Kotbah Minggu, 14 Desember 2025
Minggu Adven III
Warna Liturgi : Ungu
Perikop : Yesaya 35:1-10
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Yesaya menggambarkan padang gurun yang berbunga dan jalan suci bagi orang-orang yang telah ditebus. Ini melambangkan sukacita dalam pertolongan Tuhan dengan pengharapan agar hidup kita selalu diperbarui. Kita akan belajar dari Firman Tuhan yang tertulis di Yesaya 35 ini . Namun pasal sebelumnya merupakan kabar yang tidak baik atau kabar celaka. Misalnya dalam pasal 28-33 yang menyerukan penghakiman atas bangsa-bangsa yang berdosa, dan pasal 34 yang menyerukan penghakiman atas pihak-pihak yang menindas umat Allah. Pasal 35 merupakan kontras yang tegas karena di sana dibicarakan tentang berkat untuk Sion yang dipulihkan; pasal ini melukiskan kedamaian di tengah kekacauan karena pasal 36-39 berganti fokus terhadap ancaman pembuangan ke Babel, yang merupakan penghakiman atas dosa Israel. Berbeda dengan tema murka dan kehancuran akibat penghakiman Allah yang akan datang. Pasal 35 menjanjikan bahwa umat Allah akan menjadi pewaris zaman baru dan membahas tentang pemulihan dan keselamatan yang meliputi kebebasan dari musuh-musuh mereka. Meskipun bangsa-bangsa, termasuk Israel, akan di hakimi, pada akhirnya oleh Allah. Namun Allah sangat menyayangi bangsa Israel sehingga Allah akan menebus bangsa Isarel dengan cara-Nya.
Dalam bacaan kita hari ini memberikan penguatan bagi orang percaya. Yesaya meyakini bahwa sukacita kehadiran Allah akan membuat suatu perubahan dan kesembuhan; mata orang buta dicelikan dan telinga orang tuli akan dibukakan, orang yang lumpuh bisa berjalan. Yesaya menggambarkan pertolongan dari Allah dengan sangat baik. Ketika pertolongan dan keselamatan yang dari Allah datang, maka kegirangan akan memenuhi sekalian tempat. Semuanya akan bersorak-sorai menyambut datang-Nya Allah Sang Penyelamat umat-Nya. Padang gurun dan padang kering tidak dapat menahan sukacitanya, padang belantara akan bersorak dan berbunga (ay 1). Yesaya membagikan sukacita dan harapan akan datangnya pemulihan dari Allah, Dorongan yang datang kerena memiliki pengharapan akan menguatkan “tangan yang lemah lesu”(ay 3) Melalui dorongan dan harapan mereka terima dan pada giliranya umat Allah akan dapat menguatkan yang lainnya. Inilah sebabnya Yesaya memerintahkan dalam ayat 4, “Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “kuatkanlah hati, janganlah takut.”
Lebih lanjut Yesaya menggambarkan sukacita dari Allah diwujudkan dengan adanya perubahan situasi dari hal yang menakutkan menjadi sukacita melalui kehadiran Tuhan. Sukacita karena Allah sendiri akan membuat perubahan yang sangat sulit dikerjakan oleh manusia. Perubahan ini semakin dinyatakan melalui ayat 5-6a:” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” Sukacita karena Allah akan membuat alam menjadi sumber kehidupan dan kesegaran. Pekerjaan dan karya Allah semakin kita pahami melalui ayat 6b-7; “ sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai dipadang belantara;tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; ditempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.” Hal ini menyatakan adanya pembaruan ajaib yang jauh melebihi kuasa siapapun dan sanggup memberikan sukacita yang sangat luar biasa.
Ketika Allah menyelamatkan, Allah menyatakan sesuatu perubahan yang nyata: Pertama Tuhan akan memberikan kesembuhan secara fisik/jasmani (ay 5-6a) Tuhan mencelikan mata orang buta, orang bisu bersorak-sorai, orang lumpuh akan melompat seperti rusa. Kedua, Tuhan memberikan alam yang indah, (ay 6b-7)Tuhan akan menjadi tanah gersang menjadi berumput hijau, tanah yang kering menjadi kolam/ada air, bahkan tempat serigala berbaring (tempat ketakutan) akan tumbuh tebu dan pandan (menjadi lahan pertanian). Ketiga, Tuhan memberikan jalan raya yang disebut jalan kudus (ay 8-9). Yang dimaksud di sini tentunya bukan jalan raya umu tetapi menunjukan kepada jalan untuk orang-orang khusus yang melintasinya yaitu ; orang-orang suci bukan orang-orang najis/tidak tahir/orang pander. Ketika orang kudus berjalan tidak aka nada lagi singa yang menghalangi. Jika ada hambatan tantangan yang merintangi orang-orang kudus dapat melaluinya dengan aman, nyaman dan bahagia. Kempat, Tuhan memberikan pembebasan (ay 10), orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk Sion (Ibu kota Yerusalem). Kegirangan dan sukacita memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. Ini kabar sukacita tentang pembebasan dan keselamatan.
