Khotbah Minggu, 28 Juni 2026
Warna Liturgi : HIjau
Minggu Biasa VIII
Perikop : Mazmur 133:1-3
Saudara-saudara jemaat Tuhan,
Bacaan firman minggu ini adalah dari kitab Mazmur, tepatnya Mazmur 133 : 1-3. Ini adalah salah satu Mazmur terpendek di samping Mazmur 117 yang hanya terdiri dua ayat, Mazmur 131 dengan tiga ayat, dan Mazmur 134 juga dengan tiga ayat.
Tema utama Mazmur 133 adalah kerukunan menghadirkan berkat. Melihat pada kata “rukun”, rukun merujuk pada sikap hidup berdampingan secara baik, damai, saling menyayangi, bersatu hati, dan selalu menjaga hubungan baik tanpa adanya konflik. Rukun adalah sikap yang mencerminkan saling pengertian demi menghadirkan perdamaian dan keharmonisan. Dalam konteks kehidupan sosial, kerukunan diartikan sebagai kesepakatan masyarakat yang dilaksanakan dengan menjunjung tinggi keragaman (baik budaya, etnis, maupun agama) untuk mencapai tujuan bersama. Itu sama artinya bahwa untuk membina kehidupan sosial yang harmonis setiap orang harus menerima perbedaan dengan ketulusan hati dan menjadikannya titik tolak. Hidup rukun dalam prakteknya mengeliminir perselisihan dan membuat lingkungan damai, nyaman, dan tenang. Rukun juga memupuk rasa senasib sepenanggungan, yang pada saat yang sama memperkuat ikatan sosial dan rasa persatuan. Hidup rukun membuat jalinan kerja sama yang baik (gotong royong) untuk mencapai kesejahteraan bersama makin terbuka lebar.
Pemazmur menggambarkan “hidup rukun” itu seperti minyak urapan. Minyak urapan yang dicurahkan atas Harun sewaktu ia di tahbiskan menjadi Imam (bdk. Keluaran 29 : 1-7). Juga pengurapan Daud menjadi Raja atas Israel (lih. Mazmur 89:20). Dalam konteksnya, minyak ini digunakan untuk menguduskan benda, tempat, dan orang (seperti nabi, raja, atau imam) untuk tujuan yang suci bagi Tuhan. Alkitab juga memberi pentunjuk tentang apa itu minyak urapan (lihat Keluaran 30: 22-25). Minyak urapan menandai beberapa hal :
Pengudusan
Kita tahu bahwa ” secara harfiah berarti memisahkan sesuatu untuk penggunaan atau tujuan khusus, dibersihkan dari yang kotor. Dalam konteks iman Kristen ini berarti dipisahkan dari dosa dan dikhususkan untuk Allah. Minyak urapan adalah perwujudkan perkenan Allah untuk menguduskan orang atau sesuatu lainnya. Karena pengudusan itu, maka ia (orang) atau barang yang diurapi menjadi istimewa, punya hak dan nilai lebih daripada lainnya.
Pemilihan Allah
Minyak urapan yang dicurahkan pada seseorang adalah bentuk pemilihan Allah. Pemilihan bukanlah tindakan yang sembarangan, melainkan sesuai dengan ketetapan dan kehendak Allah yang kekal berdasarkan hikmat dan rencana Allah. Pemilihan adalah wujud dari karunia yang hanya bisa diperoleh oleh orang yang kepadanya Allah berkenan.
Pemberian berkat
Minyak urapan menandai berkat yang karena kasihNya yang besar berkenan Ia berikan kepada umatNya. Berkat itu hadir dalam bentuk: kuasa dan kemampuan, pemeliharaan, pertolongan, jaminan dan pembelaan. Demikianlah pencurahan minyak urapan menandai Allah mencurahkan berkatNya.
