Berita bencana yang terjadi di negeri ini selalu menggetarkan GKSBS, baik sebagai GEREJA maupun GERAKAN. Ada dua makna yang muncul dari kata GKSBS, tetapi keduanya saling kelindan dan berhimpitan dalam semangat yang sama. Sebagai Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan, gereja yang menghidupi misi Allah (Misio Dei) bersama dengan semua ciptaan yang lain harus menghadirkan cintaNya di bumi. Dan juga GKSBS sebagai Gerakan Kemanusiaan dan Solidaritas Bagi Sesama juga membawa nilai-nilai empati dan solidaritas untuk mereka yang lemah, miskin dan tertindas. Dalam peristiwa bencana, GKSBS selalu merasa terpanggil hadir bersama mereka.
Peristiwa bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera di akhir November tentu saja membunyikan lonceng panggilan bagi GKSBS. Jangankan di Sumatera, bahkan di Palu, Sulawesi Tengah pun GKSBS hadir dan mengirimkan tim reaksi cepat dan kemudian disusul oleh tim psikososial. Dua bidang ini sudah menjadi tanggapan pasti untuk setiap kali lonceng panggilan itu berbunyi. Pada tanggal 6 Desember 2025, GKSBS mengirimkan 3 orang relawan menuju Tapanuli Tengah, Sumatera Utara untuk bersama dengan jejaring yang selama ini bekerja bersama.
Pdt. Tulus Silitonga (GKSBS Way Hitam), Pdt. Peniel Telaumbanua (GKSBS Sumberhadi), dan Sdr. Robinsar Hasudungan Napitupulu (Pemuda GKSBS Sebelat, Bengkulu) menuju Sibolga, berkoordinasi dengan YEU, ADRA, dan JAKOMKRIS dan saat ini berada 3 orang relawan GKSBS berada di Pengungsian Tukka, Tapanuli Tengah. Di gedung SMA Negeri 1 Tukka, terdapat pengungsi yang terdiri dari 64 balita dan 144 anak-anak, orang tua dewasa 346 orang dan ibu hamil 5 orang. Tim Gerakan Kemanusiaan dan Solidaritas Bagi Sesama kemudian tinggal bersama mereka untuk bersama-sama menciptakan kondisi pengungsian yang baik. Kondisi di lokasi saat ini masih sering turun hujan, dan untuk mencapai lokasi ini dari Sibolga melewati medan yang cukup sulit.
Hari ini, 10 Desember 2025, GKSBS mengirimkan dua orang relawan lagi untuk merancang dan melakukan tindakan psikososial di Tukka. Tim kedua sebagai tim psikososial ini terdiri dari Pdt. Edwin Jonathan (Pdt. GKSBS Way Mili) dan Dkn. Titus Damar Prasaja (Pemuda GKSBS Jayaguna). Psikososial bertugas memulihkan aspek psikologis dan interaksi sosial para penyintas di lingkungan komunitas maupun di pengungsian. Kegiatan-kegiatan ringan yang asik dan menarik seperti olahraga bersama, pentas seni, bermain bersama, dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan untuk interaksi sosial.
Untuk mendukung para relawan yang berada di Sumatera Utara, Kantor Sinode mendirikan pos koordinasi yang akan terus menjadi supporting system bagi para relawan. Inilah panggilan kita, mari menanggapinya dengan tetap meletakkan pengharapan baik pada Tuhan.
Gerakan Kemanusiaan dan Solidaritas Bagi Sesama ini selalu terbuka untuk Bapak-Ibu dan kawan-kawan semua. Mari, ada pos koordinasi yang selalu dihangatkan dengan kehadiran kawan-kawan semua.










Pewarta : Harjanto


Leave a Reply