Makna Puasa

Tanggal 17 Februari 2021 kita akan memasuki Masa Pra Paska. Dengan diawali dengan Rabu Abu, kita akan memasuki masa puasa Paska.

Puasa menurut KBBI adalah menghindari makan minum dengan sengaja. Dalam Alkitab PL dan PB juga disinggung tentang puasa, banyak tokoh-tokoh Alkitab yang melakukan puasa, tetapi tujuan dan jangka waktunya satu dengan yang lain juga berbeda-beda sesuai dengan konteksnya. Ada yang berpuasa dalam jangka waktu satu hari, tiga hari, ada pula yang empat puluh hari. Misalnya Ayub dan penduduk Niniwe, berpuasa dalam rangka menyesali dosa. Ratu Ester menyerukan berpuasa kepada orang Yahudi selama tiga hari, supaya Ratu Ester dapat selamat menghadap raja, dan bangsa Yahudi tidak dimusnahkan dimuka bumi. Tuhan Yesus juga berpuasa selama empat puluh hari.

Dari contoh di atas setidaknya kita tahu bahwa puasa adalah aktivitas yang dilakukan dengan sengaja dalam rangka membangun relasi yang lebih baik dengan Allah, sesama dan  diri sendiri. Yang penting untuk diperhatikan saat berpuasa adalah kesalehan pribadi dan sekaligus berguna bagi sesama.

Sebagaimana dalam tradisi gereja, begitu juga dengan kita di GKSBS juga melakukan puasa selama 40 hari lamanya yaitu mulai dari Rabu Abu sampai dengan sampai dengan Paska, tanpa menghitung hari Minggu, karena pada hari Minggu kita tidak berpuasa sebab setiap hari Minggu kita merayakan kemenangan (kebangkitan Yesus Kristus).

Dalam Rapat MPS VIII, tanggal 3-5 Februari 2004, telah dibahas cara berpuasa yang dianjurkan oleh GKSBS yaitu dalam 2 bentuk:

  1. Mati raga dengan penerapan: Pada siang hari tidak mengkonsumsi apapun juga secara total. Makan atau kegiatan konsumsi lainnya hanya dilakukan sekali pada waktu malam [bersamaan dengan jam makan malam]. Menu yang dimakan adalah menu keseharian.
  2. Pantang/Tarak dengan penerapan: Mengurangi jumlah atau kualitas dari yang biasanya dikonsumsi. Misalnya; biasanya makan 3 kali sehari dirobah menjadi 2 kali sehari bahkan 1 kali sehari. ( mengurangi frekuensi dan porsinya), merokok biasanya habis 2 bungkus sehari diubah menjadi 1 bungkus sehari dan bisa berkurang kembali menjadi satu batang sehari. Harapannya malah bisa berhenti merokok dalam rangka hidup sehat.

Dari 2 bentuk puasa di atas, diharapkan terjadi relasi yang intim dengan Allah, yang membuat kita mendapatkan semangat baru, dan sekaligus hasil puasa dapat dirasakan oleh sesama.

(sumber: Panduan Masa Perayaan Paska dan Pentakosta GKSBS 2021)

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print