Di bagian lain khusnya ayat 3, Pemazmur juga mengambarkan dampak dari kerukunan itu seperti embun yang turun dari gunung Hermon ke bukit Sion. Kita tahu bahwa semua mahluk hidup bergantung pada air. Tumbuhan, hewan dan manusia tidak tidak bisa hidup tanpa air. Perhatikan Mazmur 1:3, bagaimana sang Pemazmur berangkat dari pengetahuan dan pengalamannya mengisahkan tentang tumbuhan (pohon) yang hidup dekat air, ia akan tumbuh segar, tidak terpengaruh oleh musim (kering) dan pada saatnya akan berbuah baik. Di alam Israel yang kering, embun menyiratkan kesegaran, pemulihan dan kehidupan. Bukankah begitu juga dalam pengalaman kita sehari-hari? Lihat bagaimana pohon, tanaman, rumput menjadi kering ketika dalam waktu lama tak turun hujan. Namun dalam beberapa hari, saat hujan mulai turun, semua berubah. Pohon itu tanpak segar, tumbuhan dan rumput menghijau kembali. Lihat bagaimana hewan yang setelah kehausan begitu rupa, menajdi segar dan pulih setelah mengecap segarnya minum air. Karena itulah maka Pemazmur menggambarkan embun yang turun dari Hermon sebagai berkat Tuhan yang turun dari tahta Allah kepada umatNya.
Begitu baik dan hebat dampak kehidupan yang rukun. Sekarang, satu pertanyaan penting lainnya adalah, apa yang harus dilakukan agar kita semua dapat hidup rukun?
- Rukun akan terjadi jika umat berpegang pada perintah Tuhan dan hidup didasarkan pada takut akan Tuhan (Ul. 8:6; Amsal 9:10). Komitmen ini akan membawa/menuntun umat pada kehidupan yang lebih baik, penuh hikmat, dan terlindungi. Hal ini juga membantu umat membuat keputusan yang benar, menghindari kejahatan.
- Rukun akan terjadi jika kasih menjadi dasar utama relasi sehari-hari (Yoh. 13 : 34-35; Efesus 5 : 2; 2 Yoh. 1:6). Mempraktekan kasih dalam relasi dengan semua berguna untuk membangun hubungan yang harmonis, tulus, saling percaya dan saling mendukung, menciptakan kedamaian, serta mendorong pengampunan dan pengorbanan. Hal ini tidak hanya memperkuat ikatan antar individu, tetapi juga membentuk komunitas yang lebih baik melalui tindakan kasih yang nyata.
- Rukun akan terjadi jika masing-masing tidak meninggikan diri dan mencari keuntungan diri sendiri (1 Kor. 10:24; 2 Kor. 2:17; 1 Petrus 5:2). Kerendahan hati dan tidak mwmenyingkan diri sendiri menumbuhkan kepercayaan dan rasa hormat dari orang lain. Hal ini merangsang hubungan pribadi yang lebih harmonis. Selain itu sikap tidak sombong dan tidak mencari keuntungan diri sendiri mengikis bahkan mampu menghilangkan persaingan yang tidak sehat dan meningkatkan semangat kebersamaan dan kualitas interaksi sosial.
- Kerukunan akan terjadi jika kebersamaan dalam nilai, tujuan dan kerja (Roma 12:16; 1 Kor. 1:10; Filipi 2:2). Membangun dan menghidupi nilai-nilai, bersama, membangun tujuan dan kerja sama bermanfaat untuk menciptakan landasan yang kuat untuk berbagai aspek kehidupan, baik dalam hubungan pribadi, komunitas, maupun organisasi.
Saudara-saudara, mari kita bergandengan tangan dengan penuh kasih, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kebaikan bersama. Kiranya kita dapat menjadi pembawa damai di tengah keluarga, masyarakat, dan bangsa. Marilah kita bersepakat memohon kepada Tuhan: Ya Tuhan, jadikan kami pembawa damai dan pelaku kerukunan. Jauhkan kami dari segala perselisihan, dan kuatkanlah ikatan persaudaraan kami agar kami dapat hidup rukun dan damai di hadirat-Mu. Amin”.
Nas Pembimbing : Amsal 14:26
Berita Anugerah : Mazmur 130 : 7
Nas Persembahan : Nehemia 10:36
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 17: 1-3
- Nyanyian Pujian : KJ 242: 1-3
- Nyanyian Peneguhan : KJ 25 : 1-3
- Nyanyian Responsoria : PKJ 267
- Nyanyian Persembahan : KJ 146 : 1-3
- Nyanyian Penutup : PKJ 264 : 1-3


Leave a Reply