EKLESIOLOGI
Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

Dari semua dokumen, data dan hasil penelitian terhadap seluruh proses perjumpaan pengalaman, pelembagaan hidup bergereja di tengah masyarakat dan misi yang dilakukan GKSBS di Sumatera Bagian Selatan, nampak dalam TIGA LANDASAN EKLESIOLOGI RUMAH BERSAMA:

  1. Sebagian besar warga GKSBS menjadikan PENGALAMAN individu sebagai titik pijak dalam menciptakan komunitas / masyarakat di Sumatera Bagian Selatan dan sebagai acuan dalam menjalani kehidupan sosial dan keimanannya yang diwujudkan dalam tindakan-tindakan liturgis.
  2. Perjumpaan pengalaman individu dan sosial itu terbangun untuk menjalankan MISI GKSBS di tengah dunia dengan semangat berbagi kepada sesama.
  3. Dalam menjalankan misi tersebut, maka diperlukan proses INSTITUSIONALISASI untuk melanjutkan keteraturan sosial sesuai dengan kepentingan dan peranannya masing-masing. Institusionalisasi ini membantu gereja menentukan arah menggerejanya, menghasilkan kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai peraturan-peraturan, nilai-nilai atau upaya-upaya penyelarasan yang hendak dijalankan bersama.
3 landasan teori eklesiologi RUMAH BERSAMA

3 landasan teori eklesiologi RUMAH BERSAMA

Berdasarkan rumusan di atas, maka eklesiologi GKSBS Rumah Bersama adalah proses perjumpaan pengalaman komunitas secara terus menerus yang dibangun di atas nilai-nilai: penerimaan, penghargaan dan pemberdayaan dalam menjalankan misi Allah di tengah dunia.

Rumusan eklesiologi GKSBS sebagai Rumah Bersama lahir dari proses perjumpaan individu-individu yang terpanggil untuk menjalankan misi Kristus di tengah dunia. Perjumpaan pengalaman individu-individu itu melahirkan persekutuan orang-orang percaya yang disebut dengan Gereja. Di dalam persekutuan orang-orang percaya (Gereja), Firman Allah diwartakan dan Perjamuan Kudus dilayankan. Gereja senantiasa memperlengkapi dirinya secara terus menerus melalui organisasi gereja dalam menjalankan misi Kristus demi terwujudnya keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.

Melalui proses perjumpaan tradisi, sejarah dan pergumulan iman jemaat yang senantiasa berkembang, maka GKSBS harus terus menerus melakukan perubahan-perubahan dalam membangun identitas dan memperbaharui tindakan-tindakannya dalam menjalankan misi Kristus. Berdasarkan kesadaran tersebut, maka dalam merumuskan eklesiologi GKSBS Rumah Bersama, pengalaman jemaat GKSBS yang beragam dipilih sebagai pijakannya.

***Tulisan ini diambil dari dokumen EKLESIOLOGI RUMAH BERSAMA

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print