Khotbah Minggu, 10 Mei 2026
Warna Liturgi : Putih
Minggu Paskah VI
Perikop : Yehezkiel 36:22–28
Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus,
Kita masih dalam Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta (MPPP) Sinode GKSBS tahun 2026 dengan tema besar, “Melangkah dalam Penebusan, Hidup dalam Keutuhan”. Dan untuk lebih memahami tema besar tersebut, kita akan dibahani dengan khotbah bertema, “Roh yang Memberi Hati dan Roh yang Baru”.
Jemaat yang dikasihi Tuhan,
Janji keselamatan merupakan sebuah janji yang sangat bermakna bagi orang-orang yang sedang mengalami himpitan atau tekanan kehidupan. Setidaknya, keberhargaan janji keselamatan ini juga yang dirasakan oleh bangsa Yehuda yang sedang menjalani masa pembuangan di Babel sebagai penghukuman bagi mereka karena perilaku berdosa yang mereka kerjakan semasa mereka menjadi bangsa yang merdeka.
Pembuangan merupakan sebuah usaha pemusnahan identitas dari sebuah bangsa. Bangsa yang dibuang, pertama-tama dikalahkan, kemudian kota, cagar budaya dan agama mereka dihancurkan, lalu secara bertahap mereka diangkut dari tanah kelahiran mereka menuju ke tempat mereka dibuang untuk bekerja dan memberikan keuntungan bagi bangsa yang menjajah mereka. Dengan demikian, bangsa yang dibuang seringkali menjadi bangsa yang kehilangan identitas, sebab mereka tidak lagi memiliki tanah kampung halaman, dan tidak lagi memiliki tempat untuk memelihara budaya dan agama mereka.
Dalam keadaan yang demikian, Allah berjanji akan memberikan keselamatan kepada umat Israel Selatan melalui nubuat nabi Yehezkiel, bahwa Allah akan “mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (ayat 24).
Dari bacaan Alkitab kita, setidaknya kita menemukan beberapa hal penting dalam janji pelepasan ini;
Pertama; keselamatan itu adalah anugerah. Bisa dilihat dari ayat 22, di mana Tuhan Allah berfirman bahwa, “Bukan karena kamu Aku bertindak, … tetapi karena nama-Ku yang kudus…”. Dari ayat ini kita memahami bahwa keselamatan yang dijanjikan Allah adalah karena kehendak-Nya semata. Hal ini tentu melegakan manusia, sebab Allah mau menyelamatkan manusia tidak bergantung pada “kebaikan” atau “ketaatan” manusia tersebut, sebab jika demikian, maka tidak ada manusia yang pantas mendapatkan keselamatan dari Allah, malahan manusia selalu pantas untuk mendapatkan penghukuman karena berbagai pelanggaran terhadap kebenaran.
Kedua; keselamatan adalah pembaharuan kehidupan. Saat Allah berkehendak untuk menyelamatkan umat-Nya, Ia hendak membaharui keberadaan umat-Nya. Allah “mencurahkan … air jernih, yang akan mentahirkan …” umat-Nya dari perilaku jahat dan segala dosa kenajisan yang dahulu mengotori umat sebab umat menyembah berhala-berhala. Hidup yang tahir ini dijelaskan dengan hati yang baru dan roh yang baru yang akan melembutkan hati umat yang keras dan penuh dengan pemberontakan. Hati dan roh yang baru ini tercipta dalam diri manusia sebab Allah memberikan Roh-Nya kepada umat, Roh yang akan membaharui kehidupan umat yang sudah diselamatkan.
Dari kedua hal ini, kita diajak untuk mengucap syukur atas keselamatan yang telah kita terima. Kesesakan kehidupan manusia itu dikarenakan kuasa dosa yang terus menggerogoti kualitas kehidupan manusia. Dosa itu membawa manusia pada kebinasaan, sebab upah dosa adalah maut. Namun, kasih Allah kepada manusia sungguh nyata, melalui pengorbanan Yesus, Anak Allah, manusia memperoleh kelepasan dari bayang-bayang maut dan mendapatkan jaminan kepada kehidupan yang kekal. Dalam keadaan sebagai manusia yang telah diselamatkan, haruslah kita mau mengucap syukur kepada Allah yang memberikan keselamatan itu. Bagaimana bentuk ucapan syukur tersebut? Hiduplah dengan hati dan roh yang baru. Orang yang sudah diselamatkan oleh Allah, menjadi manusia yang baru di dalam Kristus. Manusia lamanya dimatikan bersama kematian Yesus, dan manusia barunya dibangkitkan bersama dengan kebangkitan Yesus Kristus.
Dalam keadaan sebagai manusia yang baru itu, kita akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk terus hidup sebagaimana seharusnya manusia baru itu hidup. Yesus Kristus, sesudah Ia naik ke surga, Ia memberikan Roh Kudus kepada kita sebagai Roh yang membaharui hati dan roh kita. Roh Kudus akan terus mengingatkan kita kepada perintah dan ajaran Yesus Kristus, sehingga kita akan tetap setia kepada setiap pengajaran kasih yang Yesus tetapkan dalam kehidupan pengikut-Nya.
Bagaimana kita menerapkan berbagai kebenaran ini? Jika ada di antara kita masih hidup dalam kebiasan berjudi, maka bertobatlah dan memperbaharui diri dengan hidup yang tidak lagi berjudi. Jika masih ada orang yang hidup mencuri atau mengambil hak orang lain, saat ini mari kita berubah dan mendengarkan Roh yang memerintah dalam hati kita untuk mau hidup jujur. Jika saat ini ada yang hidup bermalas-malasan dan menikmati hidup menganggur, maka bertobatlah dan mulailah hidup bekerja dengan baik dan tekun sebab itulah kehendak Allah yang dinyatakan oleh Roh dalam hati kita.
Selamat hidup dalam keselamatan dari Allah. Selamat hidup baru oleh Roh yang membaharui. Selamat menghayati Masa Perayaan Paskah dan Pentakosta. Tuhan Yesus memberkati.
Nas Pembimbing : Yohanes 14:27
Berita Anugerah : Yesaya 43:25
Nas Persembahan : Amsal 22:9
Nyanyian :
- Nyanyian Pembukaan : KJ 18
- Nyanyian Pujian : KJ 10
- Nyanyian Peneguhan : PKJ 97
- Nyanyian Responsoria : PKJ 95
- Nyanyian Persembahan : PKJ 147
- Nyanyian Penutup : PKJ 184


Leave a Reply