Refleksi

Rumah Adalah RASA dan PERSPEKTIF

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

cropped-header.pngSetiap orang, sejatinya, mencari rumah. Rumah adalah tempat atau keadaan, dimana mereka menemukan kedamaian yang sejati. Puluhan ribu kilometer ditempuh, supaya orang bisa kembali ke rumah. Beragam upaya dilakukan, supaya perasaan di rumah ini tidak hanya datang sesaat, tetapi menetap di dalam diri.

Rumah adalah rasa. Rumah tampil ke depan mata, ketika kehangatan membungkus dada. Rumah menjadi nyata, ketika senyum dan tawa menggores di bibir. Rumah menjadi hidup, ketika kebahagiaan bisa dibagi di antara orang-orang terkasih.

Rumah juga adalah perspektif. Ia tampil, ketika kita melihat dunia dengan kaca mata yang tepat. Ia terlihat, ketika kita membersihkan diri dari bercak-bercak kotor yang membuat kabur sudut pandang kita. Rumah menjadi tak hanya kata, ketika pikiran dan realita berjalan bergandengan tangan.

Sedihnya, banyak orang tidak menemukan rumah dalam hidupnya. Mereka boleh saja memiliki rumah mewah dan harta berlimpah. Namun, kehangatan dan kedamaian yang sejati tetap tak tergapai di dalam jangkauan tangannya. Yang tersisa hanya buih-buih kemewahan kosong yang dibungkus dengan gemerlap permata.

Jika orang tak mampu menemukan rumah dalam hidupnya, ia akan menderita. Ia akan terus merasa kesepian, walaupun dikelilingi oleh keluarga, teman dan sahabat. Ia mengalami paradoks masyarakat modern: kesepian di tengah jutaan orang. Tak jarang, orang bunuh diri untuk lepas dari kesepian dan penderitaan.

Ada kalanya, keluarga dan sahabat tidak bisa menyediakan rumah yang kita harapkan. Sebaliknya, mereka justru menjadi perusak rumah dan pencipta kesepian. Penolakan dan penilaian datang dari mata dan mulut mereka. Kita justru merasa hampa dan menderita, ketika bersama mereka.

Namun, kita harus sadar, bahwa rumah sejatinya adalah sudut pandang dan rasa. Ia tidak datang dari luar, melainkan dari dalam diri. Maka, kita perlu mencari rumah di dalam diri kita sendiri di sini dan saat ini. Rumah tidak terletak di masa depan sebagai harapan, melainkan sebagai kesadaran yang sepenuhnya berpijak disini dan saat ini.

sumber : rumahfilsafat.com

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment