Appreciative Inquiry

This category contains 6 posts

Bedah Tema : JEMAAT dan AI

Pada hari Kamis, 22 Juli 2016, akan kembali diadakan BEDAH TEMA di Kantor Sinode. Tema yang kali ini akan kita bedah adalah JEMAAT dan APPRECIATIVE INQUIRY. Acara ini terbuka untuk siapa saja yang berminat mendiskusikan bersama tentang Appreciative Inquiry untuk Pembangunan Jemaat. Silahkan hadir di ruang pertemuan Kantor Sinode GKSBS, 22 Juli 2016 dimulai Pkl. […]

Eksplorasi, Imajinasi, Merancang, dan Melangkah Ke Depan

Ada dua pendekatan dalam mengelola perubahan: (1) problem solving approach yang menekankan bahwa perubahan hanya dilakukan apabila ada masalah yang mengancam kelangsungan hidup atau menghambat aktualisasi diri. (2) developmental approach yang menekankan bahwa setiap individu perlu berkembang terus menerus walaupun tidak ada ancaman……. (Transformational Learning Institute) Salah satu contoh developmental approach adalah appreciative inquiry, yaitu sebuah pendekatan yang menawarkan proses […]

Appreciative Inquiry (IV)

Ada beberapa kekuatan yang berperan dalam penerapan Appreciative Inquiry yaitu: Kekuatan pembebasan (the power of liberation) Appreciative Inquiry adalah suatu proses perubahan yang membebaskan energi, antusiasme dan komitmen orang-orang pada semua level organisasi. Intervensi ini membebaskan orang dari rasa takut melakukan kesalahan, disalahkan ketika mereka mencoba melakukan sesuatu yang berbeda. Intervensi ini membebaskan dari sinisme […]

Appreciative Inquiry (III)

Lima prinsip panduan Appreciative Inquiry, yang diajukan oleh Cooperrider, D.L. dan Whitney, D. A (2001, dan Burke, R.M., 2001), adalah:: Prinsip Konstruksionis Konstruksionis adalah sebuah pendekatan dalam ilmu humaniora yang menggantikan individu menjadi hubungan sebagai lokus pengetahuan dan kemudian membangun apresiasi terhadap kekuatan bahasa dan wacana dalam segala macam bentuknya (dari kata, metafor, narasi dan […]

Appreciative Inquiry (II)

Berbeda dengan intervensi perubahan organisasi yang lain, Appreciative Inquiry menolak menggunakan paradigma penyelesaian persoalan (problem solving approach). Cooperrider (1996, dalam Cooperrider dan Whitney, 2001) mengkritik pendekatan penyelesaian masalah karena bersifat menyakitkan (selalu bertanya kepada orang menoleh kebelakang untuk mencari penyebab di masa lalu); jarang menghasilkan visi baru (tidak berupaya memperluas pengetahuan mengenai kondisi ideal yang […]

Appreciative Inquiry (I)

Appreciative Inquiry merupakan sebuah pendekatan sosial konstruksionis terhadap perubahan dan pengembangan organisasi (der Haar dan Hosking, 2004). Appreciative Inquiry dapat disebut sebagai suatu metode riset aksi (action research) dan sekaligus teori tentang bagaimana realitas organisasi terbentuk dan berkembang (Thatchenkery, 1999). Sebuah metode yang mentransformasikan kapasitas sistem manusia untuk perubahan yang positif dengan memfokuskan pada pengalaman […]