Kabar Jemaat

Gerakan Kebaikan dari GKSBS Padangratu

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh muka bumi ini, nyaris membuat semua aspek kehidupan menjadi tidak normal. Mulai dari pola hidup yang paling sederhana, yaitu tentang cuci tangan menggunakan sabun hingga moblilitas manusia yang tiba-tiba harus dibatasi, bahkan di stop. Kita semua sudah menyadari kondisi yang belakangn ini terjadi. Tiba-tiba kita sering sekali mendengar kosakata seperti sabun, masker, cuci tangan, social distancing, dan sebagainya. Mulai dari masker yang langka hingga barang-barang yang di kondisi normalnya mudah sekali kita temui, menjadi sangat langka di situasi sekarang.

Berawal dari chatting di WA Group para pemuda, kini GKSBS Padangratu membuat gerakan kecil untuk membuat masker kain untuk semua. Siapa bisa melakukan apa di kondisi seperti ini? Begitulah pertanyaan yang digulirkan dan terus merangsang pemuda GKSBS Padangratu untuk bisa melakukan kebaikan.

” Kami memulai dengan langkah kecil yg paling bisa dilakukan, yaitu membuat masker. Kebetulan kami memiliki orang tua, mbah, pakde, bude om, bulik yg bersedia dengan sukacita untuk membantu menjahit. Untuk kain dan benang dibuka kesempatan untuk donatur “.

Respon yang sepi saat awal gerakan dimulai sempat membuat para pemuda ini ciut. Tapi seketika semangat ini muncul dan terus membersar. Majelis Jemaat sangat mendukung gerakan kebaikan ini.

“Kami diberikan anggaran oleh Majelis. Padahal kami agak khawatir tidak akan mendapat dukungan. Tapi ternyata Majelis sangat mendukung. seketika semangat tinggi ini.”

Para pemuda ini juga membuka donatur melalui OVO, GOPAY, DANA dan Transfer bank. Target awal gerakan ini hanya untuk warga jemaat GKSBS Padangratu, yaitu sekitar 400 helai masker. Tetapi per tadi malam sudah ada 650 potong pola yg siap untuk dijahit. belum termasuk yg sudah jadi. Rencana akan dibagikan juga kepada tetangga dan masyarakat di sekitar gereja dan sekitar anggota jemaat.

*diceritakan oleh Elisabeth Agustina
*ditulis dan diedit oleh D. Setyo Harjanto

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Discussion

No comments yet.

Post a comment