GKSBS Lembah Seputih Merayakan Paska Bersama Yang Lain dan Untuk Yang Lain

“Kami juga bersama dengan berbagai agama dan etnis. Ada teman-teman Pecalang, dan Banser Ansor”

Hari ini adalah Minggu Paska. GKSBS Lembah Seputih kembali mengadakan aksi kemanusiaan berupa donor darah bersama. Aksi ini menggandeng PMI Lampung Tengah untuk memfasilitasi para pendonor darah untuk berbagi.

GKSBS Lembah Seputih bersama masyarakat lintas agama dan etnis di Seputih Raman

Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Lembah Seputih adalah salah satu jemaat di Klasis Seputih Raman. Letak pastori jemaat ini berada di desa Rama Murti 1, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah. Selain di Rama Murti 1, Jemaat yang digembalakan oleh Pdt. Alfred Ruben Gordon Ta’ek, S.Si ini memiliki empat kelompok pelayanan lagi yaitu Kelompok Rama Gunawan (RG), Kelompok Rukti Endah (RE), Kelompok Rejo Qhaton (RQ) dan kelompok SB5. Jadi GKSBS Lembah Seputih ini total memiliki 5 kelompok pelayanan.

“Setiap tahunnya, kami menyelenggarakan program donor darah ini sebanyak 3 kali, yaitu saat Perayaan Paska, kemudian perayaan HUT Republik Indonesia, dan terakhir saat Perayaan Natal”, demikian Pdt. Alfred menjelaskan program di gerejanya. Lebih lanjut, Pdt. Alfred menjelaskan bahwa Majelis Jemaat sudah membuat Rencana Anggaran dan Belanja (RAB) khusus untuk aksi donor darah ini yaitu sebesar Rp. 12.600.000,- tiap tahunnya. “Hari Paskah ini, kami berhasil mengumpulkan 47 orang untuk diambil darahnya di dalam bis donor darah milik PMI Lampung Tengah”, ujar beliau menjelaskan lebih lanjut.

Anggaran dari Majelis Jemaat ini digunakan untuk memberikan kenang-kenangan kepada pendonor, seperti kaos dan handuk, juga jika tidak bertepatan dengan masa puasa ramadhan, Majelis Jemaat GKSBS Lembah Seputih juga menyediakan makanan dan minuman untuk dinikmati bersama.

“Kami juga terus menghimbau dan mempublikasikan program ini agar banyak pihak yang berkenen untuk saling berbagi demi kemanusiaan. Bahkan kami memiliki WA Group khusus para pendonor sehingga membantu kecepatan akses informasi bilamana ada masyarakat yang membutuhkan donor darah secepatnya”, Pdt. Alfred Ruben Gordon Ta’ek menutup ceritanya.