Khotbah Minggu, 4 Oktober 2026
Warna Liturgi : Hijau
Minggu Biasa XXII (HPKD, HPII)
Perikop : Efesus 5:22-33
Saudara kekasih Tuhan,
Kira-kira, apa yang ada di benak saudara ketika mendengar berita tentang perang antara Israel dan Hamas-Palestina? Apakah saudara melihat bahwa ini hanyalah sebuah drama biasa saja? Di mana setelah perang akan terjadi perdamaian lalu perang lagi dan damai lagi. Dan realita itu terjadi hingga masa sekarang ini? Atau, apakah saudara melihat bahwa bangsa-bangsa di luar Israel hanyalah mencari-cari masalah saja dengan Israel sebuah bangsa yang diurapi Tuhan menjadi umat kepunyaan Allah atau bangsa pilihan Allah (Ulangan 7:7-8). Sebab sudah bisa dipastikan bahwa bangsa Israel tidak bisa dikalahkan dan selalu menang dalam setiap peperangan yang ada.
Saudara-saudara, Kita tahu bahwa Israel yang adalah Yakub merupakan anak Ishak dan cucu Abraham. Dan, kepada Abraham Allah telah berjanji akan menjadikan Abraham menjadi bangsa yang besar dan keturunannya di muka bumi ini tidak bisa dihitung seperti banyaknya bintang di langit dan pasir di tepi pantai. Allah juga berfirman bahwa melalui Abraham maka bangsa di muka bumi ini akan mendapatkan berkat. Dan janji itu diteruskan kepada keturunannya dan puncaknya pada pemilihan bangsa Israel menjadi bangsa pilihan Allah untuk mewujudkan karya besar Allah bagi dunia. Jadi bapak, ibu, saudara, kalau kita melihat Israel sebagai sebuah bangsa “Yahudi” masih bertahan dan berdampak hingga sekarang ini, tentulah hal itu sebagai bagian dari rancangan Allah untuk dunia.
Yesus Kristus sebagai bagian dari bangsa Yahudi dipilih dan ditetapkan Allah menjadi Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia. Dan, melalui-Nya lah semua bangsa di muka bumi akan memperoleh keselamatan abadi di sorga kekal. Demikianlah dua statemen yang bisa disimpulkan:
1. Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah yang ditetapkan sebagai berkat bagi bangsa-bangsa lain di dunia (Kej. 12:3)
2.Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Bapa yang ditetapkan sebagai Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Sebab tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa jika tidak menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. (Yoh 14:6)
Saudara-saudara kekasih Tuhan, Yesus Kristus menjadi soko guru bagi para murid-Nya dan bagi kita yang juga disebut sebagai Kristen, karena kita adalah pengikut Yesus Kristus. Oleh karenanya menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban bagi kita untuk menjawab panggilan Tuhan memberitakan Injil Kristus kepada segala makhluk di manapun berada yaitu Kabar Suka Cita dari Tuhan. Memberitakan Kebenaran, menegakkan keadilan, membela kaum yang lemah dan terpinggirkan, mengingatkan yang kebablasan dalam perilaku hidup sosial-keagamaan, menegur sesama yang menyimpang dari jalan Kebenaran itu. Inilah tugas panggilan kita sebagai pengikut Kristus.
Dan, Jauh sebelum kita, yaitu pada zaman para rasul, berbagai praktik kehidupan orang percaya menjadi soroton bagi para rasul untuk diluruskan atau dibenahi. Paham Sinkristisme dengan menggabungkan praktik-praktik keagamaan menjadi sebuah tren bagi jemaat Efesus demi sebuah upaya untuk kelancaran bisnis bagi kaum pedagang dan pengrajin patung-patung dewi Artemis. Itu sebabnya kehadiran para rasul dengan membawa pengajaran monotheis (percaya Tuhan yang satu) menjadi ancaman dan musuh bagi kelompok Sinkristisme tersebut. Sekalipun demikian, para rasul khususnya rasul Paulus serta para pengajar agama kristen seperti Akwila dan isterinya Priskila dengan tekun dan setia memberitakan Injil Yesus Kristus kepada orang-orang kudus di Efesus.
Saudara kekasih Tuhan, Dalam suratnya ke jemaat Efesus, rasul Paulus meneguhkan hati dan iman para orang kudus di Efesus termasuk dalam kehidupan antara suami dan isteri, agar mereka benar-benar menyadari dan memahami arti kehadiran serta kewajiban suami dan isteri dalam rumah tangga. Di mana seorang isteri harus tunduk dan hormat kepada suaminya demikian sebaliknya, suami harus mengasihi isterinya. Hubungan yang terjadi antara suami dan isteri tersebut melambangkan hubungan antara Yesus Kristus dan jemaat-Nya. Pemahaman ini lah yang perlu dimiliki dan direnungkan oleh orang-orang kudus sehingga mereka tahu bagaimana memperlakukan Tuhan Yesus dalam hidupnya. Yesus Kristus yang telah menyerahkan diri-Nya untuk keselamatan umat manusia hal itu dianalogikan sebagai tubuh dan kepala tubuh, dimana Yesus Kristus adalah Kepala tubuh tersebut. Karena Dia adalah Kepala tubuh, maka Dia juga akan memandikan, menyucikan dan menyelamatkan tubuh itu agar bersih dan tidak bercacat cela di hadapan-Nya. Dan, sebaliknya tubuhpun harus menuruti apa kehendak sang Kepala dan menghormati-Nya. Inilah yang semestinya juga terjadi di tengah kehidupan rumah tangga antara suami dan isteri. Isteri adalah jemaat/tubuh yang harus dikasihi, dirawat dan diselamatkan, demikian suami adalah Kristus/Kepala tubuh yang harus dihormati, dipatuhi, ditaati di seluruh aspek kehidupan kita orang percaya.
Untuk itu saudara-saudara kekasih Tuhan,
Melalui kesaksian firman Tuhan lewat surat rasul Paulus ini, setiap keluarga kristen diajak untuk sungguh-sungguh dapat memahami keberadaannya sebagai bagian dari rancangan besar Allah untuk keselamatan umat manusia. Keluarga kristen dipanggil untuk bersatu dalam satu kesatuan yang utuh dengan segala tanggung jawab masing-masing sebagai sebuah kesaksian kepada dunia bahwa keluarga kita adalah keluarga yang layak dicontoh, diteladani dan dijadikan inspirasi bagi banyak keluarga lainnya dalam hal saling mengasihi, menghargai, menghormati dan saling menjaga agar satu dengan yang lain tetap terpelihara dalam iman dan ketaatannya kepada Tuhan.
Kita sadar, bahwa tantangan, godaan di sekitar kita cukup besar kuasanya yang dapat menjauhkan kita dari kehidupan yang utuh dan rukun sebagaimana yang dikehendaki Tuhan, oleh karenanya tetap bergandengan tangan dan menghadirkan Tuhan dalam keluarga kita adalah mutlak harus kita lakukan, kiranya keluarga kita menjadi keluarga yang kuat, kokoh dalam iman percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.
Selamat merayakan hidup berumah tangga, kiranya Tuhan Yesus Sang Kepala tubuh senantiasa menyertai, memberkati dan memelihara kita semua. Amin.
Nas Pembimbing : Mazmur 128:1–2
Berita Anugerah : Mazmur 130:7
Nas Persembahan : Amsal 22:9
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : PKJ 13
- Nyanyian Pujian : KJ 14
- Nyanyian Peneguhan : KJ 367
- Nyanyian Responsoria : PKJ 289
- Nyanyian Persembahan : KJ 289
- Nyanyian Penutup : KJ 424


Leave a Reply