Merajut Tali Persaudaraan dan Memperkuat Budaya Komunikasi Apresiatif

GKSBS Sumberhadi melihat adanya warisan budaya komunikasi dari para leluhur bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Warisan budaya itu diungkapkan dalam peribahasa jawa; ”Ajining diri iku saka lathi”, yang artinya kehormatan seseorang itu diungkapkan dari ucapan bibirnya. Maka para leluhur Jawa mengelola komunikasi dengan suatu aturan yang disebut “TATAKRAMA”. Tujuan dari Tatakrama tersebut adalah “ngenakken tyasing sesami” (Membuat sesama merasa senang, merasa dihargai).

Gereja sebagai pembawa khabar baik tentu akan menjadi lebih baik jika mengkomunikasikan khabar baik dengan budaya komunikasi yang baik, budaya komunikasi yang didorong oleh semangat menghargai sesama, yang menolong orang siap menerima khabar baik.

Pada 20 April 2022 yang lalu, GKSBS Sumberhadi merayakan HUT ke-44. Pada moment indah yang berdekatan dengan Hari Paska ini, Majelis Jemaat menyelenggarakan rangkaian kegiatan mulai dari kerjabakti memperbaiki jalan desa pada tanggal 14 April 2022, perayaan Kebangkitan Kristus dalam ibadah Paska 17 April 2022 yang juga perlombaan-perlombaan yang menciptakan kebersamaan dan keseruan, dan diakhiri dalam perayaan hari jadi GKSBS Sumberhadi yang ke-44 ini pada 20 April 2022.

Rangkaian kegiatan perayaan paskah tahun 2022 dan Perayaan HUT ke 44 GKSBS Sumberhadi. Rangkaian kegiatan ini telah menjadi arena bagi segenap warga jemaat GKSBS Sumberhadi untuk memperkuat budaya komunikasi apresiatif. Hal tersebut dilaksanakan dengan kesadaran bahwa Kehidupan bersama yang sehat dan bermartabat, membutuhkan budaya komunikasi yang apresiatif. Komunikasi yang mengedepankan penghargaan dan berbaiksangka, yang mengungkapkan pikiran positif dan membangkitkan semangat serta sikap optimis.

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan ini adalah untuk memperkuat kebiasaan warga jemaat berkomunikasi apresiatif.

Kegiatan ibadah yang disusun sedemikian rupa sehingga memperkuat kesadaran dan keyakinan bahwa berkomunikasi yang apresiatif itu merupakan kehendak Tuhan yang harus menjadi budaya komunikasi para warga jemaat.

Kegiatan perlombaan olahraga, mewarnai gambar, memasak, dan sebagainya digunakan untuk membimbing warga jemaat menghargai prestasi dan bersikap sportif atau jujur.

Kegiatan Bakti Sosial berupa kegiatan perbaikan jalan yang digunakan untuk membina warga jemaat agar berkontribusi dalam kehidupan bersama masyarakat.  Kegiatan ini juga merupakan cara GKSBS Sumberhadi mengkomunikasikan siapa dirinya di masyarakat. Biaya yang diperlukan untuk kegiatan bakti memperbaiki sebagian jalan desa tersebut berasal dari sebagian persembahan puasa paskah yang telah dikumpulkan warga jemaat.

Perayaan HUT ke-44 GKSBS Sumberhadi yang juga dihadiri oleh  Kepala Desa Sumberhadi dan Desa Itik Rendai, berikut aparat pemerintah desa, rombongan Polisi dari Polsek Melinting, TNI Koramil Labuhan Maringgai, para Pendeta dan Majelis Jemaat seklasis Sribhawono, tokoh-tokoh masyarakat dan pengurus NU, Pengurus GP Ansor, juga pengurus partai politik. Pada kesempatan tersebut Majelis mengundang juga Pdt.Em. Bambang Semedi (Sekretaris MPS 2005-2010) dan diminta untuk menyampaikan khotbah dan didengarkan oleh para tamu undangan. Tema kotbah adalah ”Menjadi Gereja yang mandiri dan menjadi berkat dalam karya” dengan pembacaan perikop dari Filipi 3:12-16.


Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print