Kebangkitan Yesus Meneguhkan Kita Untuk Berkarya

Khotbah Minggu, 19 April 2026

Warna Liturgi : Putih
Minggu Paskah III
Perikop : LUKAS 24:36-49

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,

Beberapa transmigran dari pulau Jawa ragu dan bimbang ketika akan diberangkatkan ke pulau Sumatera, daerah yang belum dikenal. Mereka membutuhkan dukungan dari keluarga, masyarakat di tempat yang baru, dari pemerintah maupun gereja (bagi para transmigran yang beragama Kristen). Cerita ini pernah kita dengar dari warga jemaat yang ikut merintis GKSBS. Besar harapan mereka untuk beroleh dukungan yang meneguhkan hati dan rasa percaya diri dalam melangkah dan berjuang di Bumi SUMBAGSEL ini. Karena telah meninggalkan sanak saudara, pekerjaan, kebiasaan hidup sehari-hari dengan memulai hal yang baru. Hidup dan tinggal menetap berjuang di tempat yang baru dengan segala keterbatasan merupakan sebuah masalah yang besar.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus,

Lukas 24:36-49 menceritakan para murid Yesus telah kehilangan harapan setelah kematian Yesus. Ketika mereka masih hidup bersama Yesus dituntun oleh pengajaran Yesus, Sang Guru. Tetapi yang terjadi pada hari-hari belakangan ini mereka sedih dan kehilangan harapan setelah peristiwa kematian Yesus. Demikian yang diungkapkan Kleopas bersama seorang murid Yesus yang lain ketika menjauhkan diri pergi ke tempat sepi berjalan ke Emaus  (Luk.24:18-21). Seolah-olah kepergian Yesus telah menghancurkan harapan dan masa depan hidup para murid.

Yesus mengetahui perasaan para murid karena kematian-Nya. Diantara para murid ada yang dibayangi rasa takut mengalami hal yang sama sebagaimana guru mereka, mati disalibkan. Oleh karena itu, Yesus tidak segera naik ke sorga setelah kebangkitan-Nya. Selama 40 hari Tuhan Yesus terlebih dahulu meyakinkan dan menguatkan hidup murid-murid-Nya.

Ketika para murid berkumpul sedang bercakap-cakap, tiba-tiba Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”. Mereka terkejut dan ketakutan, karena menyangka mereka melihat hantu. Tetapi Yesus berkata kepada para murid-Nya: “mengapa kamu takut, mengapa timbul keragu-raguan dalam hatimu”. Untuk menyadarkan dari keterkejutan mereka, Yesus menyuruh agar meraba bekas luka pada kaki dan tangan-Nya. Sebab hantu tidak berdaging dan bertulang (ay.37, 39).

Dan sementara mereka masih belum dapat percaya, karena terlalu gembira dan heran,  Tuhan Yesus bertanya apakah mereka mempunyai makanan. Lalu mereka memberikan sepotong ikan goreng kepada Yesus. Kemudian Yesus mengambil dan memakan ikan goreng itu di depan mereka semua. Sebagaimana sebelumnya yang telah dilakukan Tuhan Yesus (ay.30-31).

Hal ini kembali dilakukan Yesus untuk membuktikan kepada para murid bahwa Dia telah hidup. Yesus menampakkan diri untuk membangun kebersamaan dengan para murid yang telah kehilangan semangat. Semua ini dilakukan Yesus untuk membuka pikiran para murid agar memahami kitab suci (ay.45). Yesus meneguhkan keyakinan semua murid-Nya agar menjadi saksi dengan janji akan jaminan penyertaan Roh Kudus (ay.48-49). Para murid adalah saksi mata yang telah melihat Yesus telah hidup. Selama ini mereka telah menerima pengajaran dan hidup bersama Yesus. Sebagai saksi mereka mendapat perintah dari Yesus agar mengajak semua bangsa di dunia untuk bertobat, memberitakan kabar baik dan pengampunan dosa. Selanjutnya Yesus meneguhkan bahwa Allah Bapa akan memperlengkapi mereka dengan kuasa penyertaan Roh Kudus untuk melaksanakan perintah tersebut.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.

Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita beberapa hal, antara lain:

  1. Kebangkitan Yesus adalah fakta aktual. Yesus memberikan rasa damai kepada para murid-yang takut dan ragu. Setidaknya ada sebelas murid yang menyaksikan secara langsung bahwa Yesus hidup. Ini adalah fakta bukan permainan otak atau halusinasi. Bukan pula karena sedang sakit mata saat melihat Yesus. Kita beriman kepada Tuhan Yesus Kristus bukan  berdasarkan mimpi dari otak yang tidak normal atau karena kita sedang sakit. Melainkan berdasarkan fakta sejarah yang aktual dimana Yesus menghadapi, melawan, menaklukkan kematian dan menang. Bangkit dari kematian kembali hidup untuk memberikan damai sejahtera. Kebangkitan Yesus meneguhkan, menentramkan hati yang sedih, rasa takut dan bimbang. Oleh karena itu, saat kita bimbang dan ragu atau ketika hati kita susah dan sedih bahkan takut pandanglah kepada Tuhan Yesus yang telah bangkit untuk memberikan kepada kita hidup yang damai sejahtera.
  2. Bersaksi dalam melakukan tugas panggilan gereja. Para murid adalah saksi kebagkitan Yesus. Mereka telah melihat Yesus bangkit dan menerima damai sejahtera dari Yesus. Setelah itu mereka tidak hanya berkumpul berdiam diri saja. Para murid pergi melaksanakan tugas yang diberikan Yesus.  Mereka bersaksi memberitakan Kabar Baik dari Yesus Kristus Juruselamat kepada semua bangsa agar segera bertobat dan menerima tawaran pengampunan dari Allah. Demikian juga kita sebagai gereja agar menyaksikan kebaikan Allah. Melaksanakan tugas panggilan sebagai saksi Tuhan Yesus untuk menyampaikan Kabar Baik kepada semua orang sebagaimana dilakukan oleh para murid Tuhan Yesus Kristus.
  3. Allah memperlengkapi gereja-Nya untuk melakukan tugas panggilan. Sebagaimana Yesus mengirim yang dijanjikan Allah Bapa kepada para murid. Demikian juga Allah Bapa memperlengkapi kita dengan kuasa Roh Kudus untuk melakukan tugas panggilan di dunia ini. Dan hendaknya kita mengakui ada saatnya kita menantikan-nantikan Allah dan ada saatnya kita bekerja untuk Allah.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Terbentuknya GKSBS merupakan buah dari karya dan perjuangan perintis. Meskipun sebagai para transmigran masa itu pernah mengalami keraguan hidup di tempat yang baru. Karena iman dan keyakinan, mereka bangkit memperjuangkan hidup, mencari dan menemukan sesama orang Kristen.  Tuhan Yesus telah mempertemukan mereka dan memperlengkapi berbagai kemampuan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan hidup. Mereka merasakan kehadiran Tuhan Yesus memberikan damai sejahtera. Demikian juga kita saat ini, harus menghadapi berbagai kesulitan hidup, diantaranya: sulit mendapat pekerjaan, sulit mengelola usaha sementara hasil usaha tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup yang semakin banyak dan mahal, kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada yang lemah, membuat rakyat kecil harus berjuang lebih giat. Persoalan ini semua dapat melemahkan dan membuat kita tidak berdaya. Meskipun demikian tetaplah berpengharapan sebab kuasa Yesus meneguhkan kita untuk berkarya. Allah tetap setia menyertai dan meyakinkan kita dengan memberi pengertian dan kemampuan sebab kita semua adalah saksi Kristus yang telah bangkit memberikan damai sejahtera untuk memberitakan Injil Kabar Sukacita. Tuhan memberkati. Amin.

Ayat dan Nyanyian

Nas Pembimbing : Mamur 30:5
Berita Anugerah : Mazmur 32:1-2
Nas Persembahan : Amsal 11:25

Nyanyian :

  1. Nyanyian Pembukaan : PKJ 13
  2. Nyanyian Pujian : PKJ 91
  3. Nyanyian Peneguhan : KJ 340
  4. Nyanyian Responsoria : PKJ 282
  5. Nyanyian Persembahan : PKJ 148
  6. Nyanyian Penutup : PKJ 177

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *