Khotbah Minggu, 2 Agustus 2026
Warna Liturgi : Hijau
Minggu Biasa XIII
Perikop : Efesus 2:11-22
Saudaraku yang dikasihi Tuhan
Minggu ini, kita kembali memasuki bulan diakonia. Sebuah kalender gerejawi yang dirumuskan sedemikian rupa oleh GKSBS guna mengajak umat untuk menghayati tugas panggilan gereja yang salah satunya adalah Diakonia. Dalam hal ini saya mengingat satu kutipan yang diucapkan J. C. Sikkel tahun 1880 bahwa Gereja dapat hidup tanpa gedung, tetapi gereja tidak dapat hidup tanpa Diakonia. (Bayangkan saja, kita ber gereja tidak ada pelayanan Firman, tidak ada pelayanan doa, tidak ada pelayanan ibadah dan lain… Persekutuan yang tidak bergerak adalah mati.)
Saudara yang dikasihi Tuhan
Bacaan Efesus 2:11-22, akan menolong kita sebagai gereja untuk semakin menghayati panggilanNya. Pewartaan Injil Kritus dalam pertumbuhan jemaat mula-mula, tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial masyarakat yang ada, termasuk jemaat di Efesus ini. Misalnya Demetrius si pembuat patung Artemis, yang akhirnya berperan sebagai dalang huru hara di Efesus, atau anak-anak Skewa Imam kepala Yahudi (Kisah Para Rasul 19:13-40). Dan masih banyak soal lain yang pastinya andil dalam mempengaruhi bahkan membentuk cara berpikir masyarakat pun jemaat.
Saudara yang terkasih
Hal ini saya sampaikan, paling tidak memberikan gambaran sedikit bagaimana jemaat Efesus, yang di dalamnya ada Paulus, Apolos, Priskila dan Akwila (beberapa penginjil di jemaat Efesus). Bagaimana setiap pihak merespon realita konteks akan selalu berbeda satu dengan yang lainnya, dan pastinya tidak menutup kemungkinan menimbulkan cara pandang yang berbeda pula. Hal itu, jika tidak disikapi secara dewasa akan menjadi peluang konflik diantaranya.
Saudara yang dikasihi Tuhan
Kita belajar dari keteladanan para tokoh-tokoh ini.
1. Meskipun ada cara pandang yang berbeda antara Paulus dan Petrus soal Kekristenan, sidang para rasul di Yerusalem menghasilkan kesepakatan bahwa Petrus mengabarkan Injil untuk orang Kristen yang bersunat, sementara Paulus mengabarkan Injil bagi mereka yang tidak bersunat.
2. Meskipun Paulus dan Silas berbeda pendapat namun mereka tetap mengerjakan pewartaan Injil Kristus
3. Meskipun Paulus dan Apolos sempat menimbulkan pertikaian golongan, namun mereka sungguh Bijaksana (Paulus yang menanam namun Apolos yang menyiram).
dalam Surat Efesus Efesus 2:14 (TB) ” Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,” Menjadi salah satu bentuk kedewasaan iman dengan memposisikan bahwa Kemuliaan Kristus adalah jauh lebih penting dari pada kepentingan mereka.
Saudara yang dikasihi Tuhan
Pada perayaan bulan diakonia ini, kita diingatkan pada sebuah tema kotbah “Gereja Adalah Keluarga Allah, Hidup Dalam Pelayanan dan Keutuhan”. GKSBS adalah Rumah Bersama. Eklesiologi ini mempertegas jati dirinya bahwa GKSBS adalah gereja yang inklusif, terbuka dan menjadi ruang belajar bersama untuk saling menemukan bahwasanya kita adalah keluarga! Karena kita dari roti yang satu, walaupun kita banyak, kita adalah Satu Tubuh Kristus.
Pada akhirnya. Berdiakonia adalah cara meneguhkan, menopang satu sama lain. Diakonia menggerakkan Jemaat untuk selalu hadir bagi yang lain, sehingga persekutuan bukan sekadar wujud iman transaksional, namun persekutuan menjadi wujud nyata bahwa kita bersama. Kita keluarga yang terus merasa terpanggil untuk melayani sesama. Tuhan memberkati kita amin.
Nas Pembimbing : Mazmur 100:2
Berita Anugerah : Mazmur 86:5
Nas Persembahan : Amsal 3:9
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 256:1-3
- Nyanyian Pujian : PKJ 8:1-2
- Nyanyian Peneguhan : KJ 395
- Nyanyian Responsoria : KJ 429:1-2
- Nyanyian Persembahan : PKJ 277:1
- Nyanyian Penutup : PKJ 185:1-2


Leave a Reply