Pada tanggal 26 Agustus yang lalu, Sinode GKSBS mengutus relawan sebagai respon kemanusiaan bagi sesama yang terdampat bencana gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur. Sekretaris MPS GKSBS, Pdt. Riyadi Basuki, telah mengaktifkan gerak dan respon kita untuk menanggapi dampak bencana yang telah ditetapkan masa daruratnya oleh Pemerintah Daerah setempat hingga 12 September 2026.
Tim relawan yang diberangkatkan adalah Pdt. Edwin Jonathan (GKSBS Waymili), Dkn. Titus Damar Prasaja (GKSBS Jayaguna), dan Sdr. Yefta Yoel Prayoga Setiyanto (GKSBS Seluma, Bengkulu). Setelah mendarat di Bandara Labuhan Bajo, tim langsung meluncur menuju Pos Terpadu (Poster) di GMIT Ruteng. Relawan GKSBS menjadi bagian dari Jejaring Komunitas Kristen untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia (JAKOMKRIS PBI) yang anggotanya terdiri dari 14 lembaga kemanusiaan milik gereja seperti Yakkum Emergency Unit (YEU), Menonote Disaster Service (MDS), Adventist Development and Relief Agency (ADRA), dan 11 Sinode Gereja yang merupakan anggota PGI. JAKOMKRIS PBI ini dibentuk pada 29 September 2017 dan melaksanakan mandat untuk penanggulangan bencana.
Kegiatan-kegiatan relawan Gerakan Kemanusiaan dan Solidaritas Bagi Sesama memiliki ciri khas untuk sedapat mungkin melakukan assessment hingga ke daerah-daerah yang masuk pada kategori “sulit dijangkau”. Tentu saja sebagai bagian dari jejaring, koordinasi bersama Pos Terpadu setempat yang telah ditentukan harus dilakukan. Setelah dari Poster GMIT di Ruteng, beberapa kali relawan ikut dalam kegiatan poster untuk psikososial dan pendistribusian bantuan bahan makanan. Kampung yang dijangkau adalah Reo dan Satar Punda. Di kedua kampung ini terdapat jejaring GMIT. MDS sendiri mendirikan pos bantuan di Satar Punda ini.
Para relawan direncanakan akan berada di NTT sampai tanggal 11 September 2026. Tetapi tidak tertutup kemungkinan bisa sebelum atau sesudah 14 hari standar bagi sebuah tim berada dan merespon dalam aksi kemanusiaan pasca bencana. Pos di Kantor Sinode sendiri selalu terbuka dan siap memberikan dukungan kepada setiap tim relawan yang ada di lapangan.
Majelis Pimpinan Sinode GKSBS (MPS GKSBS) memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Jemaat-Jemaat yang telah bersama-sama merespon surat pastoral MPS berkaitan dengan gerakan kemanusiaan ini. Melalui surat pastoralnya, MPS mengajak Jemaat untuk mengumpulkan persembahan khusus.
Foto-Foto

Pdt. Edwin Jonathan berfoto bersama setelah melakukan diskusi bersama Jemaat GMIT Reo. Pnt. Yeft Sanam (sebelah kiri Pdt. Edwin) adalah bendahara Sinode GMIT. Pdt. Meksi (paling tengah) adalah Ketua Bidang Tata Gereja Sinode GMIT)

Relawan ikut “ganda-ganda” ata mengobrol bersama anggota jemaat GMIT Reo setelah ibadah Minggu, 30 Agustus 2026. Hadir juga dalam ganda-ganda ini, relawan dari Menonite Disaster Servise (MDS) dan seorang relawan dari GKI Sinwil Jateng.

Setelah mengirimkan bantuan dari Poster GMIT Ruteng ke Reo dan Satar Punda, menikmati kehangatan dan keramahan bersama mereka.


Leave a Reply