Khotbah Minggu, 12 April 2026
Warna Liturgi : Putih
Minggu II Paskah
Perikop : YOHANES 20:19–23
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pernahkah bapak, ibu, sdr mengalami rasa takut? Tentu pernah. Setiap orang pasti pernah mengalami rasa takut, karena sebagai manusia memiliki rasa takut adalah hal yang normal. Takut dibegal, takut digigit anjing, takut gagal, takut dipenjara, dan seterusnya. Ketika seseorang dalam hidupnya selalu dibayang-bayangi rasa takut, tentu membuat dirinya tidak bahagia dan tidak damai sejahtera, karena ada rasa kuatir, cemas, gelisah bahkan panic. Dalam situasi ketakutan seperti inilah yang menjadikan seseorang tidak menjadi produktif atau tidak banyak yang bisa dilakukan, karena dibelenggu oleh rasa takut dalam diri-Nya
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dalam perikop bacaan kita pada saat ini, diceritakan bahwa para murid Yesus juga mengalami rasa takut. Ketakutan itu nampak ketika pada hari minggu malam, mereka berkumpul pada suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci. Mereka takut kepada para pemuka Yahudi. Ketakutan ini dirasakan oleh para murid, mereka trauma, mengingat kengerian yang terjadi pada gurunya, yaitu Tuhan Yesus yang telah ditangkap, dianiaya dan mati di kayu salib. Mereka takut ditangkap, karena mereka adalah murid Tuhan Yesus. Kalau gurunya dihukum, bisa saja muridnya juga dicari dan dihukum dengan fitnahan yang pernah ditujukan kepada Tuhan Yesus. Ketakutan ini juga bisa terjadi, karena harapan para murid hilang. Tuhan Yesus yang senatiasa ada bersama mereka dengan berbagai tanda mujizat, mati mengenaskan begitu saja tanpa perlawanan. Mereka belum percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit, menang dari maut, seperti yang diceritakan Maria Magdalena kepada mereka. Hal inilah yang membuat mereka kehilangan pengharapan dan juga mengalami ketakutan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Dalam situasi para murid yang mengalami ketakutan, tiba-tiba datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Tuhan Yesus yang telah bangkit hadir melewati batas ruang yang tertutup rapat. Kehadiran Tuhan Yesus tentu mengejutkan mereka. Kehadiran Tuhan Yesus di tengah para murid tentu punya tujuan ingin menguatkan dan menghilangkan rasa takut mereka. Dengan sapaan damai sejahtera, pertama- tama Tuhan Yesus ingin mengembalikan keberanian mereka, supaya para murid tidak perlu takut lagi. Untuk meyakinkan bahwa yang datang bukan hantu, Yesus menunjukan tangan dan lambung-Nya. Ketika para murid melihat tangan dan lambung-Nya, para murid menjadi bersukacita, tidak ada ketakutan lagi. Mereka perceya bahwa yang hadir di tengah-tengah mereka adalah Tuhan Yesus. Yesus telah bangkit dari kematian.
Di tengah suka cita para murid pada waktu itu, Tuhan Yesus kembali menyapa mereka untuk yang kedua kalinya, ”Damai sejahtera bagi kamu”. Kedatangan Tuhan membawa damai sejahtera bagi murid-murid-Nya. Damai sejahera itu terjadi ketika Tuhan Yesus melakukan apa yang menjadi tugasnya di dunia ini. Datang dengan menebus manusia yang berdosa dengan jalan menderita, mati di atas kayu salib serta bangkit dari kematian. Melalui kebangkitan Yesus, relasi antara manusa dengan Allah yang telah rusak dipulihkan kembali. Pemulihan relasi, dimana dosa manusia diampuni oleh Tuhan, sehingga damai sejahtera itu nyata hadir dalam diri para murid.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Setelah para murid tidak mengalami ketakutan, ada sukacita dan damai sejatera dalam hati mereka, Kemudian Tuhan Yesus mengutus mereka. “Seperti Bapa mengutus Aku, sekarang Aku mengutus kamu”. Dalam pengutusanNya kepada para murid, Tuhan Yesus memperlengkapi dengan Roh Kudus yang dihembuskannya kepada mereka, “ Terimalah Roh Kudus”. Dengan pemberian Roh Kudus ini, para murid yang diutus diberi wewenang oleh Tuhan Yesus untuk menetapkan apakah seseorang diampuni dosanya atau tidak. Mereka diberi wewenang menetapkan apakah dosa itu masih ada, atau tidak. Hal ini bisa terjadi dalam kehidupan bergereja, bila ada seseorang melakukan kesalahan dan diingatkan oleh gereja, maka ketika dirinya menyesal dan bertobat, disitu gereja melakukan pelayanan pertobatan, dipakai oleh Allah untuk menyatakan pengampunan kepada orang berdosa yang benar-benar bertobat.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Pada saat ini, kita memasuki minggu Paskah II. Melalui firman Tuhan pada hari ini, dapat kita pahami, bahwa dalam terang kebangkitan Tuhan Yesus, Damai Sejahtera Tuhan dinyatakan dalam kehidupan umatNya. Tuhan Yesus yang bangkit dan hidup menjawab ketakutan dan kegelisahan para murid pada waktu itu. Demikian juga Tuhan Yesus yang telah bangkit dan hidup, hadir dalam kehidupan kita hingga saat ini, Dia juga mau menjawab apa yang menjadi ketakutan, kegelisahan dan kekuatiran kita sebagi muridNya. Keberadaan Tuhan memang misteri, karena Dia dapat hadir di mana saja dan kapan saja. Dia tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia pun tahu situasi hati kita yang tersembunyi. Kebangkitan Tuhan Yesus adalah jaminan, yang mana Dia hidup yang dapat kita andalkan, sehingga membawa Damai Sejahtera. Kebangkitan Tuhan Yesus yang kita peringati hendaknya bukan sekadar hanya kita kenang saja, melainkan bagaimana kebangkitan Tuhan juga kita hayati benar-benar senantiasa hidup dalam diri kita masing-masing. Yesus yang bangkit membawa Damai Sejahtera untuk kita, biarlah damai yang kita alami, juga kita bagikan kepada sasama kita dan segenap ciptaan. Misalnya: Orang yang sedang trauma, biasanya mengalami ketakutan dan cenderung menutup diri. Kita sebagai orang percaya diutus oleh Tuhan untuk menyembuhkan penderita trauma sampai memiliki keberanian melangkah menjalani kehidupan. Yakinlah bahwa apa yang kita lakukan, ini disertai oleh kuasa Roh Kudus. Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati. Amin
Ayat dan Nyanyian
Nas Pembimbing : Mazmur 150: 6
Berita Anugerah : Mazmur Mazmur 86: 5
Nas Persembahan : Kisah Rasul 20:35
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan KJ 188
- Nyanyian Pujian : KJ 194
- Nyanyian Peneguhan KJ: 202
- Nyanyian Responsoria PKJ 91:
- Nyanyian Persembahan : PKJ 265
- Nyanyian Penutup : KJ 400


Leave a Reply