Kotbah Minggu, 1 Februari 2026
Warna Liturgi : Hijau
Minggu Biasa III
Perikop : Matius 5: 13-20
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Bacaan kita minggu ini Injil Matius 5 : 13 -20 merupakan bagian dari rangkaiaan pengajaran Tuhan Yesus di diatas bukit. Mulai pasal 5 sampai dengan pasal 7 di beri judul “ Khotbah Di Bukit”. Pada Saat itu banyak orang telah berbondong-bondong datang mendengarkan pengajaran-Nya. Dalam kesempatan itu Tuhan Yesus menggunakan garam dan terang sebagai sarana pengajaran-Nya. Tuhan Yesus memakai garam dan terang karena banyak orang sudah mengetahuinya. Dalam hal ini Yesus menyebut garam yang benar-benar adalah garam secara harafiah, garam yang mudah di temukan dan sehari-hari digunakan pada saat itu. Demikian juga terang yang dikatakan oleh Tuhan Yesus adalah terang yang sesungguhnya. Dalam hal ini Yesus menunjuk pada pelita yang diletakan diatas kaki dian sehingga menerangi semua orang ayat 15.
Namun jika kita perhatikan lebih seksama istilah garam dan terang yang disampaikan oleh Tuhan Yesus, selain dalam pengertian harafiahnya benar-benar garam dan terang, sebenarnya Yesus ingin menyampaikan pesan dan makna yang dalam kepada semua orang melalui sarana garam dan terang. Sehingga Tuhan Yesus mengatakan “ Kamu adalah garam dunia” ayat 13 kemudian “ kamu adalah terang dunia ayat 14. Istilah kamu yang disebutkan oleh Yesus ditujukan kepada orang banyak yang datang berbondong-bondong mengikuti Dia. Yaitu mereka yang datang dari Galelia, dari Dekapolis, dari Yerusalem, Yudea dan mereka dari sekitar Sungai Yordan pasal 4:25. Yaitu mereka semua yang mendengarkan pengajaran Yesus. Namun secara tidak langsung “garam dan terang“ ini juga dimaksudkan kepada umat pilihan atau bangsa pilihan Tuhan. Umat Israel atau bangsa Israel. Mengapa?
Pertama umat Israel atau bangsa Israel merupakan umat perjanjian yang telah dipilih dan di khususkan oleh Tuhan. Yesaya 41: 8-10 firman Tuhan “Tetapi engkau, hai Israel, hamba-Ku, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau”; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Kedua umat Israel atau bangsa Israel tidak diizinkan atau dibiarkan dalam kegelapan namun mereka di bawa-Nya kepada terang dan menjadi berkat bagi semua bangsa. Seperti yang di harapkan oleh Tuhan Yesus sendiri agar mereka mempunyai terang hidup. Yohanes 8: 12 “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
Istilah garam dan terang dipahami sebagai penunjukan identitas yang jelas kepada mereka bahwa mereka berbeda dengan yang lain, perbedaan itu diberikan oleh Allah sebagai yang istimewa bahwa mereka telah dikhususkan oleh Allah, dipilih-Nya dan diberkati. Oleh karena itu mereka diharapkan dapat mempengaruhi yang lain, mereka menjadi berkat bagi yang lain. Mereka sungguh –sungguh menjadi garam dan terang bagi dunia ini.
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Jika kita perhatikan kembali bacaan kita khususnya ayat 16 disana ada kata kerja perintah yang disampaikan oleh Tuhan Yesus “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Dalam hal ini terang menunjuk pada perbuatan baik yang memulaiakan Tuhan. Sehingga sama halnya jika garam itu telah tawar tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan di injak – injak orang. Oleh sebab itu garam dan terang dalam hal ini menunjuk pada tindakan perbuatan, prilaku, perkataan dan seluruh kesaksian kehidupan. Yesus menginginkan agar mereka mendahului memulai melakukan yang baik dan mempengaruhi orang lain untuk melakukan kebaikan-kebaikan.
Istilah garam dan terang saat ini tidak ditujukan hanya kepada mereka yang mendengarkan kala itu. Tidak hanya kepada umat atau bangsa pilihanNya. Namun istilah garam dan terang saat ini menunjuk kepada semua orang percaya. Pengikut Tuhan Yesus, kepada kita semua. sebagai garam dan terang apa yang harus kita lakukan saat ini? Bagaimana caranya agar hidup kita bermakna, berguna atau bermanfaat pada saat ini?
Jemaat yang dikasihi Tuhan
Saat ini banyak cara dan kesempatan yang bisa kita lakuan menjadi terang dan garam di tengah kehidupan kita pertama sebagai persekutuan umat percaya kita menjaga hidup kita agar tetap kudus dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Percaya bahwa Tuhan telah memilih dan memberkati kita agar hidup kita menjadi berkat.
Demikian juga kita yang hidup di dalam masyarakat, kita menjadi bagian dari lingkungan masyarakat. Masyarakat kita adalah masyarakat yang majemuk kaya akan perbedaan. Dalam suasana masyarakat yang demikian kita diharapkan dapat berperan dalam posisi- posisi yang baik agar dapat mempengaruhi masyarakat yang lain untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.
Kita terus berusaha menanamkan nilai- nilai yang sudah kita miliki saat ini untuk dijalankan dan dihidupi bersama. Nilai-nilai itu diantaranya kepemimpinan, kerohanian, kerjasama, pelayanan, dan kepekaan terhadap isu-isu sisial kemasyarakatan. Kita berharap dengan menjalankan dan menanamkan nilai-nilai ini pelayanan dan kesaksian hidup kita mendatangkan sukacita bagi banyak orang.
Di tengah era digital saat ini kita juga di harapkan dapat mengembangkan isu-isu positif yang membangkitkan pengharapan, kasih dan perdamaian. Kita hadir menjadi sumber ispirasi bagi yang lain. Tentu banyak cara dan kesempatan yang lain yang bisa kita lakukan dalam kehadiran kita sebagai garam dan terang dunia.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Nyanyian dan Ayat
Nas Pembimbing : Yesaya 41:10
Berita Anugerah : Mazmur 32:5
Nas Persembahan : Amsal 11:25
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : PKJ 5
- Nyanyian Pujian : KJ 330:1-3
- Nyanyian Peneguhan : KJ 395:1-2
- Nyanyian Responsoria : PKJ 272
- Nyanyian Persembahan : KJ 337
- Nyanyian Penutup : KJ 425


Leave a Reply