Khotbah Minggu, 30 November 2025
Warna Liturgi : Ungu
Minggu I Adven
Perikop: Yesaya 2:1-5
Bacaan kita saat ini adalah nubuatan yang datang dari Allah kepada Yesaya mengenai janji pemulihan akan bangsa Israel yang telah dibuang ke tanah asing akibat perbuatan “zinah” yang mereka lakukan. Zinah yang dimaksudkan ialah pengkhianatan umat dari cinta kaish Tuhan Allah kepada penyembahan berhala-berhala dan berbagai penindasan serta ketidakadilan yang mereka lakukan kepada saudara-saudara sebangsanya.
Nubuatan itu berbicara tentang janji bahwa pada akhirnya nanti “rumah Tuhan” akan berdiri kembali. Memang pada saat bangsa Israel jatuh ke tangan Babel, Bait Allah dihancurkan. Dengan demikian, janji ini merupakan suatu pengharapan bagi bangsa yang sangat mengimani bahwa Bait Allah adalah simbol dari keberadaan Allah itu sendiri, sehingga saat Bait Allah hancur, mereka juga merasakan kehancuran karena menganggap bahwa Allah mereka telah meninggalkan mereka. Firman yang datang kepada Yesaya juga menerangkan sebuah ajakan kepada umat untuk kembali kepada Tuhan Allah dan mau mendengar pengajaran-Nya dan menjalani kehidupan umat dalam terang kehendak Allah. Mengapa kepada Allah saja? Karena Allah sendirilah yang menjadi hakim bagi seluruh bangsa dan Keberadaan-Nya membawa damai bagi seluruh dunia. Memahami nubuatan Yesaya ini, kita tentu harus bersyukur karena Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya dalam keadaan yang terbuang dan terabaikan dalam penderitaan. Penderitaan adalah sebuah kepastian yang harus dijalani dalam kehidupan, namun ada kelegaan karena dalam Tuhan Allah, kita tidak dibiarkan dan kita tidak diabaikan, melainkan Ia senantiasa memelihara dan memulihkan kita dalam berbagai macam keadaan kita, segala macam luka dan duka serta berbagai macam kesedihan dan patah hati, dapat diubahkan oleh-Nya menjadi suka dan kebahagiaan.
Janji pemulihan yang diberikan Allah, kita juga berlaku kepada seluruh dunia. Manusia yang selama ini hidup dalam kuasa dosa yang menggiring manusia kepada kebinasaan, kini hidup dalam naungan kasih anugerah Allah, melalui pengorbanan Putera Nya yang Tunggal, Tuhan Kita Yesus Kristus. Keselamatan itu kini ada pada kita, namun kita juga masih menantikan kesempurnaan keselamatan itu pada kegenapan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, bukan lagi sebagai hamba, melainkan sebagai Raja yang akan mengahikimi seluruh bangsa.
Saat ini kita memasuki masa Adven, dan minggu ini adalah Minggu Adven I. Dalam kalender gereja, masa Adven mengajak kita merefleksikan cinta kasih Tuhan Allah dalam kelahiran Yesus di dunia, dan juga mengajak kita merefleksikan masa penantian akan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Belajar dari nubuatan Yesaya, kita belajar untuk 1) hidup dalam cinta kasih Allah. Allah membenci pengkhianatan yang dilakukan oleh bangsa Israel di masa itu. Bukan semata-mata karena Ia adalah pihak yang haus akan kehormatan, melainkan justru Allah melindungi umat-Nya dari pengaruh yang membawa mereka menjadi pribadi yang jahat dan saling menindas satu dengan yang lain. Sama halnya dengan saat ini, Yesus juga mengajarkan banyak hal mengenai kasih. Mengikut Yesus bukan hanya perihal beribadah kepada Yesus, atau semata-mata karena Yesus haus akan kehormatan, melainkan karena Yesus mau kita hidup berkualitas dan jauh dari kerusakan dosa. Karena dosa itu merusak! 2) Senantiasa berpengharapan kepada Yesus. Pada masa penantian ini, kita diajak untuk terus berpengharapan hanya kepada Yesus. Tantangan kehidupan yang tidak semakin mudah serta berbagai macam penderitaan seringkali dapat menggoyahkan iman kita kepada Allah, namun baiklah kita senantiasa setia kepada Allah karena janji-Nya yang akan senantiasa memulihkan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Nas Pembimbing : Mazmur 12:6
Berita Anugerah : Yehezkiel 36:26-27
Nas Persembahan : Filipi 4:19
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 18
- Nyanyian Pujian : PKJ 5
- Nyanyian Peneguhan : KJ 335
- Nyanyian Responsoria : PKJ 165
- Nyanyian Persembahan : PKJ 271
- Nyanyian Penutup : PKJ 182


Leave a Reply