“Semoga Natal ada di Pastori Baru”

Sila dibagikan

Air Sugihan dahulu dikenal karena oleh Pemerintah dikategorikan sebagai wilayah sangat tertinggal. Menjadi tujuan transmigrasi di tahun 80an, jenis tanah di sini sulit untuk ditanami dengan tanaman holtikultura. Ini daerah lahan gambut yang sumber air untuk minum saja bergantung pada hujan. Sumber air yang lain seperti sungai dan mata air mempunyai rasa dan aroma yang tidak biasa dan warnanya juga berubah-ubah.

Kini sudah sangat jauh berbeda dengan dahulu, perkembangan pembangunan berjalan baik. Wilayah ini telah dapat dijangkau dengan jalan darat. Dapat dijangkau, bukan berarti mudah dijangkau. Ketika hujan turun jalanan banyak yang becek, licin dan berbahaya bagi pengendera. Dataran rendah yang hanya 8 M di atas permukaan laut mengakibatkan jalur yang mengalirkan Sungai Air Sugihan meluap dan menggenangi areal pemukiman.

Dibandingkan dengan wilayah pelayanan yang lain di Sumbagsel, areal ini mungkin salah satu dari yang tersulit secara geografis. Pelayanan GKSBS di Air Sugihan terdiri dari 3 Wilayah. Satu wilayah telah dewasa dan dikenal sebagai GKSBS Sumber Makmur. Saat ini GKSBS Sumber Makmur dilayani oleh Majelis Jemaat, termasuk Pdt. Sumardining Waluyo. Sedangkan wilayah I dan wilayah II dilayani bersama oleh Pdt Suwadji dan Pdt Iskak.

Tantangan Pelayanan di Air Sugihan secara geografis sangat besar dan situasi ini mempengaruhi keadaan ekonomi jemaat. Tanpa semangat yang luar biasa dan komitmen kepada pelayanan yang tinggi, seorang Pelayan penuh waktu akan sulit bertahan. Pendeta yang paling muda di GKSBS Air Sugihan adalah Pdt Iskak. Beliau ditahbiskan 18 November 2015. Dengan segala keberadaannya, jemaat di wilayah I berusaha memperhatikan keberadaan Pendeta Iskak. Mereka berupaya membangun Pastori untuk tempat tinggal pendeta, istri dan 3 orang anak . Di dukung oleh Jemaat di wilayah II, GKSBS Palembang dan Klasis Palembang, kini Panitia telah berhasil menghimpun dana lebih kurang Rp 41.000.000 dari rencana sekitar Rp 150.000.000.

Selama ini Pdt Iskak tinggal di Pastori yang materialnya dari papan dan lantainya belum sepenuhnya di semen. Tatkala hujan, halaman penuh air dan becek dan tidak jarang masuk sampai rumah. Kondisi ini tentu tidak mendukung untuk kesehatan dan perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Majelis Jemaat dan jemaat berupaya untuk membangun sebuah pastori yang lebih sehat, lebih aman dan mendukung pelayanan serta Keluarga Pdt Iskak.

Pastori Pdt. Iskak di Air Suguhan Wilayah I

Tulisan ini adalah ajakan untuk mendukung pelayanan dan kebaikan keluarga Pdt Iskak di GKSBS Air Sugihan di Wilayah I. Berharap di Natal 2022 nanti keluarga Pdt Iskak berkumpul dan merayakannya di tempat yang teduh, nyaman dari cuaca buruk , air hujan dan air yang menggenang dari jalur. Duduk bersama dengan anak-anak dan tetangga yang berkunjung seraya menikmati pemeliharaan Tuhan yang menopang pelayanan mereka.(etp)