gimana kalau ada pemimpin yang udelnya "bodon
  • pdt. tatok sebuah faith-based organisation di era globalisasi
  • sugianto ada juga pemimpin yang tidak punya udel. jadi dia
  • Pnt Alib sip..tapi juga perlu gksbs renungkan bahwa pendeta
  • pdt. tatok sebuah pemikiran yang sangat menarik hasil dari se
  • pdt. tatok Selamat untuk semua kawan yang sedang melaksanakan
  • admin Sdr. Susi yang baik menikmati video di internet me
  • susi shalom.Sy susi dr GKSBS bengkulu (GKSBS Kurotidur)
  • tak ada nama tak ada rupa terima kasih sudah di up load di GKSBS.ORg. Mudaha
  • Alfred Terima kasih kepada MPS GKSBS melalui Staff Kantor
  • Solichin Daniel Sampai saat ini saya masih dan tetap berstatus pen