Kabar PGI

DEKLARASI TORAJA: ALLAH SANG EMPUNYA BUMI

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print
Peserta Lokakarya Pegiat Lingkungan Hidup di Toraja.

Peserta Lokakarya Pegiat Lingkungan Hidup di Toraja. Paling kiri adalah Pdt. Imanuel Damayanto Nugroho, utusan GKSBS.

PENGGIAT LINGKUNGAN KEMITRAAN PKN-PGI

Kami adalah pegiat lingkungan hidup dari 6 Gereja di Indonesia Bagian Barat dan Timur [GKSBS, GKI Sumatera Utara, GBKP, GKP, GKJW, Gereja Toraja], dalam kemitraan emansipatoris partnership bersama Protestance Kerk Belanda, beserta Pemerintah Daerah Toraja dan Pemerintah Daerah Toraja Utara dengan ini menyatakan keyakinan kami bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah dan milik Allah. Dengan berfirman Allah telah menciptakan langit dan bumi. Sebelum manusia tercipta, Allah menyediakan bentangan alam semesta dengan segala isinya  sebagai rumah bersama, antara manusia-Allah- dan mahluk ciptaannya yang harmonisasi dan sempurna. Allah memberi perintah kepada manusia, yang adalah bagian dari ciptaanNya, untuk mengelola alam semesta secara bertanggung jawab, agar alam bisa harmoni dan lestari secara berkelanjutan, untuk kehidupan bagi semua ciptaan Tuhan.

Manusia lupa bahwa bumi ini adalah ciptaan Allah, dan Allahlah sang empunya bumi ini. Keadaan bumi saat ini sungguh-sungguh bertambah rusak di tangan manusia. Sumber penyebabya adalah keserakahan dan ketamakan manusia sebagai akibat dosa. Dengan sadar dan sengaja manusia telah merusak alam  sehingga terjadi ketidakseimbangan alam yang pada akhirnya menimbulkan ancaman bagi kehidupan manusia itu sendiri. Eksploitasi sumberdaya alam tanpa memperhatikan dampak bagi lingkungan secara pelan tapi pasti menimbulkan bencana bagi kehidupan. Kini bencana menimpa manusia, perubahan iklim, berkurangnya sumber-sumber air, udara yang tidak sehat, bencana banjir, bencana tanah longsor dan berbagai bencana yang diakibatkan oleh tindakan manusia itu sendiri.

Kami prihatin dengan kondisi alam yang telah rusak seperti berkurangnya kawasan hutan, pengelolahan limbah seadanya, tercemarnya udara, tanah dan air, yang pada akhirnya mengancam keanekaragaman hayati, yang adalah anugerah Allah, kini kita sadar bahwa suara alam adalah suara Tuhan.

Berdasarkan kenyataan-kenyataan di atas, dengan ini kami menyerukan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Kepada Gereja dan Warga Gereja :
    • Gereja dan warga Gereja harus sungguh-sungguh terlibat secara aktif memelihara alam ciptaan Tuhan.
    • Gereja dan warga Gereja harus mampu menyuarakan suara kenabian ketika melihat praktek-praktek ekonomi yang mengakibatkan rusaknya lingkungan sekitar.
  2. Seruan kepada Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI)
    • Agar PGI bersama mitra-mitra yang ada secara sistimatis membuat program-program yang berbasis lingkungan dan sekaligus membuat aksi nyata di lapangan sebagai wujud tanggung jawab dalam memelihara alam ciptaan Tuhan.
  3. Seruan Kepada Pemerintah Daerah
    • Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara harus membuat langkah-langkah kongkrit untuk menjaga lingkungan sepanjang sungai sa`dan di wilayah pemerintahan masing-masing
    • Untuk mengurangi Konsentrasi Gas Rumah Kaca yang menyebabkan Perubahan Iklim kami menghimbau kepada pemerinah daerah untuk secara sungguh-sungguh membuat program-program pembangunan yang rendah emisi dan membuat program-program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
    • Kami mendukung program-program untuk menggunakan energi terbarukan.
    • Agar pemerintah harus mendengar suara masyarakat lokal dan memastikan keterlibatan mereka dalam setiap pemanfaatan sumber daya alam
  4. Seruan kepada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan Sumber Daya Alam
    • Kami menyerukan agara pihak-pihak yang ingin mengekplorasi SDA, sungguh-sungguh memperhatikan dan memastikan bahwa tindakan eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya alam tidak akan memberikan dampak negative yang berkepanjangan kepada lingkungan dan masyarakat local.
    • Agar para pihak yang ingin mengeksplorasi SDA, membuat program-program peningkatan kapasitas masyarakat lokal secara sistimatis dan terencana agar mereka bukan menjadi objek tetapi menjadi subjek dari pemanfaatan SDA di sekitar mereka.

Demikianlah pernyataan kami, semoga Allah Pencipta alam semesta menolong semua pihak untuk bersama-sama memelihara berlangsungnya kehidupan yang harmonis secara berkesinambungan.

Tangmentoe, 14 Oktober 2016

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment