Renungan Adven Minggu #1 – TERUS BERJALAN DALAM TERANG PENGHARAPAN

[Oleh: Pdt. Sri Yuliana, M.Th] – Ada sesuatu yang baru di gereja pada Hari Minggu ini. Ada sebuah hiasan yang terdiri 5 buah lilin, 3 lilin ungu, 1 lilin merah muda (pink) dan 1 lilin besar berwarna putih. Kelima lilin itu dipasang pada senuah lingkaran yang terbuat dari daun-daun berwarna hijau. Hiasan tersebut adalah Lingkaran Adven [Adventskranz] atau Lilin Adven.

Hari ini, Minggu Pertama Adven kita menyalakan satu lilin ungu yang merefleksikan harapan, dan selanjutnya minggu-minggu kita menyalakan lilin kasih, sukacita (lilin merah muda), perdamaian dan akhirnya pada saat Natal kesemua lilin bersama satu lilin putih besar yang melambangkan terang atau Kristus dinyalakan bersama. Kelima lilin tersebut diikat dengan daun-daun hijau yang melambangkan keabadian. Jadi pengharapan, kasih, sukacita dan perdamaian yang bersumber dari Kristus adalah sebuah  kesatuan yang abadi.

Percaya, harapan dan cinta, rangkaian yang indah.
Percaya, harapan dan cinta, menjadi satu
Percaya, harapan dan cinta, untuk semua
Percaya, harapan dan cinta, untuk kita pula

Demikian lantunan Titiek Sandhora dan Muchsin pada tahun 1980, mengingatkan kita akan harapan-harapan kita di penghujung tahun ini. Ketika tahun yang lalu kita memiliki harapan-harapan untuk tahun 2020 yang lebih baik ternyata tahun ini kita mengalami Pandemi COVID-19 yang mungkin memupuskan harapan-harapan kita, walaupun demikian saat ini kita pun memiliki harapan-harapan yang baru pula: Vaksin COVID-19 sudah tersedia, sekolah-sekolah akan mulai dibuka kembali pada Januari 2021, dan kitapun akan menatap tahun 2021 dengan harapan baru.

Pada awal masa-masa pra-pandemi, kita menyaksikan tayangan di televisi betapa situasi di Wuhan begitu mencekam. Demikian pula ketika pandemi, pasie terkonfirmasi makin hari makin banyak, rasio pasien meninggal yang begitu tinggi, semuanya menakutkan. Namun kini harapan sudah ada. Hanya dalam kegelapan kita dapat melihat bintang, demikian kata pepatah. Hanya melalui kesukaran kita dapat menghargai anugerah.

Pengharapan adalah terang dalam kehidupan kita, apalagi sebagai orang Kristen, kita sangat akrab dengan firman Tuhan dalam 1 Korintus 13:13, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, . . .” Iman atau percaya, mendorong kita untuk kita bertindak, karena kita percaya kita dapat melakukannya, harapan atau pengharapan, membuat kita bersemangat melakukannya karena ada hasil yang akan kita capai dan cinta atau kasih membuat kita tidak terbebani untuk mengerjakannya.

Demikianlah, marilah kita memasuki Minggu Advent Pertama dengan penuh pengharapan bahwa kita akan memasuki tahun-tahun berikutnya dengan harapan-harapan baru bersama Kristus yang kita nantikan kedatangan-Nya. Lilin-lilin berwarna ungu melambangkan pertobatan dan refleksi diri. Kita boleh memiliki harapan-harapan baru, cita-cita tinggi, tetapi apakah harapan-harapan itu sudah sesuai dengan kehendak Kristus, apakah harapan-harapan itu bermanfaat bagi orang lain atau demi kepuasan diri sendiri? Apakah harapan itu akan kita raih dengan nilai-nilai yang etis ataukah dengan segala cara? Itulah refleksi kita di Minggu Pertama Masa Adven ini. Dan harapan harus disertai dengan kasih, sukacita, damai sejahtera/pendamaian serta dalam Terang Kristus.

Jika kita saat ini masih bergumul dengan harapan-harapan kita, mari kita nyanyikan bait-bait terakhir dari lagu Titiek Sandhora dan Muchsin  . . .

Cobalah kau berjalan, hirup udara nyaman
Hindarkan kepedihan, tersenyumlah…

Bawalah semua persoalan dan pergumulan kita kepada Sang Terang, karena hanya orang-orang dalam gelap dapat melihat terang lebih jelas. Selamat Memasuki Minggu Pertama Masa Adven.

*Pdt. Sri Yuliana, M.Th saat ini berkerja di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
Gambar: diambil dari jalankecil.com

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print