Sidang XI Sinode GKSBS

Menjadi Gereja Yang BERDIAKONIA — Tema Sidang XI Sinode GKSBS

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print
Logo Sidang XI Sinode GKSBS

Logo Sidang XI Sinode GKSBS

Tema :

Menjadi Gereja Yang BERDIAKONIA

Sub Tema :

Bersama Masyarakat, Gereja Berpartisipasi Membangun Spiritualitas Kedamaian Menuju Kesejahteraan Yang Bermartabat”

Majelis Pekerja Sinode GKSBS dalam Sidang XI Sinode GKSBS 2015 yang dihimpun oleh GKSBS Klasis Kotabumi ini mengangkat tema: “Menjadi Gereja Yang Berdiakonia”. Tema ini merupakan hasil pemahaman alkitab pada saat rapat MPS yang bersumber dari Kisah Rasul 6: 1-7.

Alasan pemilihan tema ini, yang pertama agar ada keberlanjutan pesan dari tema Sidang IX Sinode GKSBS di Buaymadang tahun 2010 dengan tema: “Berapa Banyak Roti Yang Ada Padamu… Cobalah Periksa”. Pada tahun 2010-2015 GKSBS telah membangun kesadaran dalam mengerjakan panggilan berbagi, dengan meningkatkan kapasitas persekutuan (koinonia) agar dapat bersaksi (marturia) dan melayani (diakonia). Alasan kedua, bahwa konteks kemiskinan dengan segala persoalan dan seruan penderitaan masyarakat telah nyata dilihat dan didengar oleh jemaat sampai hari ini. Seruan itu telah menjadi ungkapan doa melalui syafaat-syafaat di dalam tempat ibadah di mana kita bersekutu, berdoa dan mendengar firman. Niat GKSBS sebagai persekutuan yang menjadi pelaku firman telah menjadi dasar panggilan tugas untuk bersaksi dan melayani di Sumatera Bagian Selatan.

Peta Lokasi Sidang XI Sinode GKSBS di Kotabumi

Peta Lokasi Sidang XI Sinode GKSBS di Kotabumi

Selanjutnya, GKSBS Jemaat Kotabumi yang mendapat giliran untuk menjadi penyelenggara Sidang XI Sinode GKSBS adalah jemaat yang terletak di kabupaten Lampung Utara dengan keadaan khasnya. GKSBS Klasis kotabumi mendapat persetujuan Sidang III Sinode GKSBS pada 7-9 September 1993 bersama dangan GKSBS Klasis Tulangbawang sebagai pembiakan dari GKSBS Klasis Bandarjaya. Setelah selama 23 tahun menjadi Klasis mandiri, kini GKSBS Klasis Kotabumi menunjukkan kemandiriannya mewujudkan persekutuan se-sinode GKSBS dengan menyelenggarakan Sidang XI Sinode GKSBS. Pembiakan tersebut semakin membuahkan hasil dengan bertambahnya jemaat GKSBS Klasis Kotabumi menjadi delapan jemaat dewasa dan mandiri untuk menguatkan panggilan diakonia di Sumatera Bagian Selatan. Oleh karena itu tema menjadi gereja yang berdiakonia sebenarnya sudah berjalan, sedang diberdayakan dan terus dibentuk menjadi budaya GKSBS dengan identitas diakonatnya.

Arah bersama GKSBS dari menghitung berapa banyak “roti” yang ada di setiap jemaat untuk menjadi persekutuan yang bersaksi serta berdiakonia di Sumatera Bagian Selatan ditempa oleh situasi sosial, politik dan ekonomi di setiap wilayah. Namun kuasa kebangkitan Tuhan Yesus yang adalah Kritus, Sang Kepala Gereja telah menguatkan dan meneguhkan GKSBS dimanapun tempat untuk terus bangkit. Pengalaman GKSBS Kotabumi menghadapi situasi sulit saat kegiatan tempat ibadah di jalan pahlawan dihentikan, majelis jemaat bersedia berbagi dan memperhatikan satu kelompok di GKSBS yang minta diperhatikan dan dilayani oleh GKSBS Kotabumi. Iman dan semangat berbagi warga jemaat kotabumi terus menyala dengan menempuh berbagai upaya, sehingga dengan penyertaan Tuhan akhirnya berdiri tempat ibadah yang telah memperoleh ijin dari pemerintah. Dengan fasilitas yang disediakan Tuhan inilah GKSBS Kotabumi menyiapkan proses pembentukan dirinya untuk menjadi gereja yang berdiakonia. Sesungguhnya semangat warga jemaat dan para pelayan di GKSBS Kotabumi mencerminkan juga semangat warga jemaat dan pelayan se-Sinode GKSBS. Gereja terus memandang kepada Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja yang memiliki arah melakukan Misi Allah (Misio Dei), terwujudnya Kerajaan Allah di bumi ini.

Satu hal lagi yang perlu disyukuri dan dirayakan dalam Sidang XI Sinode GKSBS bahwa Tuhan Yesus Kristus telah menyertai kehadiran GKSBS selama 28 tahun. GKSBS dipelihara dengan Sang Firman yang terus menghidupi jemaat. GKSBS ke depan memandang dunia sebagaimana Tuhan Yesus Kristus memandang dunia secara positif bahkan menjadi agenda doa, agar kehendak Allah terjadi atas dunia seperti sorga adanya. GKSBS memahami amanat agung itu adalah cara Tuhan Yesus Kristus memandang bahwa dunia itu suci supaya para murid membaptiskan dengan cara pandangNya. Oleh karena itu di hari ucapan syukur HUT ke-28 Sinode GKSBS, bersama Tuhan Yesus Kristus kita melangkah ke dalam dunia dengan sukacita karena dunia itu suci. GKSBS menjadi gereja yang berdiakonia, dengan perubahan cara memahami (transformasi) memandang secara baru terhadap dunia sampai terwujudnya bumi dan langit yang baru (band. I Pet. 3.13).

Selengkapnya bisa diunduh URAIAN TEMA DAN SUB TEMA SIDANG XI SINODE GKSBS

 

 

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment