Kemanusiaan

Situation Report I Mentawai

7,2 Richter Scale Earthquake and Tsunami Mentawai,Indonesia

Reported by GKSBS

Pada kamis pagi (4 Nopember 2010), Tim GKSBS tiba di Sikakap setelah sehari mengalami penundaan penyeberangan dari Padang ke Sikakap karena gelombang laut yang besar. Tulus dan Yunius ditemani oelh Rizki dari GenAssist Padang menumpang kapal barang bersama dengan beberapa kelompok mahasiswa dari Jakarta dan kru TV nasional. Mereka langsung bergabung dengan tim-tim relawan yang berada di Sinode GKPM. Pada hari itu juga Tulus,Yunius dan Rizki melakukan perjalanan laut menuju dusun Muntei Baubau di Pagai Utara dan dusun Purourougat di Pagai Selatan.

Di dusun Muntei Baubau, 71 rumah rusak berat, korban meninggal 116 orang, 36 orang hilang dan pengungsi berjumlah 50 orang dewasa dan 36 anak-anak. Saat tim tiba di dusun ini, sudah ada program pembangunan rumah dari pemerintah (500 rumah untuk seluruh Mentawai) yang dikerjakan oleh TNI. Para pengungsi saat ini mendiami tenda-tenda dan berkumpul di sebuah perkebunan milik warga. Sanitasi di pengungsian sangat buruk dan mereka tidak memiliki dapur umum.

Dari dusun Muntei Baubau, mereka melanjutkan assesment ke dusun Purourougat,Malakopak di Pagai Selatan. Perjalanan ini membutuhkan waktu 2,5 jam menggunakan perahu motor. Sebelum gempa dan tsunami, dusun Purourougat didiami oleh 337 jiwa. Mata pencarian mereka adalah petani pisang, keladi,kelapa dan kako. Tidak ada yang berprofesi sebagai nelayan diantara mereka. Saat terjadi tsunami, seluruh rumah mereka hancur dan tanaman yang tersisa hanyalah tanaman kelapa. Jumlah korban meninggal di Purourougat sebanyak 52 jiwa dan beberapa luka berat dan ringan. Korban luka berat saat ini dirawat di puskesmas Sikakap, sedangkan korban luka ringan dirawat oleh tenaga medis di sekitar dusun Asahan. Dari 90 KK yang ada sekarang, sebanyak 53 KK (sekitar 220 jiwa) mengungsi ke dusun Asahan yang berjarak 3 KM. Sedangkan 37 KK mengungsi ke dusun Muntei Besar.

Pada sore hari, tim kembali pulang ke Sikakap untuk koordinasi menyusun langkah selanjutnya.

Discussion

No comments yet.

Post a comment