Khotbah Minggu, 13 September 2026
Warna Liturgi : Hijau
Minggu Biasa XIX
Perikop : Hosea 11:1-11
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Saat ini kita kerap menyaksikan masyarakat atau sekelolmpok masyarakat yang melakukan tindakan main hakim sendiri yang di sebabkan oleh rasa kesal atau marah atas tindakan kejahatan yang terjadi. Main hakim sendiri ini merujuk pada tindakan menghukum seseorang tanpa melalui prosedur hukum yang berlaku dan tindakan tersebut tidak dibenarkan secara hukum karena melanggar kewenagan-kewenagan yang sah. Kita juga kerapkali sakit hati saat kita di hianati oleh orang yang kita percayai, tak jarang kita terdorong untuk membalasnya sedemikian rupa bahkan kalau bisa jauh melebihi sakit yang kita rasakan. Sering kita menganggap membalas dendam, membalas kejahatan dengan kejahatan sebagai solusi menyelesaikan persoalan. Namun kenyataanya persoalan tidak akan pernah selesai. Sehingga sangat dibutuh upaya pendekatan penyelesaian yang sangat mendasar yaitu misalnya “yang salah mendapatkan pembinaan”, sakit hati diobati dengan pengampunan, penerimaan dan kasih. Dan banyak cara – cara lain yang jauh lebih baik yang bisa dilakukan.
Firman Tuhan yang telah kita baca saat ini Hosea 11:1-11 dilatar belakangi kesalahan yang secara berulang-ulang dilakukan oleh umat Israel. Mereka telah berlaku serong menghianati perjanjian dengan menyembah berhala. Kesetiaan mereka telah terbagi kepada Allah dan kepada Baal. Keluarga Hosea dipakai sebagai gambaran ketidaksetiaan mereka Hosea 1:2-9. Secara spiritual mereka berzinah secara rohani dengan menyembah kepada Baal Kanaan yang menjatuhkan moral bangsa (Hos 2:6, 11:2). Demikian juga pemujaan kepada dewa kesuburan dan pesta persundalan, persundalan rohani yaitu penyembahan berhala, kehancuran rohani, moral dan politik serta sosial (Hos 4:10-13). Mereka melakukan penyelewengan iman yang telah diajarkan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Sifat hubungan kasih Allah kepada umat-Nya tercermin dalam keluarga Hosea. Meskipun Israel melakukan ketidak setiaan kepada Allah namun Allah menunjukan kasih setia-Nya kepada mereka. Perikop bacaan kita saat ini menunjukan hubungan kasih setia Tuhan kepada Israel. Sejak Israel masih muda telah dipanggil-Nya dari Mesir. Peristiwa pembebasan dari Mesir mengingatkan mereka pada tujuan pangilan pembebasan itu. Yaitu Allah menghendaki agar mereka percaya, berbakti dan beribadah kepada Allah. Namun sayang justru yang terjadi sebaliknya semakin mereka dipanggil semakin mereka pergi dari hadapan Tuhan, mereka mempersembakan korban kepada para Baal dan membakar korban kepada patung-patung. Sekalipun pembuangan, pedang dan penghukuman dipakai untuk menyadarkan mereka namun mereka tidak Insaf, mereka tidak bertobat. Mereka betah membelakangi Tuhan, mereka tetap memanggil nama Baal dan berhenti memuliakan Tuhan.
Namun kesabaran Allah tidak pernah habis, kemurahan dan kasih setia Allah tetap abadi kepada mereka ayat 8 “Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.” Adma merupakan kota didataran Yordan yaitu lembah sidim yang dihancurkan bersama dengan Sodom dan gomora demikian juga zeboim juga merupakan kota yang dihancurkan bersama dengan Sodom dan gomora. Oleh sebab itu Allah tidak membiarkan Efraim dan tidak menyerahkan Israel artinya bahwa Allah berhenti menghukum mereka. Ayat 9, “Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. Allah akan memulihkan keadaan mereka. Mereka akan mengikuti Tuhan, dan Tuhan akan menempatkan mereka kembali dirumah-rumah mereka.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Kerap kali kita juga melakukan Kesalahan – kesalahan (Dosa) seperti yang dilakukan oleh umat Tuhan pada zaman Hosea waktu itu. Kita masih sering berlaku serong, mengingkari perjanjian kita dengan Tuhan bahkan kita cenderung berbakti pada berhala masa kini. Berhala masa kini adalah hal-hal yang mendominasi kehidupan dan hati manusia yang mengeser fokus dari Tuhan misalnya materialisme (uang) jabatan atau karir, kekuasaan, teknologi, hedonisme semua ini dapat menjadi berhala ketika fokusnya bergeser bukan kepada Tuhan. Timothy Keller seorang teolog dan pendeta berpendapat bahwa berhala merupakan apapun yang lebih penting bagi diri anda daripada Tuhan.Apapun yang menyerap hati dan imajinasi anda dari pada Tuhan. Menurutnya berhala modern meliputi uang, kekuasaan, kesusksesan dan segala bentuk penyelewengan.
Jika demikian akankah kasih setia Allah tetap dinyakakan kepada kita saat ini? Melihat kembali kemurahan Allah yang terjalin kepada keluarga Hosea, kesabaran dan kemurahan Allah kepada Israel, kepada Efraim. Kita diingatkan pada tindakan-tindakan Allah yang mengampuni dosa dan kesalahan. Kita di ingatkan pada tindakan Allah yang memulihkan mereka. Oleh sebab itu kitapun oleh kesalahan-kesalahan kita, Kita akan kembali kepada Tuhan. Kita akan percaya dan mengikut Tuhan untuk selamanya. Kita percaya bahwa tuhan akan memulihkan kita, mengampuni dan memberkati kita.
Kasih Allah memulihkan umat berdosa amin.
Nas Pembimbing : Mazmur 46:2
Berita Anugerah : Yesaya 43:25
Nas Persembahan : Amsal 19: 17
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : PKJ 192:1-3
- Nyanyian Pujian : PKJ 179:1-2
- Nyanyian Peneguhan : KJ 383:1-2
- Nyanyian Responsoria : PKJ 203 :1-3
- Nyanyian Persembahan : KJ 450
- Nyanyian Penutup: KJ 401:1-2


Leave a Reply