Kemanusiaan

Pelatihan Konseling Pastoral HIV/AIDS

Pelatihan ini diselenggarakan oleh JK-LPK dan diikuti oleh Dkn. Sugianto

Sejak setahun lebih saya menjadi relawan JOTHI Lampung. JOTHI singkatan dari Jaringan Orang Terinfeksi HIV AIDS. Beberapa kali saya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh JOTHI. Saya juga terlibat dalam penggalangan dana ke gereja-gereja. Tapi gagal. Saya bersama dengan relawan JOTHI Lampung lainnya mendampingi Junaidi (kasus HIV/AIDS) dalam proses perawatan sampai dengan meninggal. Sejak mendampingin Junaidi almarhum saya merasakan pentingnya ketrampilan pendampingan konseling pastoral bagi ODHA maupun OHIDHA. Saya telah berusaha untuk memiliki ketrampilan yang spesifik dalam bidang konseling-pastoral ODHA dan OHIDHA. Latar belakang ini yang mendorong saya untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini. Maka, sekalipun nombok untuk transport, saya dengan senang hati melakukan.

Materi dan Fasilitator

Sebagaimana tertulis dalam ToR, pelatihan ini memang tidak fokus pada konseling. Ada banyak materi yang bersifat teknis – yang terkait dengan HIV/AIDS juga diberikan. Secara keseluruhan materi yang diberikan sbb:

  • Pengantar – yang menjelaskan mengenai kondisi terakhir dan arah kebijakan pemerintah – dalam hal ini Komisi Penanggulangan AIDS Nasional
  • Voluntary Conseling Testing (VCT) yang merupakan layanan medis, psikologis dan sosial secara terpadu.
  • Konseling Pastoral diberikan dalam 3 sesi.
  • Manajemen kasus – sebuah proses manajemen untuk membantu ODHA dan OHIDHA bisa mendapatkan akses layanan dari para pihak.
  • Advokasi kasus HIV/AIDS
  • Verbatim kasus HIV/AIDS
  • Materi gado-gado yang terkait dengan HIV/AIDS.

Mengapa saya ikut pelatihan ini?

Sejak setahun lebih saya menjadi relawan JOTHI Lampung. JOTHI singkatan dari Jaringan Orang Terinfeksi HIV AIDS. Beberapa kali saya mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh JOTHI. Saya juga terlibat dalam penggalangan dana ke gereja-gereja. Tapi gagal. Saya bersama dengan relawan JOTHI Lampung lainnya mendampingi Junaidi (kasus HIV/AIDS) dalam proses perawatan sampai dengan meninggal. Sejak mendampingin Junaidi almarhum saya merasakan pentingnya ketrampilan pendampingan konseling pastoral bagi ODHA maupun OHIDHA. Saya telah berusaha untuk memiliki ketrampilan yang spesifik dalam bidang konseling-pastoral ODHA dan OHIDHA. Latar belakang ini yang mendorong saya untuk memanfaatkan kesempatan pelatihan ini. Maka, sekalipun nombok untuk transport, saya dengan senang hati melakukan.

Hasil dan Rekomendasi

Meskipun pelatihan tidak fokus pada konseling-partoral untuk ODHA dan OHIDHA, pelatihan ini memberikan informasi yang berharga bagi saya – dan saya pikir bagi gereja. Infomrasi ini diantaranya adalah:

  1. Pemerintah dengan bantuan Global Fund telah menyediakan fasilitas layanan gratis yang bisa diakses oleh ODHA dan OHIDHA.
  2. Bahwa masyarakat ODHA dan OHIDHA banyak yang masih belum tahun mengenai fasilitas layanan yang disediakan oleh pemerintah.
  3. Banyak gereja telah melakukan hal-hal penting, sekalipun kecil, untuk mempersempit penyebaran HIV.
  4. Buku panduan konseling-pastoral HIV/AIDS.

Dengan wawasan yang saya miliki yang saya peroleh melalui pelatihan ini, berikut ini merupakan hal-hal yang bisa dilakukan oleh JK-LPK Region (Persiapan) Sumbagsel, Komunitas KAWAN dan GKSBS:

  1. Melakukan studi pendalaman seberapa isu HIV/AIDS ini relevan dengan keberadaan kita di Sumbagsel.
  2. Melakukan studi pendalaman mengenai seberapa relevan memberdayakan pendeta-pendeta GKSBS untuk menjadi konselor-pastoral HIV/AIDS di Sumbagsel.

***SEKIAN***

Discussion

No comments yet.

Post a comment