KOTBAH MINGGU 15 FEBRUARI 2026
Warna Liturgi : Putih
Minggu Transfigurasi
Perikop : Matius 17:1-9
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Peristiwa transfigurasi adalah peristiwa penting dalam kehidupan Yesus Krsitus dimana Ia berubah bentuk dan menunjukan kemuliaan Ilahi-Nya kepada ketiga murid-Nya, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes. Dalam peristiwa ini, Yesus membawa ketiga murid-Nya ke gunung yang tinggi dan berdoa. Ketika sedang berdoa, rupa Yesus berubah dan wajah-Nya bercahaya seperti matahari, sementara pakain-Nya menjadi putih seperti cahaya. Elia dan Musa muncul dan berbicara dengan Yesus. Dalam peristiwa ini memiliki beberapa makna penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Yang pertama bahwa peristiwa ini merupakan pengukuhan identitas Yesus bahwa Ia adalah Anak Allah. Kedua, merupakan koneksitas antara perjanjian Lama nabi Musa, nabi Elia dan Perjanjian Baru bahwa Yesus Kristus adalah pemenuhan dari janji-janji Allah dalam Perjanjian Lama. Ketiga, penguatan iman murid-murid untuk terus mengkuti-Nya, mendengarkan-Nya, menaati-Nya dan memberikan gambaran tentang kemuliaan yang akan datang. Peristiwa ini menunjukan bahwa Yesus adalah pusat iman dari sejarah keselamatan dan bahwa Ia memiliki otoritas Ilahi. Ia adalah penguasa alam semesta yang penuh kemuliaan.
Saudara-saudari dalam kasih Tuhan Yesus Kristus..!
Hari ini kita membaca tentang peristiwa transfigurasi Yesus di gunung. Peristiwa ini menunjukan kemuliaan Yesus sebagai Anak Allah yang dikasihi. Dalam peristiwa ini, kita melihat bahwa Yesus adalah pusat dari iman dan hidup kita. Dalam peristiwa transfigurasi suara Allah Bapa terdengar dari awan , “Inilah Anak yang kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!” Suara ini menekankan pentingnya mendengarkan Yesus sebagai pusat iman dan hidup kita. Kita harus mendengarkan ajaran-Nya, mengikuti perintah-Nya dan mempercayai janji-Nya.
Arti kata “mendengar” dan “mendengarkan” adalah dua kata yang sering digunakan secara bergantian, tetapi memiliki nuansa yang sedikit berbeda. Mendengar biasanya merujuk pada proses fisik mendeteksi suara atau bunyi dengan telinga. Ini adalah proses pasif, dimana kita secara tidak sadar mendengar suara-suara disekitar kita. “Mendengarkan” disisi lain, merujuk pada proses aktif memahami dan menafsirkan suara atau bunyi yang didengar. Ini melibatkan perhatian. Konsentrasi dan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang didengarkan. Dalam konteks komunikasi , mendengarkan adalah proses yang lebih kompleks dan melibatkan: pertama, perhatian yaitu fokus pada pembicara dan apa yang dikatakan. Kedua, Pemahaman yaitu mengerti makna dan konteks dari apa yang didengar. Yang ketiga, interprestasi yaitu menafsirkan dan memberikan makna pada apa yang yang didengar. Jadi mendengar adalah proses fisik, sedangkan mendengarkan adalah proses mental dan emosional yang melibatkan perhatian, pemahaman dan interpretasi. Dari pemahaman diatas maka jika kita sungguh-sungguh melihat peristiwa Transfugurasi (perubahan wajah Yesus penuh kemuliaan Allah) adalah proses bagaimana sungguh-sungguh mau mendengarkan suara-Nya dengan perhatian, pemahaman dan interprestasi bahwa hanya Dialah yang layak untuk kita dengarkan suara-Nya.
Saudara-saudari dalam kasih Tuhan Yesus Kristus..!
Dalam peristiwa transfigurasi Yesus ini, kita tidak hanya tentang mendengarkan suara Yesus atau kata-kata-Nya, tetapi juga tentang menaati perintah-Nya. Sebagai murid-murid Yesus, kita dipanggil untuk menaati ajaran-Nya dan mengikuti jalan-Nya. Menaati Yesus berarti mempercayai-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Menaati Tuhan Yesus berarti mengikuti dan melaksanakan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari ini melibatkan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita. Demikian juga menaati Yesus berarti mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Selain itu juga menaati Yesus mengikuti perintah-Nya, melaksanakan perintah-perintah Tuhan Yesus seperti: mengampuni orang lain, melakukan perbuatan baik, hidup dalam kesucian dan kebenaran.
Saudara-saudari dalam kasih Tuhan Yesus Kristus!
Ketika kita mau menaati Tuhan Yesus, maka itu dapat membawa manfaat dalam hidup kita. Kedekatan dengan Tuhan Yesus dapat memperdalam hubungan dengan-Nya. Berhubungan dengan Tuhan Yesus berarti kita mau menjalin relasi yang karib dengan-Nya. Menjalin relasi dengan Tuhan Yesus berarti terus mau mendengarkan suara-Nya. Mendengarkan suara-Nya berarti kita mau melakukan seluruh kehendak-Nya. Dengan demikian, kita semakin bertumbuh dan matang rohani kita. Ketika kita menaati Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, maka harapan hidup kita akan lebih baik dan membawa hidup kita lebih bermakna.
Hari ini kita telah mendengarkan firman Tuhan, tentang peritiwa transfigurasi Yesus di gunung. Kita belajar bahwa Yesus adalah pusat dari iman dan hidup kita. Kita harus mendengarkan dan menaati Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Mari kita mempercayai-Nya dan mengikuti jalan-Nya, sehingga kita dapat mengalami kemuliaan-Nya dalam hidup kita sekarang dan yang akan datang bersama-Nya. Amin.
Nyanyian dan Ayat
Nas Pembimbing : Yohanes 13:34
Berita Anugerah : Mazmur 103:3
NasPersembahan : 1 Tawarikh 29:14
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 1:1-2
- Nyanyian Pujian: KJ 33:1-4
- Nyanyian Peneguhan: KJ 14:1-3
- Nyanyian Responsoria : KJ 139:1-4
- Nyanyian Persembahan : PKJ 146:1-3
- Nyanyian Penutup : KJ 145:1-3


Leave a Reply