Khotbah Kenaikan Tuhan Yesus, 14 Mei 2026
Warna Liturgi : Putih
Kenaikan Tuhan Yesus
Perikop : Kisah Para Rasul 1:4–11
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Masih dalam Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta (MPPP) Sinode GKSBS tahun 2025 dengan tema besar, “Melangkah dalam Penebusan, Hidup dalam Keutuhan”, tepat hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan Yesus, kita akan diberkati dengan tema khotbah hari ini, “Diutus Untuk Terbuka Kepada Semua”.
Jemaat kekasih Tuhan Yesus,
Kisah Para Rasul merupakan sebuah kitab yang dengan sangat jelas menyampaikan kepada semua pembacanya bahwa keselamatan dari Allah bersifat universal atau berlaku untuk semua orang. Hal ini dibuktikan dari bacaan Alkitab kita pada saat ini yang merupakan pembukaan dari kitab Kisah Para Rasul yang mengisahkan peristiwa Yesus naik ke sorga. Apa hal yang paling diperhatikan dalam peristiwa ini? Pertama, Yesus menjanjikan kepada para murid bahwa mereka akan dibaptis oleh Roh Kudus. Kedua, Yesus menetapkan para murid sebagai saksi-Nya yang akan bersaksi dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Dan ketiga, janji kembalinya Yesus dengan cara yang sama dengan kepergian-Nya ke sorga.
Mari kira bahas satu per satu. Pada poin penting pertama, mengenai janji Yesus akan membaptis para murid dengan Roh Kudus, kita melihat Yesus mempersiapkan para murid sebelum diri-Nya pergi meninggalkan para murid dan kembali kepada Bapa-Nya di sorga. Mari kita mencoba membayangkan keadaan yang dialami oleh para murid. Mereka ditinggalkan dengan kematian Yesus dan mengalami keterpurukan. Lalu Yesus menampakkan diri berkali-kali kepada mereka setelah bangkit dan memanggil mereka kembali dari keterpurukan mereka dan masuk ke dalam panggilan mua-mula mereka. Belum lama panggilan mereka dipulihkan, Yesus kemudian pergi meninggalkan mereka lagi untuk kembali ke sorga. Kondisi yang demikian tentu mengguncangkan keimanan dan panggilan para murid. Dengan janji baptisan Roh Kudus, Yesus menjanjikan penyertaan-Nya kepada para murid sampai kepada akhir zaman. Sesungguhnya Ia tidak meninggalkan mereka, melainkan tetap bersama dengan mereka. Janji ini penting, untuk menguatkan panggilan para murid.
Hal kedua, mengenai ketetapan Yesus menjadikan para murid sebagai saksi bagi-Nya kepada dunia. Dari sini kita menemukan bahwa Yesus menginginkan kabar keselamatan itu diberitakan dan bergerak dari tempat di mana mereka berada – Yerusalem – lalu bergerak ke wilayah Yudea, meluas ke daerah Samaria, dan terus menerus disebarkan sampai ke ujung bumi. Pada akhirnya, pengutusan ini terkerjakan oleh para rasul, di mulai dari peristiwa pembantaian Saulus kepada Stefanus, di mana orang-orang Kristen berlari meninggalkan Yerusalem.
Hal ketiga, mengenai janji kembalinya Yesus ke bumi. Janji ini memberikan sebuah kejelasan mengenai akhir dari pengutusan para murid, yakni pada saat Yesus kembali dari kepergian-Nya. Hal ini memberikan pengharapan kepada para murid yang menjadi saksi, bahwa kesaksian yang mereka berikan akan dibuktikan pada waktu yang sudah ditetapkan oleh Bapa di sorga.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
Melihat 3 hal penting dari kisah kenaikan Tuhan Yesus ke sorga ini, kita diajak untuk; melanjutkan tugas pengutusan dari Yesus. Tugas pengutusan yang dahulu diberikan oleh Yesus kepada para murid, kini juga diberikan kepada kita. Kita ditetapkan menjadi saksi untuk memberitakan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana caranya?
- Terbuka kepada Semua. GKSBS diajak untuk membuka dirinya terhadap keberadaan sesama dan semesta di mana GKSBS dipanggil untuk hidup menggereja. Membuka diri bermakna mau memberikan perhatian kepada keberadaan yang ada di luar diri. Dalam hal hidup menggereja, hal ini berarti kita diajak untuk tidak hanya memperhatikan diri sendiri, melainkan keberadaan sesama manusia dan lingkungan di luar gereja. Kita diajak untuk melihat konteks dan bermakna di tengah konteks. Apa konteks yang bisa GKSBS respons hari ini? Kita terpanggil untuk terbuka kepada berbagai suku dan agama yang beragam sebab Sumbagsel adalah Indonesia Mini, tempat di mana berbagai budaya dan agama berjumpa dan berinteraksi dengan cara membangun berbagai kerja sama lintas agama dan budaya untuk menciptakan kerukunan hidup bermasyarakat. Kita juga terpanggil untuk terbuka kepada teman-teman disabilitas yang selama ini tidak mendapatkan kesetaraan akses dalam mendapatkan hak-hak untuk hidup berkualitas dengan cara menyediakan segala kebutuhan untuk akses mereka, misalnya jalur kursi roda dan Alkitab braile di gereja, dan materi katekisasi khusus bagi orang-orangdown syndrome.
- Terus Berpengharapan pada Janji Yesus. Sampai kapan kita terus terbuka kepada semua orang? Sampai Tuhan Yesus datang kedua kali. Sampai kedatangan tersebut terjadi, kita diajarkan untuk terus berpengharapan kepada setiap janji yang Tuhan Yesus berikan kepada kita. Janji bahwa Yesus akan menyertai kita sampai akhir zaman melalui kehadiran Roh Kudus yang memimpin dan membimbing kehidupan kita untuk hidup terbuka kepada semua orang. Pengharapan ini akan membuat kita tidak mudah berputus asa dan berpatah hati oleh berbagai macam tantangan dan kesulitan dalam mengerjakan segala kebenaran dan keterbukaan sebagai tugas pengutusan kita. Kita akan tetap setia, dan tidak membiarkan dunia yang jahat mempengaruhi panggilan kita, bahkan mengubah kita menjadi serupa dengan dunia ini, melainkan tetap tertuju pada Kristus dalam penyertaan Roh Kudus untuk terus menjadi gereja yang terbuka.
Selamat menghayati pengutusan Yesus kepada kita. Selamat menghayati MPPP Sinode GKSBS. Tuhan Yesus memberkati. Amin.


Leave a Reply