Khotbah Minggu, 17 Mei 2026
Warna Liturgi : Putih
Minggu Paskah VII
Perikop : Yohanes 17:6–19
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang dikasihi Tuhan, Syalom…
Perikop bacaan Firman Tuhan saat ini dari Yohanes 17:6-19 adalah kisah dimana Tuhan Yesus berdoa dengan penuh pengharapan dan kasih bagi para murid-murid-Nya. Tuhan Yesus memulai doanya dengan menjelaskan hubungan antara para murid dengan Bapa dan dengan dirinya. Pada ayat 6 Tuhan Yesus berkata: “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu”, hal ini menunjukkan identitas para murid bahwa mereka umat milik Allah yang telah dipilih dari dunia ini.
Pada ayat 7-8 “Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya…”. Di sini Tuhan Yesus menjelaskan bahwa para murid percaya akan peryataan Tuhan Yesus yang adalah utusan Bapa di surga dengan penerimaan dan iman yang sejati.
Pada Ayat 9-10 Tuhan Yesus secara tegas menyatakan bahwa permohonannya kepada Bapa ditujukan secara khusus kepada para murid yang adalah milik-Nya, ini adalah prioritas dan Tuhan Yesus menegaskan kesatuan kepemilikan-Nya dengan Bapa. Para murid adalah harta milik Allah dan melalui mereka Yesus telah “dipermuliakan”.
Selanjutnya Tuhan Yesus memohon kepada Bapa “peliharalah mereka dalam nama-Mu… supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” ayat 11. Permintaan ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus menghendaki agar para murid dilindungi, dijaga dan dipelihara oleh Bapa, serta memohon agar Bapa menjadikan murid menjadi satu, kesatuan ini harus mencerminkan kesatuan antara Bapa dan Anak, artinya kesatuan yang tidak terpisahkan. Tuhan Yesus bersaksi bahwa selama bersama para murid, Ia telah memelihara dan menjaga mereka dalam nama Bapa dan hanya satu yang binasa (Yudas Iskariot) supaya genaplah yang tertulis dalam kitab suci (ayat 12). Kesaksian Tuhan Yesus ini menunjukkan betapa Ia setia dalam tugas-Nya.
Ayat 13 Tuhan Yesus berdoa agar sukacita-Nya dapat menjadi sukacita penuh di dalam diri para murid. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus menjamin ada sukacita meskipun di tengah penderitaan yang bisa dialami para murid.
Yesus menjelaskan posisi para murid di dunia dan tujuan Allah bagi mereka. Para Murid telah menerima Firman Tuhan dan dunia membenci mereka dan Yesus dengan tegas mengatakan bahwa para murid bukan berasal dari dunia, sama seperti Yesus bukan dari dunia (ayat 14). Hal ini memberi pengakuan bahwa ada perbedaan antara para murid dan manusia lainnya yang tidak mengenal Yesus.
Tuhan Yesus tidak memohon agar para murid diambil dari dunia ini, tetapi memohon agar Bapa melindungi para murid dari yang jahat (ayat 15). Sungguh sebuah permintaan dan menguatkan para Murid untuk tetap Teguh mempercayakan hidupnya kepada Allah Bapa dan terus berani bersaksi.
Ayat 17; “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran”. Tuhan Yesus memohon agar para murid dikuduskan oleh Allah dengan Firman Tuhan sehingga kehidupan mereka terus dalam kebenaran.
Ayat 18: Menunjukkan bahwa Identitas para murid sebagai umat yang kudus secara langsung berkaitan dengan tugas mereka sebagai utusan atau saksi Allah di tengah dunia ini.
Tuhan Yesus mengatakan di ayat 19: “Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran”. Tuhan Yesus menyampaikan tindakan-Nya sendiri yaitu bahwa Pengudusan diri Yesus (kesetiaan yang berpuncak pada pengorbanan-Nya di kayu salib) adalah dasar dan teladan bagi pengudusan para murid dan pengutusan mereka.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang dikasihi Tuhan, melalui doa Tuhan Yesus ini kita bisa belajar :
- Kita adalah Milik Allah
Kita percaya bahwa Allah memilih kita untuk menjadi umat kepunyaan-Nya dan kita menerima jaminan akan pemeliharaan Allah dalam hidup yang kita jalani. Namun hal tersebut tidak boleh membawa kita pada kehidupan yang jahat dimata Tuhan, tetapi sebaliknya, kita harus hidup dalam kekudusan. Di masa sekarang ini, kita hidup dalam dunia modern yang menawarkan segala hal instan (Korupsi, dll), tekanan budaya, godaan konsumtif, atau nilai-nilai sekuler yang dapat melemahkan iman kita. Sebagai pengikut Kristus, jangan lupakan identitas kita yang adalah milik Allah. Kita dipanggil untuk berpegang teguh pada firman Allah sebagai sumber kebenaran. Contohnya, saat kita digoda untuk meninggalkan Tuhan oleh jabatan, kekuasaan, kita harus bersikap bagaimana?. Tentu sikap kita yang benar adalah tidak tergoda dan tetap teguh pada iman percaya kepada Tuhan dan terus menjaga identitas kita yang adalah milik Allah.
- Menjadi Utuh (bersatu)
Tuhan Yesus berdoa agar para murid menjadi utuh atau menjadi satu ini merujuk juga pada harapan untuk kesatuan umat-Nya, sebagai cerminan kesatuan Bapa dan Anak. Dalam dunia yang sering dipenuhi perpecahan sosial, politik, dan agama, gereja dipanggil untuk menjadi contoh kesatuan yang hidup. Contohnya, persekutuan gereja yang umatnya dari berbagai latar belakang suku, usia, dan ekonomi saling bekerja bersama membantu korban bencana, hal ini menunjukkan bahwa kasih Kristus mengalahkan perbedaan dan mempersatukan kita dalam tindakan nyata untuk mengasihi orang lain.
- Mampu bersaksi di tengah dunia.
Yesus mendoakan agar murid-murid disucikan dalam kebenaran, hidup terpisah dari dunia yang bertentangan dengan kehendak Allah. Dalam realita masyarakat multikultural dan pluralistik sekarang, kita dihadapkan pada persoalan toleransi sekaligus mempertahankan iman kita. Oleh karenanya kita harus terus belajar untuk mampu bersaksi di tengah dunia ini. Contohnya, sebagai seorang anak muda Kristen di lingkungan kampus yang banyak pengaruh negatif, harus berani menolak gaya hidup yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus dan tetap menjaga integritas imannya walau berbeda dengan teman-temannya, namun tetap mengasihi teman-temannya.
Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang dikasihi Tuhan. Dalam menghayati MPPP ini. Kita hidup di zaman di mana pengaruh dunia sangat kuat dan beragam. Oleh sebab itu, kita harus teguh berpegang pada Firman Tuhan yang melindungi kita dari nilai-nilai yang merusak dan memanggil kita untuk tetap hidup kudus, dan mendorong kita menjaga kesatuan demi kemuliaan Allah dan kesaksian yang kuat di masyarakat.
Selamat menjadi milik Tuhan, terus semangat menjadi satu dan janganlah bosan untuk bersaksi. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
Nas Pembimbing : Yohanes 17:21
Berita Anugerah : Mazmur 103:8
Nas Persembahan : Kis 20:35
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 21:1-2
- Nyanyian Pujian : PKJ 102:1-2
- Nyanyian Peneguhan : KJ 424:1-2
- Nyanyian Responsoria : KJ 362:1-2
- Nyanyian Persembahan : PKJ 145:1-4
- Nyanyian Penutup : PKJ 180


Leave a Reply