Kantor Sinode

Personalia Majelis Pimpinan Sinode GKSBS 2015-2020

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Sidang XI Sinode GKSBS di Kota Bumi pada 4-7 Agustus 2015 yang lalu, salah satunya menghasilkan susunan personalia Majelis Pimpinan Sinode GKSBS untuk periode 2015-2020. Dalam Sidang XI juga mengesahkan pembentukan klasis baru yaitu Klasis Tulang Bawang Barat, hasil pemekaran dari klasis Tulang Bawang.

Susunan Personalia Majelis Pimpinan Sinode GKSBS 2015-2020 sebagai berikut :

 

NoNamaJabatanAsal JemaatKlasis
1Pdt. Totok Triadrianto Sarwono, S.ThKetua MPSGKSBS SebelatBengkulu
2Pdt. Alexius Tri Hariyanto, S.Pd. M.DivSekretaris MPSGKSBS Seputih JayaBandarjaya
3Pnt. Skunda Putra Rencanawan, S.KomBendahara MPSGKSBS PurwodadiMetro
4Pdt. Imanuel Damayanto Nugroho, S.ThAnggota MPSGKSBS PenarikBengkulu
5Dkn. Rini BerdikariwatiAnggota MPSGKSBS Rimbo BujangJambi
6Pdt. Suwaji, S.ThAnggota MPSGKSBS Air SugihanPalembang
7Pdt. Andi Jiron Mandalika, S.ThAnggota MPSGKSBS Pisang JayaBuay Madang
8Pdt. Eko Nugroho, S.SiAnggota MPSGKSBS Way Hitam (Pendeta Tugas Khusus Klasis)Belitang
9Pdt. Lilik Priya Santosa, S.ThAnggota MPSGKSBS Kota NapalKota Bumi
10Pdt. Andri Saragih, S.ThAnggota MPSGKSBS Seputih MataramBandarjaya
11Pdt. Joko Nawanto, S.ThAnggota MPSGKSBS Tirta KencanaTulang Bawang Barat
12Pdt. Ardyo Wiyoso, S.ThAnggota MPSGKSBS MesujiTulang Bawang
13Pnt. Edy SukarnoAnggota MPSGKSBS Gunung BalakSribawono
14Pdt. Theofilus Agus Rohadi, S.ThAnggota MPSGKSBS BatanghariPugungraharjo
15Pdt. Yohanes Fajar Handoyo, S.ThAnggota MPSGKSBS MetroMetro
16Pdt. Sabam Tambunan, S.ThAnggota MPSGKSBS TanjungkarangTanjugkarang
17Pdt. Parningotan Siagian, S.SiAnggota MPSGKSBS MorosenengSeputih Raman

 

 

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

11 Responses to “Personalia Majelis Pimpinan Sinode GKSBS 2015-2020”

  1. Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho, S.Si,

    Mohon bantuannya.
    sedikit cerita; saya sejak kecil sudah menjadi anggota jemaat di GKSBS Marturi di Desa Sumbusari SKPD 1. setelah menikah saya menjadi jemaat HKBP di Pematangsiantar-Sumut.
    Sekarang saya kembali dan aktif bergereja di GKSB Marturia SKPD1 sejak bulan 4 thn 2015 (5 bln).
    Mengingat begitu minimnya dalam bidang kemajelisan di gereja kami, untuk itu saya ingin/bersedia menjadi Majelis disini. dan kebetulan pada bulan Agustus 2015 yang lalu di GKSBS Marturia ada rapat Majelis dan saya terpilih menjadi bakal calon Majelis (kebetulan 2 orang; saya dan ibu Marikena). dan menurut hasil rapat majelis (pimpinan rapat bapak Pdt. Janus Sianturi) memutuskan pada tgl 14 Oktober 2015 nanti akan mengadakan peneguhan calon Majelis di Talangancak-Tanjungsari.
    yang ingin saya tanyakan, apakah kami nanti kedepannya tidak akan ada masalah pak, sementara saya belum lebih dari 1 tahun aktif bergereja di GKSBS dan surat pindah saya dari gereja lama(HKBP) belum saya urus. kedua mengenai ibu Marikena, sepengatahuan saya beliau belum angkat sidi (beliau latar belakangnya dari gereja pentakosta) dan belum ada surat keterangan pindah dari gereja.
    mohon bantuan bapak untuk memecahkan masalah ini.
    terima kasih.

