
Beberapa hari terakhir ini kekerasan di Papua kembali terjadi, khususnya di Intan Jaya dan Yahukimo. Yang menjadi korban jiwa dalam kejadian ini adalah Pdt. Elianus Egimbau, Melkiana Duwitau yang adalah seorang ibu yang sedang mengandung delapan bulan, seorang warga sipil bernama Okto Tigau, juga seorang pilot berkebangsaan Amerika Serikat, Capt. Nicholas Goselin. Konflik ini juga menyebabkan seorang aparat bernama Praka Bayu Oktara meninggal.
Setiap nyawa yang hilang adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Ketika seorang Pendeta, ibu hamil bersama bayinya, warga sipil, pilot pesawat, maupun aparat negara menjadi korban, yang terluka bukan hanya keluarga mereka, melainkan juga harkat martabat kemanusiaan kita bersama. Apapun kepentingan atau alasannya baik politik maupun keamaman, menghilangkan nyawa manusia yang tak bersalah tidak dapat dibernarkan.
Berikut adalah seruan dan pernyataan sikap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yang disampaikan oleh Kepala Biro Papua PGI, Pdt. Ronald Rischard Tapilatu:
Pertama, Mengecam keras segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, dan serangan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk penyerangan terhadap pesawat sipil dan warga tak bersenjata
Kedua, Menyatakan keprihatinan mendalam atas semakin pudarnya penghormatan terhadap martabat manusia, padahal setiap orang diciptakan menurut gambar Allah dan memiliki nilai yang tak tergantikan.
Ketiga, Mendesak semua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menghentikan semua bentuk kekerasan. Keselamatan dan perlindungan warga sipil seharusnya menjadi prioritas utama.
Keempat, Menilai pendekatan militeristik yang diterapkan selama ini tidak mampu menghadirkan solusi damai dan adil, justru melahirkan penderitaan panjang yang berulang bagi warga sipil di daerah konflik.
Kelima, Mendesak agar seruan dialog damai yang telah disampaikan oleh gereja, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat sipil selama ini dapat segera diwujudkan secara nyata dan bermartabat.
Keenam, Mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas seluruh peristiwa ini melalui penyelidikan yang independen dan tidak memihak, serta menjatuhkan sanksi hukuman berat bagi pelaku yang terbukti bersalah.
Ketujuh, Meminta Panglima TNI dan Kapolri untuk segera menegakkan hukum dan memproses aparat TNI atau Polri yang patut diduga melanggar hukum atau hak asasi manusia secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Dalam pernyataan sikap ini,PGI juga turut mengucapkan duka sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Gereja-Gereja juga turut berseru untuk perdamaian dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan bagi semua pihak.

Leave a Reply