YAKIN AKAN JANJI TUHAN Kejadian 12: 1-9

Abram adalah orang yang mungkin saja berhasil dan sukses dalam lingkungan keluargannya. apa bila kita memperhatikan arti namanya Abram adalah: orang yang diagungkan. dalam lingkungan keluarga ia termasuk orang kaya raya lihat saja apa kata alkitab dalam Kejadian pasaln 12 : 5. ketika alkitab mencatat tentang harta benda dan itu berbicara keseluruhan hidup Abram maka di bukan orang biasa-biasa saja. namun demikian ia tetap mau meninggalkan keluarganya demi meyakini akan janji Tuhan dalam hidupnya. biasa saja ia tetap tinggal di tempat asalnya tanpa harus bersusah panya mencari tempat yang baru, apalagi belum pasti keberadaannya dimana ?. mungkin saja bagi Abram untuk tetap tinggal nyama bersama dengan ayah dan ibu tanpa harus merantau di tanah asing milik orang lain. Ibrani 11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

abaram dan keluarganya menuju tanah perjanjian

Abram dan keluarganya menuju tanah perjanjian

kalau kita perhatikan dalam kitab Kejadian pasal 12, sebenarnya tidak mudah bagi logika kita yang membaca peristiwa panggilan Abram ini, pertama ; ia sudah punya hidup nyaman bersama keluargannya, kedua; dia belum tau tempat dimana ia tinggal seperti yang Allah katakan. ketiga; tanah yang akan diberikan Tuhan kepadanya sudah ada orangnya bahka mereka punya keyakinan yang berbeda dengan Abram. namun disinilah kita melihatnya bahwa Aram tetap yakin akan janji Tuhan tersebut.

Ibrani 11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. Abram bukanlah orang yang punya kualitas iman” jamur tempe”  yang mudah berubah dalam saat. namun ia sangat memegang kuat janji Tuhan sehingga dia punya rasa optimis yang tinggi. bahkan dalam surat ibrani bahwa ia dapat menyakini janji Tuhan jauh dari apa yang dipikirkan orang lain. kalau orang berfikir akan janji sekarang, Abram berpikir untuk janji yang lebih abadi dan mulia. ” kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.”

Refleksi Kita: kita tentu menyakini janji Tuhan dalam hidup kita, dan janji Tuhan itu pasti baik adanya untuk kita. tetapi sering kali kita putus asa dan tidak optimis akan janji Tuhan Itu karena kita sedang dalam persoalan dan seolah-olah janji Tuhan tidak mungkin kita raih. maka yang harus kita lakukan adalah apapun kondisi kita hari ini, marilah kita terus menyakini Janji Tuhan itu dalam hidup kita dan itu pasti akan digenapi oleh Tuhan Allah, Tuhan Yesus memberkati, Amin

Silahkan dibagikan ...Share on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someonePin on PinterestShare on Google+Share on LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*