MISIOLOGI
Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print

capture2Secara rinci Misi GKSBS adalah melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Penegasan kehidupan. Allah mengundang kita untuk masuk ke dalam misi Allah, yaitu: memberi kehidupan dan menguatkan kesaksian mengenai hidup yang berkelimpahan di bumi yang baru dan langit yang baru melalui tindakan yang penuh dengan penghargaan, penerimaan dan pemberdayaan kepada semua orang.
  2. Membangun komunitas pengharapan. Gereja adalah persekutuan yang merayakan kehidupan, dan yang menolak dan mengubah semua bentuk kekuatan yang menghancurkan kehidupan. Gereja adalah komunitas pengharapan bagi semua orang.
  3. Memelihara spiritualitas transformative. Gereja melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pemelihara kehidupan spriritualitas anggotanya, memberi makna yang terdalam mengenai kehidupan dan memotivasi anggotanya untuk menerapkannya melalui tindakan-tindakan nyata. Misi spiritualitas merupakan sebuah semangat pembaharuan yang mampu mengubah dunia di dalam anugerah Allah.
  4. Terlibat dalam gerakan oikumene. Dalam gerakan oikoumene, semua makhluk saling terhubung di dalam jaringan kehidupan Allah. Semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam berpartisipasi mewujudkan keadilan, perdamaian dan keutuhan ciptaan.
  5. Melakukan pelayanan transformative yang dibawa dari pusat ke wilayah pinggiran. Gereja bertanggungjawab melakukan perubahan pelayanannya dari kelas elit dengan hak-hak istimewa ke masyarakat marginal dengan memproklamirkan diri sebagai agen misi dan menegaskan misi sebagai sebuah perubahan.
  6. Membangun ekonomi yang berkeadilan. Menguatkan perekonomian dan ketahanan pangan yang berdampak pada kehidupan spiritual masyarakat dan keutuhan ciptaan.
  7. Penginjilan dari bawah. Misi penginjilan adalah berbagi keyakinan dengan kerendahan hati dalam membagikan pengalaman iman dan keyakinan kita dengan orang lain. Berbagi adalah anugerah untuk orang lain yang memproklamasikan cinta, kasih dan kemurahan Allah di dalam Kristus. Oleh karena itu, dalam setiap generasi, gereja harus memperbaharui komitmennya untuk penginjilan sebagai bagian penting dari cara kita menyampaikan kasih Allah kepada dunia.
  8. Dialog lintas-agama, lintas-budaya dan teknologi komunikasi. Secara lokal dan global, orang-orang Kristen terlibat dengan orang-orang dari agama dan budaya dalam membangun masyarakat bersama orang-oramg lain yang cinta, perdamaian dan keadilan. Pluralitas merupakan tantangan kepada gereja-gereja dan menjadi komitmen serius dari masyarakat lintas agama untuk wajib melakukan dialog lintas iman dan komunikasi lintas budaya.
  9. Membangun ruang partisipasi. Gereja memberi ruang seluas-luasnyakepada semua orang untuk berpartisipasi dalam menjalankan tugas dan fungsi gereja di tengah masyarakat. Misi ini dilakukan berdasarkan pemahaman bahwa setiap orang berharga dan berhak untuk melakukan perubahan.
  10. Gerakan diakonia transformative. Berbagi karunia dan kepedulian terhadap sesama merupakan misi gereja dalam menghadirkan anugerah Allah kepada semua pihak melalui pelayanan diakonia personal maupun sosial.

Sepuluh poin misi GKSBS di atas terangkum dalam tindakan-tindakan praksis gereja: memberi ruang partisipasi, saling menerima dan menghargai, menjaga keutuhan dan kerukunan, membangun kebersamaan, saling menolong dan berbagi, saling membina dan memberdayakan, serta bersama-sama merayakan kehidupan melalui tindakan-tindakan liturgis.

Kesemuanya ini berangkat dari dokumen-dokumen dan proses / dinamika pergumulan jemaat-jemaat GKSBS. Dengan demikian, misi gereja tersebut menjadi landasan untuk merumuskan wujud GKSBS sebagai proses kehidupan bersama dalam persekutuan dan melakukan perubahan-perubahan.

***Tulisan ini diambil dari dokumen EKLESIOLOGI RUMAH BERSAMA

Silahkan dibagikanShare on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Email this to someone
email
Print this page
Print