Sarasehan Masa Perayaan Paska dan Pentakosta 2022

Tema dan penjelasan gambar MPPP GKSBS 2022

Sesuai dengan kalender gerejawi, dari awal Maret sampai dengan awal Juni tahun ini, kita kembali menjalani Siklus Paska atau yang secara khas GKSBS diberi nama Masa Perayaan Paska dan Pentakosta (MPPP). Penamaan ini tidaklah terjadi dengan tiba-tiba. Sampai 2010, namanya masih Masa Penghayatan Paska (MPP) karena materi yang disajikan memang berakhir di Hari Paska. Pada 2011, cakupan materinya meluas sampai ke Hari Pentakosta sehingga namanya pun mengalami penambahan menjadi Masa Penghayatan Paska dan Pentakosta (MPPP). Seiring dengan semakin dikembangkannya pendekatan apresiatif di GKSBS,   istilah “penghayatan” pun diganti dengan “perayaan” sejak 2013. Jadilah sampai sekarang, masa gerejawi yang sedang kita jalani ini dinamai Masa Perayaan Paska dan Pentakosta dengan singkatan tetap MPPP.

Seiring dengan semakin dikembangkannya pendekatan apresiatif di GKSBS,   istilah “penghayatan” pun diganti dengan “perayaan” sejak 2013.

—— —–

Seperti Siklus Paska pada umumnya, MPPP tahun ini (seperti juga MPPP sejak 2012) mencakup Masa Prapaska, Pekan Suci dan Masa Paska. Selain itu, mulai tahun ini ditambahkan juga Minggu Trinitas atau Minggu Tritunggal Mahakudus yang menurut kalender gerejawi pada umumnya mengawali Siklus Biasa sesudah Pentakosta. Masa Prapaska dimulai dari Rabu Abu (46 hari sebelum Hari Paska), melewati Minggu Prapaska I-V dan memuncak pada Minggu Prapaska VI (Minggu Palma dan Sengsara). Minggu Palma dan Sengsara ini sekaligus mengawali Pekan Suci (sepekan yang dikhususkan untuk mengenang hari-hari terakhir Yesus, khususnya malam terakhir sebelum Dia disalib, penyaliban dan kematian-Nya, serta penguburan-Nya). Sesudah Pekan Suci, dimulailah Masa Paska dengan perayaan Malam/Fajar Paska. Masa Paska ini akan terus berlangsung sampai Hari Pentakosta. Seminggu sesudah Pentakosta, dirayakanlah Minggu Trinitas atau Minggu Tritunggal Mahakudus yang mengingatkan bahwa sejatinya, baik “penciptaan dan pemeliharaan” (yang identik dengan karya Allah Bapa), “penebusan” (yang identik dengan karya Yesus Kristus Sang Anak), maupun “pembaruan” (yang identik dengan karya Roh Kudus) adalah “karya bersama di dalam harmoni sempurna” dari Allah Tritunggal: Bapa, Anak dan Roh Kudus: tiga ‘pribadi’ yang berbeda namun esa hakekat-Nya dan setara kedudukan-Nya.

Sekarang, sebelum ‘menyusur jalan panjang’ melintasi semua yang baru saja disebutkan, baik jika lebih dahulu kita ‘melihat peta’-nya. Memang, ‘peta’ tersebut mungkin sudah pernah atau bahkan sudah berulang-ulang kita lihat. Namun, untuk tahun ini, sesuai dengan tema “Menjadi GKSBS”, ‘peta’ tersebut telah ditambahi (meskipun mungkin belum lengkap) dengan ‘tanda-tanda lokasi’ dari berbagai “beban” dan “keterpanggilan” peninggalan sejarah GKSBS (termasuk kita) yang mungkin selama ini luput dari perhatian. Penambahan ini dimaksudkan agar sementara ‘menyusur jalan panjang’ MPPP, kita akan menemukan berbagai beban dan keterpanggilan peninggalan sejarah GKSBS, termasuk yang mungkin sudah terpendam sedemikian. Bahkan, lebih jauh lagi, dengan bersandar pada hikmat dari Allah Tritunggal, kita juga akan “memilah-milah beban”  serta “memberi diri dimurnikan dan diteguhkan (lagi) dalam keterpanggilan” yang telah (kembali) kita temukan.

Silakan mengunduh bahan Sarasehan Masa Perayaan Paska dan Pentakosta GKSBS 2022 pada link di bawah ini

———-

———-

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print