Kotbah Minggu, 26 Juli 2026
Minggu Biasa XII
Warna : Hijau
Perikop : Markus 7:1-23
Keluarga Allah yang terkasih, kami mempunyai kebiasaan cuci tangan kalua masuk rumah, apalagi dengan anak anak yang les baca tulis hitung dirumah. Kebiasaan ini terbawa semenjak ada covid 19 beberapa tahun lalu yang sangat gencar dengan gerekan cuci tangan. Tindakan sederhana itu ternyata sangat efektif untuk menjaga Kesehatan. Maka tidaklah heran jika pada masa Covid 19 selalu ada air didepan rumah di tiap tiap keluarga yang dipergunakan untuk mencuci tangan.
Dari perspektif kesehatan, keberatan orang orang Farisi dan ahli Taurat mengenai beberapa murid Yesus yang makan dengan tidka mencuci tangan adalah hal yang masuk akal. Dengan tidak mencuci tangan, mereka akan rentan terserang penyakit, apalagi kondisi geografis kala itu jelas berbeda dengan sekarang. Kala itu juga ada kebiasaan cuci kaki sebelum masuk rumah, karena perjalanan jauh atau jalanan yang berdebu. Apalagi setiap kali ada Yesus, orang banyak hamper pasti selalu ada. Kerumunan orang banyak cenderung menimbulkan debu dan juga bisa jadi virus yang mudah menyebar.
Tetapi dasar keberatan ahli Taurat dan orang Farisi bukanlah karena Kesehatan, namun terkait dengan adat istiadat yang mereka samakan dengan hukum Allah ( Markus 7: 3-5 ). Perhatikan kata “Najis“ yang sering disejajarkan dengan kekudusan oleh ahli Taurat dan orang orang Farisi. Jadi tidak cuci tangan berarti berdosa, begitu pemahaman mereka, bahkan mungkin juga keyakinan iman mereka.
Padahal aturan tersebut tidak ada kaitannya dengan dengan Hukum Taurat, namun hanya dapat dilihat pada momen momen tertentu, semisal aturan membasuh tangan bagi Harun dan anak anaknya yang sebagai imam di kemah pertemuan, sebagaimana dicatat dalam Keluaran 30: 17-21.
Keluarga Allah yang terkasih, dari sudut pandang itulah muncul penilaian dang penghakiman dari para ahli Taurat dan orang orang Farisi bahwa murid murid Tuhan Yesus yang tidak mencuci tangan sebelum makam adalah orang orang najis, artinya mereka tidak layak beribadah kepada Tuhan dan boleh mendekat dengan orang orang yang tahir. Singkatnya kenajisan mereka adalah kekejian bagi orang orang Farisi dan ahli ahli Taurat yang menampilkan hidup beriman dan beragama dengan caranya.
Nah disitulah Tuhan Yesus menegur mereka dengan mengatakan “bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku, percuma mereka beribadah kepadKu, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia“ ( Markus 7 : 6-7 ). Tuhan Yesus menyingkap kemunafikan para ahli TAurat dan orang orang Farisi yang mengedepankan kebersihan jasmani dan juga ritual, tetapi kemudian mereka meniadakan kebersihan hati (rohani) dan praktik kebaikan semata. Maka kemudian diutarakan oleh Tuhan Yesus tentang kasih kepada sesama seperti menghormati dan menghargai orang tua (Markus 7: 10-12).
Keluarga Allah yang terkasih, ketika merujuk dalam sabda pembimbing Mikha 6: 8 yang mengatakan “hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Apakah yang dituntut Tuhan darimu, selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati dihadapan Allah“.
Jelas ini senada dengan konsen GKSBS yang mengangkat bulan ini sebagai bulan Diakonia, dimana kita diajak bersama untuk menyatakan diri kita sebagai GKSBS yang bukan hanya hebat dalam peribadatan ritual, namun juga peribadatan dalam kehidupan nyata sehari hari dengan berlaku adil dengan sesama, dengan selalu menjunjung kesetiaan dan dengan tetap mengutamakan kerendahan hati.
Sebagai contoh dimana GKSBS Keluarga Allah Batanghari, Jambi di bulan diakonia pernah belajar melakukan tindakan kasih dan berbagai kegiatan ke saudara Suku Anak Dalam di Pauhmenang.merekan berbagi kasih dengan pakaian layak pakai, sembako, alat kebersihan dan lain lain. Kebetulan pendetanya dulu pernah tinggal bersama Suku Anak Dalam lebih dari 5 tahun.
Kita bisa memulai dari hal hal kecil disekitar kita untuk memperkatakan kasih Yesus yang tiada bertepi.
Selamat berdiakonia.
Nas Pembimbing : Mikha 6 : 8
Berita Anugerah : Yesaya 44 : 22
NasPersembahan : Mazmur 54 : 8
Nyanyian :
Nyanyian Pembukaan :PKJ 2
Nyanyian Pujian: PKJ 8
Nyanyian Peneguhan:PKJ 15
Nyanyian Responsoria :PKJ 128
Nyanyian Persembahan :KJ 448
Nyanyian Penutup :KJ 346 : 1


Leave a Reply