    salam hormat,
    Swisby Simanjuntak

    Posted by Swisby Simanjuntak | 01/10/2015, 07:40
    • Bpk,Swisby Simanjuntak
      TErimakasih telah berbagi ceritanya. Pertama, saya menghargai bpk atas partisipasinya membangun GKSBS ini sebagai Rumah BErsama, terkhusus dalam mengambil bagian membangun jemaat GKSBS Marturia.Sebelumnya, kami menginformasikan bahwa sinode GKSBS, dalam Musyawarah Majelis Sinode yang diadakan pada bulan Agustus 2015 di Kota Bumi telah memutuskan dan menetapkan Tata Gereja GKSBS 2015 sebagai Tata Gereja GKSBS yang baru. Untuk itu, kami sangat berharap Majelis Pimpinan Jemaat untuk segera mempelajarinya secara bersama-sama. MPS GKSBS sendiri akan mengadakan sosialisasi Tata Gereja GKSBS ke seluruh klasis. Nah,kedua terkait dengan pergumulan tersebut, sangat baik jika segera menyelesaikan surat-menyuratnya demi kebaikan bersama. Di dalam Pedoman Jabatan Pelayanan GKSBS menolong kita untuk memahami kedudukan dan fungsi jabatan pelayanan (penatua, pendeta dan diaken)yang setara namun masing-masing punya fungsi yang khas. Syarat penatua dan diaken adalah telah menjadi anggota jemaat sidi, dan tidak mempunyai hubungan suami-istri dari salah satu anggota MJ. Penjaringan calon penatua dan diaken dilakukan oleh Majelis Pimpinan Jemaat. Setelah itu, dalam Musyawarah Majelis Jemaat menetapkan calan terpilih penatua/diaken. kemudian Majelis Pimpinan Jemaat juga mempunyai kewajiban untuk membekali calon penatua dan diaken melalui program pembimbingan calon penatu dan diaken yang diselenggarakan oleh Majelis Pimpinan Jemaat. Pertemuan dalam pembimbingan tersebut adalah 24 kali pertemuan.Setelah melalui proses itu semua, maka Majelis Pimpinan Jemaat akan mewartakan selama 3 kali berturut-turut dalam kebaktian.Kemudian setelah proses pewartaan selesai, calon penatu/diaken akan ditahbiskan oleh pendeta dalam kebaktian jemaat.Majelis pimpinan Jemaat menyediakan pakaian jabatan penatua/diaken(jubah putih dan stola) saat ditahbiskan menjadi penatua/diaken.

      Demikian, yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat dan kami sangat mengucapkan terimakasih kembali atas partisipasi dan kepeduliannya untuk membangun gereja kita, GKSBS sebagai Rumah Bersama. Tuhan memberkati pelayanan Bapak dan kita semua.

      Salam Rumah Bersama

      Eko Nugroho

      Posted by Eko Nugroho | 04/10/2015, 17:05
  2. Dear Bapak Pdt. Eko Nugroho,

    Terima kasih banyak pak atas informasi yang Bapak berikan. Terkait masalah surat pindah saya dari gereja lama (HKBP) itu masih dalah proses pak. dan saya berjanji akan saya usahakan selesai sebelum akhir bulan Desember 2015 nanti.
    Sedikit cerita, kemarin (Minggu, 04/10/2015) kelompok kami (GKSBS Marturia) mengadakan sidang/rapat Majelis di desa Sidyo Mulyo G5. Pimpinan sidang bapak Majelis Widodo S. Dan rapat juga dihadiri Bapak Pdt. Janus Sianturi.
    Salah satu dari pokok-pokok pembahasannya yaitu mengenai keanggotaan majelis baru. Ternyata disanalah saya baru tahu bahwa masih banyak calon MJ yang belum memenuhi persyaratan, salah satunya ada yang seperti saya; belum resmi pindah dari gereja sebelumnya. Kedua, seperti yang Bapak Eko katakan “Majelis Pimpinan Jemaat membekali calon MJ melalui program pembimbingan calon MJ dan mengadakan pertemuan dalam pembimbingan tersebut adalah 24 kali pertemuan. Setelah melalui proses itu semua, maka Majelis Pimpinan Jemaat akan mewartakan selama 3 kali berturut-turut dalam kebaktian Minggu”. Hal itu tidak kami (calon MJ) dapatkan. Hanya (yang saya ingat memang pernah dibacakan dalam dalam hal pewartaan jemaat) 2 kali.
    Masalah lainnya, ada calon MJ di Talangancak masih berusia muda (belum menikah), kalau diprediksi mungkin usianya diatas 20 thn dan dibawah 25 thn (a.n Budi dan Yuli, kalau saya tidak salah). Yang mau saya tanyakan pak, apakah itu bisa diteguhkan menjadi Majelis, mengingat yang pernah saya tahu syarat lain menjadi Majelis/penatua dan diaken harus berwibawa, matang/dewasa (dalam hal ini paling tidak sudah mudah menikah). menurut saya itu masuk akal juga, karena secara psikologinya, (maaf pak bukan saya menggurui) anak muda identik dengan sifat yang masih labil dan dari segi kewibawaannya saya melihat tidak nampak dari calon MJ tersebut (karena saya tidak melihat dia masuk (ada) didalam rapat waktu itu, padahal dia datang tapi hanya diluar saja). padahal Majelis itu kan Pemimpin toh pak, pemimpin jemaat, jadi bagaimana nanti kalau yang mimpin itu seorang, katakanlah orang yang masih labil, kan aneh aja menurut saya, pak. Sementara saya dapat info kalau anggota jemaat di Talangancak itu sekitar 30-an KK lebih, masa tidak ada 1 atau 2 orang (orangtua) yang mau/bisa menjadi calon MJ? berarti disitu (maaf bukan saya mau menghakimi) anggota majelis dalam memilih calon MJ berdasarkan “suka”nya saja, bukan berdasarkan syarat dan kelayakan untuk menjadi anggota Majelis setempat.
    Dan masih banyak lagi masalah2 yang lain dalam Kemajelisan Baru ini yang tidak bisa saya sebutkan lagi. Tetapi diatas semuanya itu saya jadi dan siap/bersedia diteguhkan untuk menjadi salah satu anggota majelis di GKSBS Marturia khususnya di kelompok Sumbusari dan akan diteguhkan nanti pada 14/10/2015, walaupun dalam segi persyaratan saya belum memenuhinya, saya siap diproses secara hukum yang berlaku di gereja GKSBS. karena intinya, saya rindu untuk menjadi pelayan Tuhan.
    Untuk itu saya mohon bantuannya kepada Bapak Pdt. Eko Nugroho agar segera menyelesaikan masalah yang ada di kelompok marturia kami ini, karena mengingat tanggal peneguhan calon majelis baru yaitu tgl 14 Okotber 2015 nanti.
    Demikan untuk saat ini yang masih bisa saya sampaikan. atas perhatian Bapak Pendeta, saya ucapkanbanyak terimakasih.

