Kemanusiaan

Situation Report III Mentawai

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Minggu, 7 Nopember 2010 Pkl.21.19 terjadi gempa kecil di Pagai Selatan dengan skala 5,1 SR. Dari info BMKG, pusat gempa terjadi di 3.74 LS dan 99.37 BT dengan kedalaman 10KM. Segera kami menghubungi Yunius yang saat itu berada di Sikakap. Ternyata gempa itu tidak dirasakan di sikakap.

Selasa, 9 Nopember 2010

Tim GKSBS ke-2 yang bertugas sebagai trauma healing berangkat ke Sikakap menggunakan helikopter dari Muko-Muko Bengkulu. Mereka terdiri dari Imanuel Damayanto dan Wandiyanto yang berasal dari GKSBS Penarik,Bengkulu. Tim ke-2 ini akan menggantikan tim assesment GKSBS setelah melakukan orientasi baik di Sikakap maupun di komunitas Asahan dibantu oleh tim assesment.

Tulus Silitonga,

Mendampingi komunitas Porourougat di Asahan,termasuk mengkoordinir pengungsi dan melakukan pembicaraan dengan penduduk Asahan tentang relokasi pemukiman bagi pengungsi dari Porourougat. Relokasi ini pasti akan dilakukan karena untuk menghindari bencana sosial yang bisa saja terjadi. Hidup menumpang sangat riskan bagi hubungan sosial diantara mereka. Bahan makanan menjadi berkurang, hidup dengan banyak jiwa dalam 1 rumah bisa menimbulkan konflik sosial. Tulus mengkoordinir mereka agar mereka sendiri yang akan menentukan bagaimana dan kapan relokasi itu akan dilaksanakan. Situasi dan perkembangan di dusun Asahan atau Purourougat belum banyak yang bisa dilaporkan karena terkendala komunikasi

Rizki,

Informasi dari Rizki, pengiriman barang akan dilakukan pada kamis,11 Nopember 2010 dari Padang dan akan tiba di Sikakap pada Jumat,12 Nopember nanti. Dari Sikakap akan langsung didistribusikan ke dusun Asahan.

Yunius Irwanto,

Melaporkan bahwa biaya transportasi untuk pendistribusian barang sangat tinggi. Diperkirakan tidak akan bisa dilakukan dalam sekali angkut dari Sikakap ke dusun Asahan di Pagai Selatan dan akan membutuhkan biaya sebesar 12 juta (jika dilakukan sendiri dengan menyewa perahu motor). Bersama dengan lembaga yang berada di Sikakap, mereka memutuskan untuk membeli mesin motor dan nantinya mesin ini akan dihibahkan ke Sinode GKPM. Harga mesin motor ini 40 juta. Lembaga yang akan berkontribusi dalam pembelian mesin motor ini :

  • Cipta Fondasi Komunitas (CFK)
  • Huria Kristen Batak Protestan (HKBP)
  • Community Development Study (CDS)
  • Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS)
  • Dan kemungkinan juga YTBI (hingga koordinasi ini di lakukan belum ada personil dari YTBI yang ada di Sikakap)

Jadi tim akan berkontribusi antara 9-10 juta. Perjalanan dari Sikakap menuju Purourougat/Asahan ditempuh dalam 3 jam jika menggunakan 1 buah mesin motor. Dan akan menjadi 1,5 jam jika menggunakan 2 buah mesin motor dalam 1 perahu.

Info lain :

Sebagian besar pengungsi Mentawai sudah mengalami sakit diare dan maag. Hal ini disebabkan oleh sanitasi dan makanan yang ala kadarnya termasuk juga di Asahan.

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment