Khotbah Minggu, 4 Januari 2026
Warna Liturgi : Putih
Minggu II Setelah Natal
Perikop : Yeremia 31:7-14
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Puji Tuhan, sukacita tahun baru masih kita rasakan, bahkan di ruang tamu kita kue tahun baru masih memenuhi meja kita sampai hari ini hari keempat tahun 2025. Kita semua meyakini bahwa Tuhwa Tuhan itu baik. Kebaikan Tuhan menyejarah dalam kehidupan ini sejak penciptaan dunia dengan segala isinya sampai selama-lamanya. Kebaikan Tuhan terus akan kita rasakan dalam kehidupan kita di tahun 2025 sampai kepada kesudahannya. Oleh itu berdasarkan bacaan Kitab Yeremia 31: 7-14 kita akan merenungkan firman Tuhan dengan tema; Kenyang Oleh Kebajikan Tuhan.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Firman Tuhan dalam bacaan kita ini ketika itu disampaikan Tuhan kepada Nabi Yeremia supaya diberitakan kepada umat Israel yang pada waktu itu sebagian besar berada dalam pembuangan di Babilonia dan sebagian lagi sisa-sisa umat Israel yang tidak diangkut dalam pembuangan yang berada di tanah Yehuda. Penderitaan hidup dalam kekuasaan bangsa lain yang pernah dialami oleh umat Israel di Mesir, kini harus dialami lagi sebagai orang-orang buangan di negeri Babilonia. Berita sukacita yang dinyatakan Tuhan kepada umat Israel adalah bahwa Tuhan berkenan mengikat perjanjian baru dengan umat Israel yang saat itu tengah mengalami berbagai penderitaan karena hidup dalam kekuasaan, tekanan sebagai orang-orang buangan di Babilonia, bahkan diantara mereka ada yang harus hidup terpisah dengan keluarganya. Inti perjanjian baru yang dinyatakan Tuhan adalah bahwa Allah akan tetap mejadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat Allah. Allah akan membebaskan, menebus, menyelamatkan, memimpin, mengumpulkan, menjaga dan membawa umat Israel pulang ke kampung halaman berkumpul kembali dengan keluarga dan sanak saudara, handaitaulan. Atas firman yang dinyatakan Tuhan kepada Nabi Yeremia dan umat Israel yang sedang mengalami berbagai penderitaan, baik Nabi Yeremia maupun umat Israel tumbuh semangat, sukacita dan pengharapan untuk terus bertahan, taat dan setia kepada janji Tuhan Allah.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Kehidupan seperti apa yang dialami umat Israel ketika Tuhan dengan kasih setia-Nya memimpin mereka kembali pulang ke Israel? Ayat 10 – 14 menyatakan; Tuhan akan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya (10). Mereka akan akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion (12), artinya mereka akan beribadah kepada Allah dengan sukacita. Muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi (12), artinya mereka akan memperoleh keberhasilan dan kecukupan dalam kehidupan mereka. Hidup mereka akan seperti taman yang yang diairi baik-baik, yang bermakna bahwa hidup mereka akan selalu dalam keadaan baik, segar dan berbuah pada musimnya, mereka tidak akan merana lagi (12). Anak-anak dara, pemuda dan orang tua akan bergembira, Tuhan akan mengubah perkabungan menjadi kegirangan (13). Bahkan Tuhan akan memuaskan jiwa para imam dengan kelimpahan, oleh karena kehidupan umat yang taat dan dengan sukacita beribadah di Sion, dan umat Israel akan menjadi kenyang dengan kebajikan / kebaikan TUHAN. Inilah kehidupan yang dijanjikan TUHAN ketika bangsa Israel kembali pulang dari pembuangan di Babilonia ke Israel.
Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Di dalam kita memandang ke depan untuk menapaki perjalanan kehidupan kita di tahun 2025, diantara kita mungkin masih ada yang ragu, bimbang dan gamang, karena berbagai tantangan, persaingan usaha, pekerjaan, permasalahan dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks, kondisi phisik yang semakin menurun, sakit – penyakit yang diderita oleh anggota keluarga kita dan banyak lagi masalah, tantangan yang kemungkinan menghadang kita. Namun sebagai orang-orang yang percaya kepada TUHAN Allah Israel yang baik, di mana kebaikan atau kebajikan TUHAN itu menyejarah dalam kehidupan ini sejak penciptaan dunia sampai selama-lamanya. Maka kita meyakini bahwa Tuhan yang telah menyelamatkan bangsa Israel akan mengenyangkan kita dengan kebajikan. Kenyang, (jawa; wareg/tuwuk) artinya puas/sudah berisi banyak/penuh, Tuhan akan memenuhi dengan berbagai kebajikan atau kebaikan dalam kehidupan kita di tahun 2025 sampai kepada kesudahannya. Sebagaimana kehidupan yang dijanjikan TUHAN kepada umat Israel setelah pulang dari pembuangan di Babilonia, TUHAN yang sama akan terus menjaga kehidupan kita seperti gembala terhadap kawanan dombanya, TUHAN akan menebus, membebaskan/menyelamatkan, TUHAN akan memberikan keberhasilan, kecukupan melalui usaha, pekerjaan kita, baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan pekerjaan serta usaha yang lain yang diberkati TUHAN. Hidup kita akan terpelihara, memporoleh kesegeran, kuat terhadap perubahan iklim yang ekstrem, berbunga harum dan berbuah baik seperti taman yang diairi baik-baik. Anak-anak, pemuda, pemudi kita akan bersukacita di dalam TUHAN. Marilah kita melanjutkan kehidupan, pekerjaan, tugas dan tanggungjawab kita pemberian Tuhan di tahun 2025 dengan keyakinan bahwa kita akan kenyang oleh kebajikan TUHAN, Amin.
Nyanyian dan Ayat
Nas Pembimbing : Mazmur 31:20
Berita Anugerah : Mazmur 65:10-12
Nas Persembahan : Amsal 11:25
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 18:1-3
- Nyanyian Pujian : PKJ 35:1-3
- Nyanyian Peneguhan : PKJ 138:1-3
- Nyanyian Responsoria : KJ 379:1, 4, 7
- Nyanyian Persembahan : PKJ 213:1-2
- Nyanyian Penutup : KJ 346:1, 3


Leave a Reply