Khotbah Malam Natal, 24 Desember 2025
Warna Liturgi : Putih
Malam Natal
Perikop : Yohanes 1:1-14
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Kita bersyukur saat ini dapat bersekutu dalam ibadah malam Natal. Malam Natal adalah malam yang penuh arti, malam yang penuh suka cita dan kedamaian. Tema ibadah malam Natal ini adalah: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:4).
Dalam tema tersebut yang harus kita pahami adalah: apa hidup itu? Pertanyaan tersebut sekilas sangat sederhana, tapi arti dan maknanya sangatlah kompleks. Pada umumnya orang yang masih bernafas dikatakan hidup. Selain itu ada yang memaknai hidup adalah tujuan, maka orang yang tidak mempunyai tujuan berarti orang itu tidak tahu arti hidupnya. Ada yang mengartikan hidup adalah kesenangan, maka banyak orang yang mengejar kesenangan itu dengan cara apapun bahkan rela mengeluarkan uang banyak hanya untuk mendapatkan kesenangan hidup. Ada juga yang mengatakan hidup adalah kebebasan. Selama orang masih hidup dalam tekanan ia belum memiliki makna hidup. Untuk mendapatkan makna hidup ia harus berusaha dengan keras melawan tekanan-tekanan itu. Dari pandangan-pandangan tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia tidak ada yang tahu persis cara menemukan arti hidup yang sesungguhnya. Sejauh ini banyak cara yang dilakukan orang untuk menemukan makna hidupnya, namun usaha manusia itu belum menemukan arti dan makna hidup yang sesungguhnya. Memang proses pencarian makna hidup akan berlangsung seumur hidup orang itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa makna hidup yang dicari-cari manusia pada umumnya adalah soal kebahagiaan, kesenangan, ketenteraman dan keselamatan di dunia ini dan yang menjadi pusat hidupnya hanya pada dirinya sendiri.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
Berbicara tentang hidup dan kehidupan, dalam bacaan kita pada malam Natal ini khususnya pada ayat 4, Yohanes mengatakan: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia” Apa maksud Yohanes dengan perkataannya itu? Mari kita mencoba menghayatinya bersama. Dua hal yang hendak disampaikan oleh Yohanes dalam pernyataannya itu:
Pertama: Dalam Dia ada hidup.
Yohanes mengatakan dalam Dia ada hidup, tentu bukan hanya sekedar hidup seperti yang dipahami orang pada umumnya, tetapi hidup yang memiliki dimensi kekekalan. Hidup yang kekal hanya bisa diberikan oleh sang kekal itu sendiri. Jika Yesus tidak kekal maka Ia tidak akan bisa memberikan hidup yang kekal kepada manusia. Menjelaskan bahwa Yesus itu bersifat kekal tidaklah mudah, karena Yesus adalah manusia dan orang memahami tidak ada manusia yang bersifat kekal, karena itu tidak mudah orang akan mengakui Yesus adalah Tuhan, paling-paling orang hanya mengakui Yesus sebagai guru besar atau nabi. Yohanes berusaha memberikan pemahaman bahwa Yesus bersifat kekal. Dalam Yohanes 1:15 dikatakan bahwa Dia sudah ada sebelum Yohanes ada. Wah pernyataan ini makin membingunkan bukan? Kenyatanya Yohanes Pembaptis lahir lebih dulu daripada Yesus. Dari sisi kemanusiaan-Nya memang iya bahwa Yesus dilahirkan setelah Yohanes Pembaptis dilahirkan, tetapi dari sisi keberadaannya, menurut Yohanes, Yesus sudah ada jauh sebelum dunia ini ada. Yohanes mengatakan bahwa Yesus ada sejak semula (Yoh 1:1), artinya keberadaan-Nya sudah ada sejak semula sebelum segala sesuatu diciptakan. Keberadaan Yesus berupa Firman. Firman itu Bersama-sama dengan Allah, artinya Allah dengan Firman itu tidak dapat dipisahkan karena Firman itu adalah Allah (Yohanes 1:1). Jadi Yohanes menegaskan bahwa Yesus itu adalah Allah, Dia adalah Allah yang kekal yang menjadi manusia dan diam di dunia ini (Yohanes 1:14). Itulah dasarnya mengapa Yohanes dengan tegas mengatakan bahwa dalam Yesus ada hidup. Artinya hanya dalam Yesuslah manusia bisa memperoleh hidup yang kekal.
Kedua: Hidup itu adalah terang manusia.
Jika orang mengatakan hidup adalah kebahagiaan, hidup adalah kebebasan, Yohanes mengatakan hidup itu adalah terang manusia. Menurut Yohanes hidup dalam Yesus Kristus akan merubah kegelapan menjadi terang bagi manusia. Manusia sangat membutuhkan terang yang sejati. Tanpa terang itu manusia akan selamanya hidup dalam kegelapan atau hidup dalam dosa-dosanya. Yohanes menunjukkan bahwa terang yang sejati dari Allah sesungguhnya sudah hadir pada diri Yesus Kristus (Yohanes 1:9), namun sayang dunia tidak mengenal-Nya (Yohanes 1:10), bahkan umat Israel sebagai milik kepunyaan-Nya pun telah menolak Yesus (Yohanes 1:11).
Saudara-saudara yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Melalui Firman Tuhan di malam Natal ini, makna apa yang bisa kita peroleh untuk kehidupan kita saat ini? Makna hidup yang sesungguhnya adalah jika seseorang itu mau memberikan hidupnya bagi sesamanya. Allah telah berbagi kemanusiaan-Nya di dalam Yesus Kristus. Tindakan Allah dengan berbagi kemanusiaan-Nya itu bukan saja membuka jalan kehidupan kekal bagi manusia, tetapi juga hidup kita sekarang ini memiliki makna yaitu menjadi terang bagi sesama yang masih hidup dalam kegelapan. Terang yang telah kita terima itu harus kita pancarkan setiap hari melalui perbuatan baik kita, melalui sapaan-sapaan yang menyejukkan dan melalui pemikiran-pemikiran yang positif. Dengan demikian harapannya orang mau membuka diri terhadap terang Tuhan yang memberi kehidupan. Dalam Yohanes 10:10b. Tuhan Yesus berkata: “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup…..”
Yohanes mengajarkan kepada kita bahwa hidup yang bermakna adalah ketika kita mengakui dan menerima Yesus Kristus sebagai pusat hidup kita. Hidup yang diberikan Kristus itu adalah terang bagi kita. Ibarat kendaraan, terang itu adalah lampu indikator yang menandakan kendaraan dalam posisi on atau bisa dihidupkan. Jika lampu indikator belum menyala maka kendaraan tidak akan bisa hidup. Demikian juga dengan kita, terang yang ada pada kita merupakan suatu indikator bahwa kita telah menerima kehidupan dari Tuhan Yesus. Sekarang tugas kita adalah membawa terang itu kepada sesama kita, agar merekapun juga memperoleh hidup yang kekal di dalam Tuhan Yesus Kristus. Marilah dalam ibadah malam Natal ini kita berkomitmen untuk berbagi kebaikan kepada sesama yang membutuhkan terang. Selamat menyambut dan merayakan Natal 25 Desember 2024, Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.


Leave a Reply