    Salam hormat saya,
    Swisby Simanjuntak

    Posted by Swisby Simanjuntak | 05/10/2015, 09:39
  3. Bpk Swisby Simanjuntak yang terkasih,

    Kami mengucapkan terimakasih atas kesungguhan bapak dalam pelayanan di GKSBS. Agar supaya pelayanan dapat dilakukan dengan semakin baik, maka sungguh amat baik jika ada persiapan terlebih dahulu dalam pembekalan-pembekalan yang diselenggarakan oleh MPJ.

    Nilai-nilai utama GKSBS sebagai Rumah bersama adalah persaudaraan, penghargaan, kesetaraan, dan partisipasi. Semua orang adalah penting dan berharga di GKSBS. Semua orang diundang dan punya hak yang sama untuk berpartisipasi memenuhi panggilan mewujudkan Rumah BErsama bagi semua orang. Pemimpin adalah kawan, teman, sahabat,dan saudara bagi semua orang. Relasi yang dibangun adalah perkawanan, persaudaraan dan bukan kekuasaan.

    Kita punya kebutuhan yang sama, yakni membangun dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan di jemaat-jemaat GKSBS.

    Semoga ini dapat menginspirasi semua pihak. Selamat melayani di GKSBS sebagai Rumah BErsama. Tuhan memberkati

    Salam Rumah Bersama

    Eko Nugroho

    Posted by Eko Nugroho | 06/10/2015, 14:22
  4. Dear Bapak Pdt. Eko,

    Terima kasih banyak buat saran, waktu dan nasehat terlebih pengetahuan yang Bapak Pendeta berikan kepada saya.Saya bersyukur bisa berkomunikasi dengan Bapak melalui website ini sehingga saya memperoleh ilmu yang begitu berarti bagi saya, terima kasih sekali lagi saya ucapkan kepada Bapak Pendeta Eko. Saya berharap kiranya Bapak sudi dan tidak bosan-bosannya mendengar keluhan-keluhan saya didalam persekutuan khususnya di kelompok kami Marturia. Semoga GKSBS sebagai Rumah Bersama semakin maju dan berkembang.

    Akhir kata saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak pendeta atas perhatian dan waktunya. Kiranya Tuhan memberkati kita semua. Amiin..

    Best regards,
    Swisby Simanjuntak
    082168905984

    Posted by Swisby Simanjuntak | 07/10/2015, 07:57
  5. Hanya memberikan Info, tlong nama Pnt. Edi Sukarno di ganti Edy Sukarno,
    Kemudian alamat gereja GKSBS Gunung Balak adalah
    Ds. Bandar Agung, Rk.08/Rt.19, Kec. Bandar Sri Bhawono, Kab. Lampung Timur 34199.
    dan tidak lagi menggunakan alamat GKSBS Sumberhadi.
    Hormat kemulyaan hanya unruk Tuhan.
    Trims pak Eko N.

    Posted by Eko Puji Cahyono | 24/10/2015, 14:12
  6. dear Admin,

    karena menurut saya, masalah saya itu sudah lama, dan sekarang, toh sudah berjalan (sudah terjadi) walaupun dalam hal persyaratan belum sesuai dengan tata gereja GKSBS.
    terima kasih kalau memang itu bisa menjadi sesuatu untuk semua. mudah2an bisa membangun.

    Salam Rumah Bersama,
    Swisby Simanjuntak

    Posted by Swisby Simanjuntak | 22/12/2015, 11:15
  7. dear Admin,

    mohon bantuannya mengenai Rancangan Khotbah Semester 1. dimana didalamnya ada yang tidak saya temukan, yaitu mulai di minggu tgl 14 Februari 2016 s.d minggu tgl 15 Mei 2016.
    demikian saya sampaikan. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

    best regards,
    Swisby Simanjuntak
    GKSBS Marturia Klasis Belitang

    Posted by Swisby Simanjuntak | 16/01/2016, 12:03

Post a comment