Rumah Kayu Sinode GKSBS, 10-11 Maret 2026
Pada Musyawarah Majelis Sinode (MMS)…
… XIII Palembang Agustus tahun 2025 menghasilkan keputusan-keputusan yang kemudian dituangkan dalam Akta Musyawarah. Pokok-Pokok Haluan Program (PPHP) hingga 2030 juga disahkan menjadi haluan program Sinode. Majelis Pimpinan Sinode (MPS) kemudian menerjemahkan PPHP yang di dalamnya tertuang tiga isu yang akan menjadi pokok program, yaitu isu Keutuhan, Kemandirian dan Keterbukaan. Perangkat program seperti Penanggungjawab Program (PJ Program) dan perencanaannya segera dibentuk. Pdt. Michael Angga Syahputra Manihuruk, S.Th sebagai PJ Program isu Keutuhan, Pdt. Pornomo Sidi, S.Si, M.Th sebagai PJ Program isu Keterbukaan dan Pdt. Candra Istiono, S.Th sebagai PJ Program isu Kemandirian.

Pada Selasa-Rabu, 10-11 Maret 2026, MPS mengundang Ketua dan Sekretaris Majelis Pimpinan Klasis (MPK) untuk memberikan masukan pada perencanaan program yang telah disusun. Program yang disosialisasikan ini bukan saja menurunkan dari PPHP tetapi juga keputusan-keputusan MMS lain yang tertuang dalam Akta MMS XIII Palembang.
Dalam Isu Keutuhan, program yang telah disusun antara lain tentang penulisan bahan terbitan Sinode yang akan dikerjakan oleh tim khusus penulis terbitan yang dibentuk oleh MPS, program Retreat Penatua dan Diaken yang akan dilaksanakan dalam gabungan dua klasis pada 2027, Konven Pendeta pada 2029. Dalam Isu Keterbukaan terdapat program tentang lintas iman yang sudah mulai dilaksanakan di Klasis Seputih Raman dengan melibatkan siswa-siswa SMP Kristen Seputih Raman dan pemuda untuk saling berkunjung dalam rumah ibadah. Pengurangan Resiko Bencana juga masuk dalam isu Keterbukaan untuk mengerjakan respon bencana dan rencana pertemuan kontijensi relawan GKSBS. Dalam isu ini juga akan mengerjakan program Gereja Inklusi pada kaum difabel. Sedangkan untuk Isu Kemandirian akan lebih fokus pada program-program fundraising untuk kemandirian. Menggandeng jemaat-jemaat pada budidaya kolam bioflok di lahan Kantor Sinode, pembuatan terbitan setahun, pembuatan kalender dan manajemen aset Sinode.

Selain program-program di atas, Pdt. Riyadi Basuki melengkapi pemaparan tentang bagaimana penyusunan Pokok-Pokok Ajaran GKSBS (PPA GKSBS) dan Kidung Rumah Bersama (KRB) akan dilanjutkan hingga target untuk disahkan dalam MMS XIV di Klasis Pugungraharjo tahun 2030 yang akan datang.
Salah satu output yang ingin dicapai dalam Sosialisasi Program MPS 2026-2030 ini adalah tentang sharing pembiayaan. Program-program ini akan dikerjakan dengan pembiayaan yang akan melibatkan sumber daya dari Klasis dan Jemaat. Untuk itu para Pimpinan Klasis yang diundang dapat membawa pesan ini ke klasis dan jemaat masing-masing.



Leave a Reply