Kantor Sinode

Sang Inspirator Pembebasan

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

 

kita semua berduka

sang inspirator telah berpulang
impiannya tentang gereja
nasihatnya pada para aktivis
kesabarannya mendengar
sekali waktu dia berkata:

“Jangan takut menjadi orang Kristen yang adalah transmigran Jawa dan membangun gereja dalam panggilan di sini … ya di sini ….”

(keluarga besar GKSBS)

Silahkan baca yang lain...

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

One Response to “Sang Inspirator Pembebasan”

  1. RUMAH BERSAMA
    “(Aku) Tak punya rumah, namun rumahku di mana-mana. Aku telah menjadikan perjalanan hidup ini rumahku. Aku bersemayam dalam kehidupan ini.”
    – Anand Krishna, 2008 –

    Rumah Bersama bukan sebuah konsep dari awang-awang. Melainkan konsep yang lahir dari upaya memahami sejarah GKSBS mulai dari awal pembentukannya. Sebagaimana dipahami oleh sejarah, bahwa GKSBS dibentuk dan dibangun oleh peristiwa transmigrasi dan peristiwa perantauan. Dari pelacakan ditemukan bahwa kerinduan hakiki dari kaum tersmigran atau perantau adalah menemukan saudara dan menemukan rumah. Kaum transmigran dan kaum perantau memiliki mimpi abadi mengenai adanya sebuah “rumah” yang bisa menerima sebagai saudara dengan tulus. Kaum transmigras dan kaum perantau adalah orang-orang yang memiliki pengalaman gagal di “kampung halamannya” sendiri dan perasaan “bukan siapa-siapa” di negeri orang. Keberadaan rumah yang berani menerima mereka apa adanya, yang benar-benar mau melindungi dan memeluknya sebagai saudara, sangat dibutuhkan. Pemahaman dan keyakinan inilah yang melahirkan konsep GKSBS SEBAGAI RUMAH BERSAMA.

    (Sepenggal bahan diskusi yang paling disukai Pdt. Joko Sudomo)

    Posted by tatok | 14/03/2012, 16:10

Post a comment

Related Post