Saudara dan Saudariku yang berbahagia dalam Yesus Kristus,
Minggu ini adalah Minggu adven ketiga, kita diajak untuk menghayati firmann Tuhan yang membawa sukacita dalam pengaharapan. Menjelang Natal ini, mungkin kita ada yang merasa takut. Rasa takut adalah salah satu pergumulan yang umum dijalani oleh kita sebagai manusia. Rasa takut dapat menghinggapi siapa saja, termasuk orang percaya. Dalam menghadapi kesulitan, sering kita menjadi takut, bahkan cenderung untuk berputusasa dan apatis, mungkin karena kondisi ekonomi yang sulit, rumah tangga yang hancur (Broken home, pekerjaaan yang tak menentu, jodoh yang tak kunjung datang, sakit penyakit yang tak sembuh, kehilangan orang-orang yang dikasihi, perasaan tertolak, kekecewaan dan lain-lain. Namun dalam kondisi yang demikian firman Tuhan mengingatkan kita.”Jangan takut, kuatkan hatimu”, sebab kita memiliki Tuhan yang baik dan sanggup menyelamatkan kita dari segala macam ketakutan dan pergumulan hidup. Jangan takut menghadapi aneka macam masalah, tantangan dan habatan dalam hidup kita.
Dalam kesusahan setiap orang membutuhkan jalan keluar (solusi) Pertolongan kita hanya pada Tuhan. Dia sanggup menyelamatkan dan memberikan sukacita yang sesungguhnya. Percayalah kepada Tuhan, andalkan Dia dalam setiap pergumulan dan kesusahan kita. Milikilah pengaharapan bahwa hari besok akan lebih baik. Percayalah Tuhan akan datang menyelamatkan kita dengan berbagai caranya yag ajaib. Tuhan datang menyelamatkan kita, membawa pemulihan, mencelikan mata rohani kita, membuka telinga yang tuli, menggerakan kaki lumpuh kita untuk pergi dan datang kembali menyembah Tuhan dan membuat mulut kita mampu menyuarakan kebenaran, keadilan dan mewartakan perbuatan besar Tuhan. Allah tidak pernah meninggalkan dan melupakan umat-Nya. Tuhan kita adalah Penolong yang setia.
Saudara-saudari yang berbahagia didalam Tuhan Yesus Kristus
Kebenaran firman Tuhan hari ini untuk merasakan ssukacita atas pertolongan Allah dimana kehadiran Allah dalam hidup kita akan memberikan kekuatan baru bagi orang yang lesu dalam menghadapi pergumulan dan persoalan hidup. Allah memberikan kekuatan bagi orang lututnya hampir goyah, dan bagi orang yang tawar hati. Allah akan memberikan keberanian dan kekuatan bagi orang yang mengalami ketakutan dan kecemasan.
Sukacita pertolongan Allah dapat dilihat bagaimana kehadiran Allah dalam kehidupan kita, bahwa Ia akan menyembuhkan segala penyakit kita. Kehadiran Allah tidak hanya memulihkan keadaan alam, namun juga memulihkan segala penyakit yang ada dalam tubuh kita. Kehadiran Allah memulihkan kesehatan kita secara jasmani. Demikian juga kehadiran Allah dalam hidup kita membawa kerukunan, keharmonisan dan kedamaian. Semua pertikaianpertengkaran diselesaikan dengan caranya Allah. Kelompok yang bermusuhan bisa duduk bersama bagaikan singa tidak akan ada lagi yang mengganggu kehidupan mereka. Bahkan orang yang bersama Tuhan dibiarkan bersorak-sorai. Karena semua hidup rukun satu dengan yang lain. Hidup damai dalam kasih-Nya.
Mari kita tetap bersukacita ditengah kesulitan hidup dan menaruh pengharapan kepada Tuhan, jangan takut dan tawar hati akan situasi hidup ini, baik hari ini, hari esok maupun hari yang akan datang. Semoga Tuhan Yesus dalam kuasa Roh Kudus memampukan kita menjadi pelaku-pelaku firman-Nya. Amin.
Nas Pembimbing : Mazmur 121 :1-6
Berita Anugerah : Efesus 2:8-10
Nas Persembahan : Matius 6:34-36
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : PKJ 242:1-2
- Nyanyian Pujian : KJ 30:1-3
- Nyanyian Peneguhan : PKJ 4:1-2
- Nyanyian Responsoria : PKJ 127:1-2
- Nyanyian Persembahan : PKJ 145:1-2
- Nyanyian Penutup : PKJ 282:1-3


Leave a Reply