Khotbah Minggu, 29 Maret 2026
Minggu Palmarum
Warna Liturgi : Merah
Perikop : Markus 11:1-11
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus Pada hari ini, Minggu 29 Maret 2026, dalam kalender gerejawi kita mamasuki Minggu Palma. Apa itu Minggu Palma. Minggu Palma adalah hari yang menandai awal pekan suci, yaitu Minggu terakhir sebelum hari Paskah. Pada Minggu Palma ini, kita memperingati perjalanan Tuhan Yesus Kristus ke Yerusalem menuju penderitaan, penyaliban, kematian dan kebangkitanNya. Ketika Ia masuk ke Yerusalem banyak orang menyambutNya. Tuhan Yesus disambut dengan melambaikan daun Palma/Palem (Band : Yohanes 12:13). Mereka beseru : Hosana sebagai tanda penghormatan kepada Tuhan Yesus dan sukacita orang banyak yang menyambutNya. Pada Minggu Palma ini, kita merenungkan Firman Tuhan Yesus dengan tema Yesus Raja Damai.
Ada begitu banyak tugas dan tanggung jawab seorang raja. Tetapi pada prinsipnya, tugas dan tanggungjawab seorang raja adalah memerintah, mewakili atau diplomasi dengan asing dan menyemangati rakyatnya. Dalam menjalankan tugas sebagai raja, seorang raja bisa menjalankan tugasnya dengan kesetiaan kepada Tuhan, misalnya Daud ( I Samuel 13-31), Salomo (Raja raja 1-11). Tetapi ada juga raja yang menjalankan tugas sebagai seorang raja yang tidak setia kepada Tuhan, misalnya Raja Ahab (I Raja-raja 21), bahkan ada juga raja yang menjalankan tugasnya dengan kekerasan atau tangan besi, misalnya raja Omri yang menegakkan kekuasaannya dengan tegas dan keras (I Raja-raja 16:21-28), Raja Yehu menegakkan kekuasaannya dengan memberantas keluarga Ahab ( I Raja-raja 19:16, 2 Raja-raja 8-10).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Kalau raja-raja di dunia memerintah, mewakili dan menyemangati rakyatnya dengan baik, tetapi ada juga yang memimpin rakyatnya dengan kekerasan atau dengan tangan besi. Berbeda dengan Tuhan Yesus, Ia memerintah dengan kelembutan, dengan kedamaian. Dengan demikian, Tuhan Yesus disebut Raja damai. Dalam perjalananNya ke Yerusalem Tuhan Yesus mengendari keledai dengan disambut orang banyak dengan seruan Hosana sambil melambaikan ranting-ranting. Demikian juga dengan keledai. Mengapa Tuhan Yesus memilih naik keledai, bukan kuda, ?. Karena keledai salah satu binatang yang lambat, tenang sehingga tidak digunakan untuk perang. Berbeda dengan kuda yang pada umumnya digunakan untuk perang. Maka kuda bermakna identik dengan kekerasan dan peperangan. Sedangkan keledai, identik dengan kelembutan dan kedamaian. Dari kedua simbul ini, Injil Markus hendak memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus adalah Raja damai. Tuhan Yesus yang mendamaikan manusia dengan Allah dan sesama bahkan dengan segenap ciptaan. Karena itu, karya pendamaian yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus akan mewujudkan keutuhan dalam persekutuan Allah dengan umatNya bahkan dengan segenap ciptaan.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus datang ke dunia sebagai Raja Damai tidak mempunyai kepentingan pribadi. Tuhan Yesus Raja damai mempunyai kepentingan mewujudkan keutuhan persekutuan di dalam kasih antara Allah dengan umatNya dan segenap ciptaan. Itulah sebabnya, cara yang ditempuh adalah cara perdamaian, kelembutan dan tidak dengan kekerasan. Berbeda dengan raja-raja pada umumnya, raja yang bukan raja damai mempunyai kepentingan pribadi atau kelompoknya untuk menguasai dan menindas pihak lain. Demi sebuah kepentingan pribadi atau kelompoknya, mereka menggunakan kekerasan, baik pisik maupun psikis. Di sini kita temukan bahwa dimana ada orang atau kelompok yang mempunyai kepentingan pribadi, disitulah terjadi kekerasan dan tidak adanya kedamaian dan berakibat kehancuran dan perpecahan.
Sebagai warga jemaat GKSBS hendaknya kita meneladan Tuhan Yesus yang bersikap rendah hati, lemah lembut, dan sederhana. Dengan sikap yang demikian, kita dapat membawa kedamaian di tengah-tengah lingkungan kita. Pada akhirnya kita dapat mewujudkan persekutun yang kuat dengan penuh sukacita. Mari kita mengikut Yesus Kristus Sang Raja damai untuk mewujudkan keutuhan persekutuan yang kuat bagi kemuliaanNya. Amin.
Ayat dan Nyanyian
Nas Pembimbing : Yesaya 50:6-7
Berita Anugerah : Mazmur 103:9-10
Nas Persembahan : Amsal 11:24-25.
Nyanyian :
1. Nyanyian Pembukaan : PKJ 6
2. Nyanyian Pujian: PKJ 79
3. Nyanyian Peneguhan: KJ 400
4. Nyanyian Responsoria : KJ 162
5. Nyanyian Persembahan : PKJ 149
6. Nyanyian Penutup : KJ 408


Leave a Reply