Segala Sesuatu Dimungkinkan Bisa Terjadi

Khotbah Minggu, 14 Juni 2026

Warna Liturgi : Hijau
Minggu Biasa VI
Perikop : Ayub 38:1-11

Pergumulan adalah kenyataan yang dapat dialami dalam kehidupan setiap orang. Pergumulan datang bukan karena Tuhan yang  sedang menghukum kita. Terjadinya pergumulan bisa jadi mungkin karena kesalahan dari diri kita sendiri (sembrono dalam mengendarai sepeda motor dan terjadi kecelakaan, memanjat pohon tidak menggunakan sabuk pengaman akhirnya jatuh, dsb) atau  karena masalah yang lain, sehingga datang pencobaan dalam kehidupan kita tanpa alasan yang jelas. Pencobaan sudah pasti datang dengan segala usaha untuk menyesatkan dan mengakibatkan derita. Mengapa ada penderitaan inilah yang sering kita sampaikan baik sebagai pribadi, jemaat atau keluarga. Seperti penderitaan yang dialami Ayub dalam perenungan kita saat ini.

Ayub adalah pribadi yang taat kepada Allah, namun dalam kehidupannya ia harus rela menerima kenyataan yang pahit. Ayub jatuh ke dalam pergumulan yang luar biasa. Ia merasakan tekanan yang berat,   Keluarganya berantakan, dirinya sendiri sakit, dan semua harta kekayaan miliknya lenyap dalam sekejap. Apakah yang ada salah, dalam kehidupan Ayub? Bukankah Ayub sudah  hidup dalam kesalehan dan baik  bagi tetangga sekitarnya? Menghadapi pergumulan yang tidak lumrah  ini Ayub mencoba untuk mencari jalan keluarnya tapi tidak kunjung datang karena orang gagal untuk memahami apa yang sedang dialami Ayub.

Dalam pergumulan dan rasa sakitnya Ayub datang kepada Tuhan mencari jawab atas apa yang sedang ia hadapi. Kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia diibaratkan seperti badai yang tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan kekuatan dan dampaknya. Itulah yang menggambarkan kehadiran Allah ditengah pergumulan Ayub. Tuhan berbicara kepada Ayub, Ia menyatakan diriNya dan menanyakan banyak hal kepada Ayub.

Tatkala kita mengalami pergumulan seperti apa yang dialami Ayub, kita juga pasti akan bertanya kepada Tuhan “mengapa perkara ini bisa terjadi pada diri hambamu ini ya Tuhan? Mengapa sakit penyakit yang saya alami tidak kunjung sembuh? Mengapa kami harus kehilangan rumah, karena ada pelebaran jalan? Mengapa Engkau terdiam dalam penderitaan yang saya alami? Inilah kemahakuasaan Tuhan yang tidak terjangkau oleh pikiran kita. Banyak perkara yang terjadi di dalam kehidupan ini yang tidak terjawab, namun pada akhirnya kita dapat memahami dalam setiap apa yang kita alami.

Dalam hal ini Allah ingin membuka wawasan kepada Ayub supaya Ayub mengerti tentang kasih Allah.  Karena setiap derita yang dialami Ayub Tuhan tetap hadir menyertai dan memberikan peryataanNya yang unik (1). Tuhan menuntun Ayub dalam sebuah pemahaman supaya Ayub mengeti bahwa penyertaan Allah tidak mungkin mampu dipahami dengan mengunakan akal dan kasih Allah tidak terbatas. Oleh ruang dan waktu. Allah hadir dalam setiap kehidupan Ayub tatkala dalam kebahagiaan ataupun dalam penderitaan. Itulah campur tangan  Allah ketika Ia hadir dan menguatkan Ayub dalam pergumulan.

Sebagaimana penyertaan Allah dalam kehidupan Ayub, Allah juga hadir dan menyertai dalam kehidupan jemaatNya saat ini. Ia hadir dalam setiap pergumulan bapak, ibu, saudara dan saya. Dalam pengharapan kita kepada Allah, Allah selalu hadir menyertai kita dalam setiap pergumulan. Walaupun kehadiranNya memang tidak terlihat secara kasat mata, tapi kita tetap percaya karena merasakan kasih dan penyertaan Allah dalam hidup dan kehidupan kita.


Nas Pembimbing : Mazmur 92:13
Berita Anugerah : Mazmur 103:12
Nas Persembahan : Mazmur 96:8

Nyanyian :

  1. Nyanyian Pembukaan : PKJ 2:1-2
  2. Nyanyian Pujian : PKJ 19:1-2
  3. Nyanyian Peneguhan : PKJ 292
  4. Nyanyian Responsoria : PKJ 165
  5. Nyanyian Persembahan : KJ 393:1
  6. Nyanyian Penutup : KJ 410:1

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *