Kemanusiaan

Assesment di Balinuraga, Lampung Selatan

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Pada kamis, 8 Nopember yang lalu Gerakan Kemanusiaan GKSBS melakukan assessment ke desa Balinuraga pasca konflik yang menelan korban jiwa tersebut. Tim assessment terdiri dari Pdt. Erik Timoteus Purba, Irwan dari YABIMA INDONESIA, dan Pdt. Riyadi Basuki dari Departemen Peningkatan Kesejahteraan GKSBS. Hasil dari assessment adalah sebagai berikut :

  1. Korban jiwa 17 orang (13 orang adalah penduduk Balinuraga dan 4 orang penduduk Agom). Sedangkan luka parah dan ringan tidak terdata dengan baik. Tapi diperkirakan lebih dari 20 orang.
  2. Bangunan hancur/rusak berat 220 rumah (Balinuraga) dan 124 di desa Sidoresno. Sedangkan bangunan rusak sekitar 60 rumah (Balinuraga dan Sidoresno)
  3. Gedung Sekolah rusak ada 2 buah (SD Sidoresno, SMP Balinuraga).

Tanaman (ladang/sawah) disekitar Balinuraga dan Sidoresno rusak. Areal pertanian menjadi jalan masuk sekitar 7000 orang yang masuk menyerbu. Tanaman yang dilewati rusak parah tidak dapat dipanen dan banyak ternak dan persediaan bahan makanan dijarah.

Lembaga yang sudah ada di lokasi adalah

  1. TNI/POLRI (sekitar 4000 aparat masih berjaga-jaga di beberapa titik lokasi).
  2. Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) yang bekerjasama dengan aparat desa untuk pendistribusian bantuan.
  3. Pemerintah daerah yang membuka posko kesehatan dan pengaduan masyarakat bekerjasama dengan pamong desa.
  4. Pramuka yang membantu panitia.
  5. CARITAS, NGO yang membantu ketersediaan fasilitas dasar.
  6. Bagana GP ANSOR Magelang, mendirikan beberapa tenda darurat untuk masyarakat.
  7. Dan saat ini YABIMA/GKSBS (melalui jemaat GKSBS Sidomulyo) juga sudah memberikan bantuan berupa perlengkapan dapur.
  8. dan lembaga-lembaga yang lain

 

Rekomendasi :

Pada 7 hari pasca konflik, pengungsian sudah kosong dan mereka sudah kembali ke pemukiman. di posko yang ada di lokasi sudah ada bahan makanan (kecuali minyak tanah), tetapi mereka kesulitan mengolahnya karena tidak ada perlengkapan memasak yang memadai. Kepala desa I Ketut Wardhana meminta untuk dibantu perlengkapan dapur. Pasokan pangan untuk Balinuraga cukup untuk 1 minggu. kebutuhan pokok untuk 3 bulan kedepan masih sangat dibutuhkan. Ini terjadi karena persediaan pangan di rumah dan lumbung padi telah musnah. Bantuan sandang juga dibutuhkan karena mereka tidak memiliki sandang yang cukup.

Idealnya ada resolusi konflik yang dibangun dari grass root (akar rumput). Karena selama ini kesepakatan-kesepakatan damai masih diantara tokoh-tokoh elit.

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment